Usai Listada Jumpa Acetosa 1
Begonia “Tuti Siregar” berpenampilan cantik dengan bentuk daun cekung seperti mangkuk

Begonia “Tuti Siregar” berpenampilan cantik dengan bentuk daun cekung seperti mangkuk

Berdaun indah dan adaptif di dataran rendah.

Menyusuri taman begonia seluas 700 m2 di Kebun Raya Bedugul, Provinsi Bali, sungguh mengasyikkan. Ratusan jenis begonia tertata apik pada pot gantung, menghampar di permukaan tanah, atau merambat di dinding batu. Taman di ketingggian 1.250 meter di atas permukaan laut (m dpl) itu memang habitat nyaman bagi begonia. Tercatat 314 jenis begonia terdiri atas 214 hasil silangan atau begonia eksotis dan 100 jenis begonia alam.

Kecantikan begonia pada bentuk daun yang beragam, tidak simetris, dan corak warna. Salah satu begonia eksotis yang jadi andalan yakni Begonia “tuti siregar”. Varian baru itu mendapat sertifikat paten dari American Begonia Society (ABS). Begonia cantik itu lahir dari tangan Dra Hartutiningsih M. Siregar, peneliti di Pusat Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). B. “tuti siregar” berdaun cekung seperti mangkuk.

Dra Hartutiningsih M. Siregar, peneliti dari Pusat Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Dra Hartutiningsih M. Siregar, peneliti dari Pusat Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Kawin silang

Keelokan lain “tuti siregar” permukaan atas daun berwarna hijau dan berbulu halus bak beludru. Sementara bagian bawah berwarna merah marun dan berselimut bulu halus berwarna merah jambu. B. “tuti siregar” berbatang tegak sehingga cocok untuk menghias sudut ruangan. Tanaman anggota famili Begoniaceae itu berbunga pada Desember. Bunga muncul di ketiak daun dengan jumlah 6 tangkai. Setiap tangkai memiliki 16-27 kuntum.

Hartutiningsih memperoleh varian anyar itu setelah mengawinkan induk betina B. listada smith & wasshausen dengan induk jantan B. acetosa vellozo. Induk betina bertipe batang tegak dengan bentuk daun panjang. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau lumut, sedangkan bagian bawah berwarna merah marun. Sementara sang induk jantan bertipe rimpang dengan bentuk daun cenderung oval. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau cerah, sedangkan bagian bawah merah menyala.

Begonia siregarii hasil eksplorasi di hutan di Enrekang, Sulawesi Selatan

Begonia siregarii hasil eksplorasi di hutan di Enrekang, Sulawesi Selatan

“Awalnya saya ingin memberi nama listatosa gabungan dari listada dan acetosa pada begonia baru itu,” tutur Hartutiningsih. Namun, aturan pemberian nama untuk tanaman hibrida tidak memperbolehkan nama baru yang berbahasa Latin dan bersuku kata tiga. Oleh karena itu, Hartutiningsih memilih nama tuti siregar yang diambil dari nama panggilannya dan nama keluarga sang suami.

Baca juga:  Melon Organik Bermutu Super

Begonia baru itu mewarisi sifat campuran kedua induknya. Tipe batang tegak dan tulang daun yang menjari berwarna kuning menyala warisan sang ibu. Warna permukaan daun bagian atas dan bawah turunan ayah. Sementara bentuk daun merupakan perpaduan antara bentuk daun ibu dan ayah. Bentuk daun muda melengkung seperti mangkuk berwarna merah. Daun dewasa memiliki panjang 15-17 cm dan lebar 10-11 cm. Kini, begonia itu menjalani serangkaian uji meliputi unsur kebaruan, unik, seragam, dan stabil sebelum dilepas sebagai varietas baru.

Begonia acetosa, induk jantan dari Begonia “Tuti Siregar”

Begonia acetosa, induk jantan dari Begonia “Tuti Siregar”

Lovely jo

Selain B. “tuti siregar”, alumnus Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, itu juga membidani lahirnya B. “lovely jo” hasil silangan antara B. puspitae dengan B. pasamanensis. Lovely jo memiliki daun bulat telur, berambut, dan berwarna hijau. Namun, pangkal daunnya saling bertaut dengan ujung runcing sehingga membentuk simbol hati. Itulah sebabnya, Hartutiningsih memberikan nama lovely jo yang artinya simbol hati berwarna hijau.

Susunan daun lovely jo kompak. “Karakter itu merupakan perbaikan sifat morfologi daun kedua induknya yang memiliki susunan daun kurang kompak dan berukuran kecil,” kata Hartutiningsih. Ia menuturkan kelebihan lain lovely jo yakni adaptif di dataran rendah sehingga cocok untuk pehobi tanaman hias di perkotaan. Lovely jo menyukai media tanam campuran sekam dan kompos dengan perbandingan sama. Sementara perbanyakan dapat dilakukan dengan setek daun.

Hartutiningsih mengawali persilangan untuk menghasilkan lovely jo pada 2007 bersama Wisnu Handoyo Ardi, AMd, peneliti di Kebun Raya Bogor. Lovely jo mendapatkan sertifikat perlindungan varietas tanaman dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian pada November 2013.

Begonia “Lovely Jo” hasil persilangan antara B. puspitae dengan B. pasamanensis

Begonia “Lovely Jo” hasil persilangan antara B. puspitae dengan B. pasamanensis

Spesies baru

Baca juga:  Biodiesel Biji Avokad

Ir Dedeh Siti Badriah MSi, peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Cipanas, Jawa Barat, menuturkan secara umum ada dua jenis begonia yakni begonia bunga dan daun. “Begonia bunga memiliki keunggulan pada kecantikan bunganya, sedangkan begonia daun memiliki kekuatan pada keindahan bentuk dan corak daun yang beragam,” ujarnya.

Begonia bunga kurang cocok dipelihara di dataran rendah sebab membutuhkan iklim sejuk untuk berbunga. Sementara begonia daun bisa ditanam di dataran rendah hingga tinggi. “Begonia daun bisa menjadi pilihan bagi masyarakat perkotaan sebagai penghias taman atau ruangan,” kata Dedeh.

Selain memperoleh begonia baru dari hasil persilangan, Hartutiningsih juga berhasil mengidentifikasi spesies baru dari alam. Penemu spesies baru itu yakni sang suami, Ir Mustaid Siregar MSi. Mustaid menemukan begonia alam itu ketika melakukan eksplorasi di hutan di Enrekang, Sulawesi Selatan, pada 2007. Ia mengenali tanaman keluarga Begoniaceae itu dari ciri spesifik helaian daun yang tidak simetris. “Saya menemukan tanaman itu tumbuh liar di sekitar kuburan batu,” tutur Mustaid.

Tanaman yang namanya diambil dari nama seorang hakim dan administratur dari Perancis, Michael Begon, itu baru berhasil diidentifikasi pada 2010. “Untuk identifikasi memang butuh waktu lama sebab saya harus menelesuri beragam literatur dan pustaka untuk mengenali karakter morfologi tanaman yang ditemukan,” kata Hartutiningsih.

Namun, karakter tanaman yang ditemukan tak satu pun terdapat di pustaka dan literatur yang dirujuk. Oleh karena itu, ia memberi nama B. siregarii yang diambil dari nama keluarga sang suami. B. siregarii mempunyai bentuk daun bundar asimetris, berwarna hijau, dan berbatang tegak. Kini spesies baru itu tersimpan rapi di Kebun Raya Bedugul bersama dengan ratusan jenis begonia lain yang diperoleh dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments