Persilangan kucing american curl dan kucing munchkin lahirlah kucing kinkalow.

Kucing berwarna cokelat muda itu unik dan menggemaskan. Ukuran kakinya lebih pendek dibandingkan dengan kucing lain. Penampilan itu mengingatkan pada sosok anjing tekel atau dachshund yang juga berkaki pendek. Keunikan lain daun telinga menekuk ke bagian luar. Hasil silangan itu disebut kinkalow.

Pemilik kucing itu, Hari Harjanto, mengatakan bahwa di Amerika Serikat kinkalow tergolong populer. Kinkalow kucing hasil perkawinan silang antara kucing jenis munchkin dan american curl.

Induk munchkin mewariskan karakter kaki pendek yang menjadi ciri khasnya. Adapun american curl mewariskan bentuk telinga yang menekuk ke bagian luar.

Yang istimewa, Hari memperoleh kucing kinkalow bukan hasil membeli dari penangkar kucing dari Negeri Abang Sam, melainkan hasil tangkaran sendiri.

kucing kinkalow,kucing persilangan,kucing baru
Kucing kinkalow, hasil silangan kucing munckin dan kucing american curl.

Anakan kucing beragam

Pada 2014 Hari Harjanto membeli 7 kitten atau anakan munchkin berumur 3—5 bulan dari salah satu penangkar kucing di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Pehobi di Kota Depok, Jawa Barat, itu juga membeli 3 kitten american curl dari penangkar di Jakarta.

Ia merawat semua kitten itu hingga dewasa. Menurut Hari munchkin siap kawin pada umur setahun dan american curl 1,5 tahun. Untuk menghasilkan kinkalow Hari mengawinkan munchkin betina dan american curl jantan atau sebaliknya. Meski induk berbeda jenis, Hari tidak kesulitan saat menjodohkan kedua jenis induk.

“Induk jantan siap kawin setiap saat, tergantung kesiapan sang betina,” katanya. Menurut Hari peluang untuk memperoleh kinkalow tidak bisa diperkirakan. Sebab, kedua jenis itu heterozigot atau memiliki dua gen yang berbeda.

kucing kinkalow,kucing baru
Varian warna kucing kinkalow hasil tangkaran Hari Harjanto.

Oleh karena itu dari hasil persilangan kedua jenis itu tidak bisa ditebak, bisa jadi akan menghasilkan anakan yang mewarisi karakter dominan salah satu induk atau kombinasi karakter keduanya. Dari setiap kelahiran, Hari memperoleh rata-rata 3—5 kitten.

Anakan yang lahir dari persilangan itu ada yang dominan karakter munchkin, yaitu berkaki pendek, daun telinga tetap tegak.

Baca juga:  Cara Membedakan Burung Srigunting Betina dan Jantan

Ada juga yang berdaun telinga menekuk ke bagian luar, tapi kakinya tinggi sehingga karakternya tetap seperti american curl. Untuk menghasilkan kinkalow Hari menyeleksi anakan yang memiliki karakter kombinasi kedua induk, yaitu berkaki pendek dan berdaun telinga menekuk ke bagian luar.

Dari 3—5 kitten itu kadang-kadang hanya satu anakan yang berkarakter kinkalow. Ia menyilangkan betina munchkin dan pejantan american curl. Hasilnya dari 4 anakan, 3 di antaranya berkarakter kinkalow.

Pada kesempatan lain ketika menyilangkan betina munchkin dan pejantan american curl, “Saya pernah juga mendapatkan 3 anakan dan tak satu pun berkarakter kinkalow. Jadi, hasilnya tidak bisa ditebak,” tutur Hari.

Harus telaten

Menurut Hari munchkin dan american curl tergolong induk yang telaten. Saat melahirkan sang induk betina berinisiatif memecahkan kantong amnion dan membersihkan seluruh anaknya. Menurut dokter hewan di Yogyakarta, drh Slamet Raharjo, pada kucing ras, terutama jenis persia dan exotic, terkadang indukan malas memecahkan kantong amnion yang membungkus anakan.

“Jika amnion tidak pecah maksimal selama 6 jam, maka anaknya akan mati. Oleh sebab itu harus dibantu manusia,” tutur alumnus Fakultas Kedoketaran Hewan Universitas Gadjah Mada itu.

Namun, untuk merawat kitten hasil perkawinan silang itu tetap perlu ketelatenan. Pasalnya, menurut Hari anakan yang berkaki tinggi biasanya lebih rakus saat menyusu dibandingkan dengan anakan kinkalow yang berkaki pendek.

kucing munckin,kucing kaki pendek.
Indukan munckin mewariskan karakter kaki pendek.

Pria yang juga berprofesi sebagai perancang taman itu mengatakan, “Akibatnya pertumbuhan anakan kinkalow biasanya lebih lambat.” Oleh karena itu Hari harus memberi tambahan susu agar pertumbuhannya optimal.

Hingga kini Hari menghasilkan 30 anakan kinkalow. “Tapi belum saya lepas untuk diadopsi,” ujarnya. Hari berencana melepas anakan kinkalow dengan biaya adopsi Rp7-juta—Rp12-juta per ekor, tergantung kualitas.

Hari mengingatkan agar pehobi tidak menjadikan kinkalow sebagai indukan. “Jika dikawinkan dengan sesama kinkalow maka nantinya lebih banyak menghasilkan anakan yang karakternya kembali seperti induk dan akan ada yang cacat,” ujar Hari.

Menurut ahli kucing di Kota Bekasi, Jawa Barat, Cacang Effendi, dari segi penampilan kucing berkaki pendek seperti munchkin memang tampak lebih lucu.

Baca juga:  Pujian untuk Billi

Namun, kondisi itu biasanya menyulitkan sang kucing untuk beraktivitas. Dengan kondisi kaki yang pendek kucing sulit untuk melompat karena daya tolak kakinya menjadi terbatas. Kaki yang pendek juga membahayakan kucing saat lompat dari tempat yang tinggi.

“Kakinya dikhawatirkan tidak kuat menahan beban tubuh sehingga berisiko menyebabkan cidera kaki,” tutur Presiden Cat Fanciers Society of Indonesia (CFSI) itu.

Strategi pasar

Menurut Cacang dalam organisasi pencinta kucing internasional, kucing hasil perkawinan silang atau hibrida sulit mendapatkan pengakuan atau sertifikasi sebagai kucing ras jika genetiknya belum stabil. Cacang mengatakan, organisasi pencinta kucing sebetulnya tidak melarang perkawinan silang.

“Perkawinan silang diperbolehkan untuk memperbaiki kualitas ras, misalnya menghasilkan warna bulu yang lebih bagus atau kucing yang lebih tahan penyakit,” tuturnya.

Hari Harjanto menangkarkan kinkalow sejak 2014.
Hari Harjanto menangkarkan kinkalow sejak 2014.

Jadi, kucing yang dikawinsilangkan masih satu jenis sehingga kemurnian ras pun terjaga. Mengapa Hari menangkarkan kinkalow? Menurut Hari pemilihan jenis kinkalow salah satu strategi untuk terjun di bisnis penangkaran kucing.

“Hingga saat ini kucing yang paling diminati para pehobi adalah jenis persia. Namun, jumlah penangkar persia sudah banyak dan skalanya besar-besar,” ujar pemilik Ikimini Cattery itu.

Untuk bersaing dengan para penangkar besar itu perlu modal yang lebih besar untuk menghasilkan persia yang berkualitas lebih baik. “Saya bukan pemodal besar. Makanya saya memilih mengembangkan kucing jenis baru yang belum ada pemainnya,” ujarnya.

Itulah sebabnya Hari sangat serius untuk mengembangkan kucing kinkalow. Untuk menangkarkan Felis catus itu ia menyewa sebuah rumah di samping kediamannya di Depok.

Ia melengkapi rumah itu dengan mesin pendingin udara agar hewan anggota famili Felidae itu hidup nyaman dan berkembang biak.

Hari juga menyewa asisten khusus untuk merawat klangenannya itu. Ia rela menunggu selama dua tahun untuk menghasilkan stok anakan kinkalow berkualitas yang siap untuk diadopsi. Ia yakin para pehobi meminati kucing hasil tangkarannya karena berpenampilan lucu dan menggemaskan.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d