Warna warni Anggrek Lycaste 1
Red jewel varian anggrek lycaste dominan di Centra Anggrek.

Red jewel varian anggrek lycaste dominan di Centra Anggrek.

Lycaste anggrek pendatang baru yang seronok.

Petugas bagian produksi di Centra Anggrek, Rendy Nugraha.

Petugas bagian produksi di Centra Anggrek, Rendy Nugraha.

Lazimnya kelopak anggrek berbentuk oval. Namun, anggrek anyar milik Yayah Rokayah itu agak meruncing. Itulah jenis anggrek lycaste yang mulai naik daun. Salah satu varian lycaste terpopuler adalah red jewel. Kelopak permata merah itu berwarna merah kejinggaan. Bagian labelumnya berwarna kuning diselingi corak merah. Centra Anggrek di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, milik Yayah Rokayah, memasarkan anggrek baru itu pada 2017.

Pengelola Centra Anggrek, Aditya, mendatangkan bibit lycaste dari Thailand. “Varian relatif baru di tanah air. Semula berawal dari koleksi,” paparnya. Ia mendatangkan 100 bibit terdiri dari 4 varian. Jenis red jewel paling dominan hingga 40%. Menurut bagian produksi Centra Anggrek, Rendy Nugraha, varian lain chita impulse berwarna merah menyala, hamana jason berbunga kuning, dan bentuk kelopak lebih meruncing.

Bisa beradaptasi

Varian lycaste hamana jason berwarna kuning.

Varian lycaste hamana jason berwarna kuning.

Varian lain lycaste adalah hamana jason x concerta memiliki ciri khas bunga berwarna merah muda. Rendy mengatakan, penampilan lycaste bagus, jenis beragam, dan relatif anyar di tanah air sehingga sesuai dengan pangsa pasar Centra Anggrek. Nurseri itu menjual lycaste Rp400.000—Rp700.000. Makin besar tanaman, kian mahal harganya. Jika perawatan tepat anggrek lycaste bisa 2 kali berbunga dalam setahun.

Centra Anggrek mendatangkan bibit sejak 2016. Rata-rata hanya mendatangkan 100 tanaman per 6 bulan. Para kolektor menggemari anggrek eksklusif itu. Rendy menjual lycaste secara langsung, pameran, dan melalui media daring. Setiap pameran rata-rata 10 lycaste terjual. Anggrek pendatang baru itu cocok untuk para pehobi di dataran medium dan tinggi. Suhu ideal untuk pertumbuhan lycaste 20—25℃.

Baca juga:  Berkah Vulkanis

Rendy menggunakan media tanam cacahan pakis halus. Lycaste mulai berbunga pada umur 3,5 tahun. Pemupukan relatif sama dengan jenis lain. Rendy memberikan pupuk 8 kali saban bulan, 4 kali pupuk daun dan 4 kali pupuk pembungaan. Anggrek berbunga serempak pada Maret—April. Di luar bulan itu, tanaman tetap berbunga hanya jumlah anggrek yang berbunga sedikit. Menurut pehobi anggrek di Jakarta, Frankie Handoyo, lycaste termasuk anggrek tropis dan memungkinkan beradaptasi di tanah air.

Varian hamana Jason x concerta berwarna merah muda.

Varian hamana Jason x concerta berwarna merah muda.

“Lycaste yang masuk ke Indonesia sedikit, sebagian bibitnya hibrida sehingga pehobi enggan mengoleksi untuk indukan,” kata Frankie. Menurut praktikus anggrek di Jakarta, Ramadani Yudha Prasetya, kekerabatan lycaste dekat ke coelogyne. Bunganya banyak jenis bunga yang wangi, bongsor, dan berwarna kontras. Ramadani mengatakan, jenis hibrida anyar rajin berbunga dan kebanyakan tumbuh baik di dataran tinggi.

Kunci merawat

Ramadani menuturkan, “Warm tolerant yang turunannya lycaste macrophylla baru bagus jika ditanam di Bogor.” Adapun tipe lain yang menggugurkan daun

Varian lycaste chita impulse berwarna merah.

Varian lycaste chita impulse berwarna merah.

biasanya sulit tumbuh meski di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yang dingin. Pasalnya iklim Puncak terlalu basah dan tidak ada perbedaan musim yang jelas. Itulah salah satu kendala merawat lycaste. Menurut Ramadani, bagi penangkar cukup sulit mengembangkan lycaste di tanah air.

Kendalanya, footprint atau rekam jejak dengan anggrek lokal terlalu panjang. “Bukan anggrek lokal dan sulit cari indukannya,” kata penganggrek sejak 2000 itu. Kelemahan lain, lycaste bongsor sehingga tidak populer untuk industri. Namun, cukup bergengsi bagi kolektor. Ramadani mengatakan, budidaya lycaste cukup mudah bila mengetahui celahnya. Beberapa indikator yang perlu diperhatikan yakni penyinaran matahari, kelembapan, dan angin.

Baca juga:  Anak Muda Jutawan Jeruk

Menurut Ramadani tanaman anggota famili Orchidaceae itu menghendaki kondisi agak gelap, kelembapan 70—80%, dan banyak angin. “Hampir mirip seperti anggrek pada umumnya,” kata Ramadani. Menurut Rendy, berkaitan sinar matahari, anggrek anyar itu menghendaki penyinaran 60—70%. Penyinaran langsung yang berlebihan menyebabkan daun tanaman terbakar. (Muhammad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *