Worawari Bak Pelangi 1

Kian cantik dan atraktif dengan tampilan baru.

dengan gradasi warna jingga dan merah

Sosok bunga tumpuk semakin unik dengan gradasi warna jingga dan merah

Satu pot kembang sepatu di sebuah nurseri di Filipina, langsung menyita perhatian Adelia Anastasia. Penampilannya berbeda dengan Hibiscus rosa-sinensis yang beredar di tanahair. Lazimnya, keluarga Malvaceae itu memiliki kelopak bunga yang mekar sempurna. “Sosok kembang sepatu itu justru tampil beda,” kata Adelia. Setiap helai kelopak bunganya bergelombang padat seperti sebuah renda. Menurut International Hibiscus Society kembang sepatu itu bertipe bunga tumpuk.

Kombinasi warna ungu pekat dengan semburat merah dan warna urat yang putih dan tegas membuat kembang sepatu tampil memikatSosok bunga tumpuk semakin unik

Kombinasi warna ungu pekat dengan
semburat merah dan warna urat yang putih
dan tegas membuat kembang sepatu tampil
memikatSosok bunga tumpuk semakin unik

Eloknya lagi, si renda itu dibalut dengan warna jingga bergradasi kuning mencolok. Sementara bagian bawah mahkotanya berwarna krem. Aduhai, sungguh cantik. Di nurseri seluas 1.000 m2 itu Adelia melihat puluhan jenis kembang sepatu hibrida di bawah naungan paranet. Bunga berwarna dasar merah muda dengan noktah putih juga menyita perhatian pemilik Del’s Nursery di Depok, Jawa Barat, itu. Bentuk bunga cenderung bundar dengan diameter 15 cm. Tepi bunga mengeriting. Setiap kelopak menindih satu sama lain.

Kelir Ungu

Noktah putih pada mahkota bunga berwarna merah muda membuat Adelia Anastasia jatuh hati

Noktah putih pada mahkota bunga berwarna
merah muda membuat Adelia Anastasia jatuh
hati

Adel—sapaannya—juga menjumpai rupa kembang sepatu berkelir ungu. Ada 3 jenis yang paling ia suka sebab memiliki corak warna cantik. Pertama, bunga ungu pucat dengan hiasan warna merah yang muncul di bagian dalam mahkota. Paduan warna itu semakin cantik dengan putik dan dan benang sari berwarna kuning. Tekstur mahkotanya sangat halus.

Kedua, bunga berwarna ungu pekat dengan semburat merah di bagian tengah. Semakin ke dalam, warna merah semakin pudar. Urat putih yang menghiasi bagian atas mahkota membuat tampilannya semakin unik. Yang terakhir, bunga ungu pekat dengan gradasi jingga di bagian pinggir kelopaknya. Urat bunga berwarna merah muda senada dengan tangkai putik. Perjumpaan pertama pada pertengahan 2013 itu langsung membuat Adel jatuh hati.

Baca juga:  Melawan Kanker Ewing

Ia pun memboyong beberapa jenis bunga sepatu kaya warna itu ke tanahair. Sesampainya di kebun, ia langsung menanam bibit itu di tanah. Agar tanaman tidak stres, ibu tiga anak itu menyiramnya dengan larutan B1 setiap hari selama sepekan. Untuk 30 batang tanaman, ia mencampur 20 cc B1 ke dalam 50 liter air. Ketika tanaman sudah bugar larutan itu diberikan setiap dua pekan saja.

Sebulan pascatanam, bunga pun bermunculan. Sayang, keindahan bunga hanya bisa dinikmati sehari saja. Namun, Adel tak perlu khawatir sebab bunga muncul susul menyusul. Tatkala ada kuncup bunga yang mekar menjadi pemandangan menarik. “Saya belum pernah melihat kembang sepatu warna-warni seperti itu,” kata seorang kerabat di Jakarta. Sejak pertama kali menghuni kebun, kembang-kembang ayu itu memang menjadi pusat perhatian pengunjung. Adel pun ketagihan untuk mendatangkan jenis-jenis baru. Terhitung, sudah tiga kali ia terbang ke negeri Benigno Aquino itu untuk menjemput kembang impiannya.

Kalem

Warna ungu berpadu dengan jingga menampilkan kesan atraktif (kiri), kembang sepatu berwarna kuning keemasan tampak elegan

Warna ungu berpadu dengan jingga menampilkan kesan atraktif (kiri), kembang sepatu berwarna kuning keemasan tampak elegan

Tak melulu warna lembut, warna-warna seronok pun menjadi incaran. “Warna memang menjadi daya tarik utama,” kata Adel. Bunga bermahkota kuning keemasan dengan cipratan warna merah mulai dari bagian dalam hingga luar mahkota membuat tampilannya tampak berani. Bandingkan dengan kembang sepatu lokal yang hanya memiliki warna merah atau kuning saja yang terkesan monoton. Jenis lain yang berwarna kuning menyala yang berpadu dengan warna merah muda pun tak kalah cantik.

Adapula koleksi lain yang lebih kalem. Lihat saja bunga berbentuk bundar cekung sehingga sekilas mirip mangkuk. Tepian bunga berwarna kuning, tetapi warna dasarnya putih bermotif merah muda. Permukaan bunga cenderung keriting dengan tepian yang sedikit menggulung ke atas. Sosok itu membuat bunga tampak anggun. Pun jenis lain dengan tipe bunga tumpuk berwarna merah muda polos.

Baca juga:  Jabotikaba: Empat Tahun Lebih Cepat

1.	Semakin atraktif dengan semburat merah muda di bagian tengah bunga 2.	Tampil kalem dengan warna putih bermotif merah muda 3.	Paduan warna menarik antara kuning dan merah 4.	Warna polos pun tak kalah cantik

Menurut Dr Ir Lia Sanjaya MS, peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Hias di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, kembang sepatu memang memiliki banyak varian warna. Beberapa pehobi mencoba untuk memperoleh varian baru dengan menyilangkan antara dua spesies berbeda. Warna-warna atraktif cocok untuk menghias taman. Apalagi kembang sepatu tahan panas. Kehadiran worawari—kembang sepatu dalam bahasa Jawa—pun membuat taman semakin semarak. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *