Vanda Jiran Elok Nian

Vanda ustii rajin berbunga dan beraroma seperti sirih

Vanda ustii rajin berbunga dan beraroma seperti sirih

Vanda-vanda langka dan elok asal Filipina.

Selama hampir 15 tahun menjadi kolektor anggrek, Brilliantoro, pehobi di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, hanya memiliki 3 Vanda javierae. Anggrek itu memang semakin langka. Sudah begitu memperbanyak tanaman hias anggota famili Orchidaceae itu pun sulit. Pertumbuhan javierae juga lambat. Tiga tahun Brilliantoro mencoba memperbanyak dengan setek batang, tinggi bibit hanya 3 cm dari permukaan media.

Anggrek dari negeri jiran, Filipina, itu memiliki bunga berwarna putih dengan warna lidah merah marun. “Kemampuan berbunga Vanda javierae tergolong susah,” ujar Brilliantoro. Selama 4 tahun memelihara, ia tak pernah menjumpai koleksinya itu berbunga. Setelah 2 bulan memindahkannya ke Puncak, Jawa Barat, berketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut, vanda baru berbunga.

Vanda denisoniana memiliki sepal dan petal bunga penuh

Vanda denisoniana memiliki sepal dan petal bunga penuh

Endemik
Menurut Destario Metusala MSc, ahli anggrek dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Vanda javierae endemik di Luzon, Filipina. Sebaran di tempat asalnya juga tidak terlalu banyak. “Ia tergolong anggrek dataran tinggi,” ujarnya. Vanda javierae tumbuh baik di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Pantas saja anggrek itu langsung berbunga ketika Brilliantoro memindahkannya ke Puncak.

“Penanaman di dataran rendah menyebabkan tanaman stres sehingga sulit berbunga,” kata Destario. Selain Vanda javierae, koleksi Brill—sapaan akrab Brilliantoro yang tak kalah menarik adalah Vanda ustii. Bunganya berwarna kuning dan lidah berwarna merah muda. “Wanginya seperti sirih,” ujar Brilliantoro menggambarkan aroma ustii. Vanda asal Filipina itu tumbuh baik di ketinggian 1.200—1.500 m dpl dan tergolong rajin berbunga. Ia memiliki perbungaan panjang, kuntum bunga mencapai 12 kuntum, berbau harum, dan masa mekar bunga 1—2 pekan.

Vanda lamellata var. remediosae tangkai perbungaan relatif tegak

Vanda lamellata var. remediosae tangkai perbungaan relatif tegak

Destario menjelaskan, sekilas bentuk dan corak bunga Vanda ustii menyerupai Vanda luzonica. Bedanya, bentuk bibir bunga serta warna dasar sepal dan petalnya berwarna krem muda kekuningan. Meski habitat asli di dataran tinggi, ia dapat beradaptasi dengan baik di ketinggian menengah asalkan kelembapan terjaga serta diberi tambahan naungan.
Vanda asal Filipina lain yang tak kalah memikat Vanda roeblingiana. Lihat saja cuping tengah bibir bunga yang berbentuk seperti kipas dengan tepian berjumbai. Karakter itu sangat unik pada genus Vanda. “Lidahnya seolah pecah dan berbulu,” ujar Brilliantoro. Perbungaan V. roeblingiana mencapai 15 kuntum dengan lebar bunga mencapai 5 cm. Pantas saja bila pria kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, itu terpikat kecantikannya. Filipina memiliki keragaman anggrek vanda yang tinggi.

Selain Filipina, “Ada juga Kamboja dan Myanmar, pusat diversitas anggrek vanda di Asia tenggara,” ujar Destario. Ia menjelaskan, Indonesia juga menjadi salah satu pusat keanekaragam vanda. Ukuran tanaman dan bunga vanda yang relatif besar membuatnya cukup mudah ditemukan para pemburu di habitat alaminya. Akibatnya, banyak spesies vanda endemik Indonesia kini terancam akibat perburuan di habitat asalnya.

Vanda roeblingiana, unik dengan cuping tengah bibir bunga berbentuk seperti kipas

Vanda roeblingiana, unik dengan cuping tengah bibir bunga berbentuk seperti kipas

Diminati
Vanda denisoniana misalnya justru sebaliknya. Ia memiliki sepal dan petal bunga yang penuh dengan warna kuning muda kehijauan polos. Habitat aslinya di Pegunungan Arakan di Myanmar, kawasan utara Thailand, Laos, dan Vietnam. Umumnya populasi alami tumbuh di ketinggian 700—800 m dpl.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x