Usir Pencuri Laba Jahe

Usir Pencuri Laba Jahe 1
Serangan bercak daun mengurangi produksi jahe 30%

Serangan bercak daun mengurangi produksi jahe 30%

Minyak cengkih menekan 90% pertumbuhan penyakit bercak daun pada jahe.

Setiap kali memasuki musim tanam, petani jahe gajah di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Kuswandi, selalu bersiap kehilangan 30—40% hasil panen. Tanaman Zingiber officinale itu terserang bercak daun akibat cendawan Phyllosticta zingiberi. Pertumbuhan daun tanaman terserang melambat, lalu mati. Jika selamat, pertumbuhan daun tidak optimal. “Meski tidak 100% gagal panen, kehilangan sebesar itu merugikan,” kata Kuswandi.

Pada musim panen akhir Agustus 2011, Kuswandi hanya menuai 21 ton jahe dari total lahan sehektar di beberapa tempat terpisah. Produktivitas nasional rata-rata jahe mencapai 30—40 ton per ha. Musababnya, 3.000 m2 dari total lahan terserang bercak daun. Kuswandi berupaya mengendalikan dengan pestisida tapi hanya 2.000 m2 yang selamat. Ia pun terpaksa membongkar tanaman terserang agar penyakit tidak menyebar lebih luas.

Senyawa eugenol dalam minyak cengkih menghambat pertumbuhan cendawan

Senyawa eugenol dalam minyak cengkih menghambat pertumbuhan cendawan

Senyawa aktif

Penyakit bercak daun menjadi masalah utama di berbagai sentra jahe seperti Bengkulu, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Gejala serangan ditandai hadirnya bercak-bercak berukuran 2—3 mm dan berwarna putih di atas daun. Semakin lama bercak berubah menjadi abu-abu, dengan pusat bintik hitam. Tingkat kerusakan daun mencapai 90%. Jika sudah begitu, daun tidak mampu berfotosintesis. Akibatnya tanaman mati.

Selama ini, pengendalian bercak daun lebih bersifat teknis. Pekebun hanya menyemprotkan pestisida sintesis pada tanaman jika serangan sudah di atas 80%. “Harga pestisida yang mahal membuat pekebun enggan mengendalikan bercak daun dengan cara ini. Padahal, pengendalian tanaman harus dilakukan sejak dini,” kata Dr Ir Suryo Wiyono, ahli penyakit tumbuhan dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Kondisi itulah yang memicu Ir Sri Yuni Hartati MSc, peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor, Jawa Barat, meneliti pestisida nabati yang mampu menekan pertumbuhan bercak daun. Hasil penelitian Sri menunjukkan pestisida nabati berbahan minyak cengkih dan sereh wangi ampuh menurunkan serangan bercak daun pada jahe hingga 90%.

Baca juga:  Tuai Laba Dari Gawai

Menurut Suryo, tanaman jahe berumur 0—5 bulan sangat rentan terserang bercak daun. Lingkungan dengan kelembapan 80—90% dan curah hujan tinggi merupakan kondisi ideal bagi Phyllosticta zingiberi untuk membentuk spora. Tanaman yang mati dapat menjadi sumber inokulum bagi tanaman lain. “Spora cendawan pecah dan terbawa air sehingga menular ke tanaman jahe yang sehat,” ujar Suryo.

Panen jahe berkat pemanfaatan pestisida nabati

Panen jahe berkat pemanfaatan pestisida nabati

Sri menggunakan pestisida nabati hasil ramuan Prof Dr Ir Supriadi, MSc, peneliti Balittro. Supriadi mencampur minyak asiri cengkih dan sereh wangi sebagai bahan baku pestisida nabati. Menurut Supriadi, minyak asiri cengkih mengandung senyawa volatil seperti eugenol, eugenol asetat dan metil eugenol. Adapun senyawa aktif sereh wangi terdiri atas senyawa sitral, sitronella, geraniol, mirsena, nerol, farnesol, metil heptenol, dan dipentena.

Menurut Supriadi, eugenol komponen utama penyusun minyak asiri cengkih yang berperan menghambat pertumbuhan cendawan. Senyawa sereh wangi yang memiliki fungsi sama yaitu sitronella. Kedua zat itu mampu menembus dinding sel cendawan dan menghambat proses metabolisme di dalamnya. Akibatnya, pertumbuhan terganggu dan pada konsentrasi tertentu mematikan sel cendawan.

Di lapangan, Supriadi menganjurkan  untuk mengencerkan 4 ml larutan pestisida nabati dalam 1 liter air. Semprotkan campuran itu secara merata ke seluruh permukaan daun. Sehektar lahan memerlukan 3 liter pestisida atau 125 ml per tanaman. Lakukan dua minggu sekali selama empat bulan. Penyemprotan pertama saat tanaman berumur 2 minggu.

Waktu penyemprotan terbaik pada pagi hari antara pukul 06.00—08.00, saat matahari belum terik. Penyemprotan pada siang hari harus dihindari lantaran minyak asiri mudah menguap jika terkena sinar matahari. Pada musim hujan, usahakan menyemprot paling lambat 2 jam sebelum hujan turun. “Pestisida nabati mudah terbilas oleh hujan,” kata Sri.

Daun sereh wangi mampu menekan serangan bercak daun pada jahe

Daun sereh wangi mampu menekan serangan bercak daun pada jahe

Lingkungan

Baca juga:  Akar Ranting Istimewa

Selain mencegah pertumbuhan cendawan, minyak asiri cengkih dan sereh wangi juga bisa mengatasi penyakit layu bakteri pada jahe. Penelitian Supriadi menunjukkan penyiraman pestisida minyak cengkih dan kayu manis konsentrasi 6% menekan perkembangan penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum pada tanaman jahe dalam greenhouse.

Penggunaan pestisida nabati berbahan minyak asiri cengkih dan sereh wangi efektif menekan laju pertumbuhan cendawan penyebab bercak daun. Namun, efektivitasnya tergantung kondisi lingkungan. Jika curah hujan tinggi selama minimal 3 hari, tanaman tetap rentan terkena bercak daun meski sudah disemprot. Hanya, intensitas serangan tidak setinggi dibanding jika tanaman tidak disemprot. Dengan penyemprotan, hanya 10—20% tanaman terserang, sedangkan tanpa penyemprotan mencapai 70—80%.

“Untuk mengurangi peluang serangan, gunakan bibit sehat dan bebas penyakit,” ujar Sri. Pasalnya, belum ada varietas jahe yang toleran terhadap bercak daun. Pekebun biasanya memupuk dengan pupuk tinggi kalium untuk meningkatkan ketahanan tanaman. Selain itu, pekebun juga mengurangi kelembapan dengan melonggarkan jarak tanam atau mengurangi naungan. Kuswandi melakukan pengolahan tanah pratanam untuk memperlancar drainase dan mencegah terbentuknya genangan air yang berpotensi meningkatkan kelembapan tanah.

Menurut Supriadi, pekebun bisa membuat sendiri pestisida nabati berbahan cengkih dan sereh wangi. Tumbuk daun cengkih dan batang sereh wangi, rendam 25—50 gram hasil tumbukan dalam seliter air, endapkan selama 24 jam. Saring endapan untuk mendapatkan larutan pestisida. Selain ekstrak minyak, daun serasah cengkih juga bisa digunakan. Sebarkan 100 gram serasah daun cengkih per tanaman untuk mencegah penyakit tular tanah. (Kartika Restu Susilo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x