Curah hujan tinggi menjadi kendala utama berkebun butternut squash.

Curah hujan tinggi menjadi kendala utama berkebun butternut squash.

Ahmad Mudzakir As Salimy MPdI di Banyuwangi, Jawa Timur, tak serta merta mencecap manis selama berkebun butternut squash. Pada periode tanam pertama ia harus merugi lantaran 1.000 tanaman butternut squash terendam banjir. Tak tanggung-tanggung tanaman terendam selama 3 hari. Padahal, umur tanaman menjelang 2 bulan. Mudzakir pun terpaksa memanen butternut squash lebih awal.

Konsekuensinya buah tak layak jual lantaran kurang manis dan berukuran kecil. Mudzakir pun membagikan hasil panen perdananya itu kepada kerabat dan tetangga. “Cuaca ekstrem membuat pekebun merugi,” ujarnya. Antonius Marsudi Nugroho di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menuturkan kendala budidaya butternut squash saat ini adalah musim hujan.

Hujan membuat tanaman mudah terserang cendawan. Tanaman berumur 50—60 hari setelah tanam paling rentan terinfeksi cendawan. Biasanya makhluk mini itu menyerang bagian bawah tanaman dahulu lalu perlahan menjalar ke batang. Kondisi batang yang sakit tentu saja mengganggu suplai hara ke buah. Akhirnya kualitas dan kuantitas buah pun anjlok. “Pekebun bisa mengalami pengurangan hasil panen 50—100%,” kata Marsudi. (Andari Titisari/Peliput: Syah Angkasa)

Tags: berkebun, butternut, kendala

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d