Rumput napier  berproduktivitas tinggi mencapai 700 ton per hektare per tahun.

Rumput napier berproduktivitas tinggi mencapai 700 ton per hektare per tahun.

 

Pemberian rumput napier meningkatkan produksi susu sapi 3—3,5 liter per ekor setiap hari.

Pemberian rumput napier utuh meningkatkan bobot sapi 15—20 kg per ekor setiap bulan.

Pemberian rumput napier utuh meningkatkan bobot sapi 15—20 kg per ekor setiap bulan.

Semula Hary Susanto memproduksi112 liter susu dari delapan sapi per hari. Artinya seekor sapi menghasilkan 14 liter susu per hari. Kini peternak sapi di Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu menuai 145 liter susu per hari atau seekor sapi memproduksi 18 liter susu. Lonjakan produksi itu lantaran ia mengganti pakan berupa rumput napier. Semula ia memanfaatkan campuran jerami dan konsentrat.

“Produksi susu sapi meningkat setelah pemberian 30 kg rumput napier per hari selama 4 hari,” kata Hary. Dosen di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Suryahadi Nurjana,M.Sc., mengatakan rumput asal Afrika itu lebih bergizi tinggi daripada rumput gajah, rumput taiwan, dan jerami padi. Musababnyanapier mengandung 18—20% protein, 35% serat kasar, dan 42,3% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).

Rumput unggul

Bandingkan dengan kandungan sorgum yang berisi 9,5% protein, 28% serat kasar, dan 40,2% BETN. Artinya rumput napier lebih bernutrisi dibandingkan dengan sorgum. Protein tinggi bagus untuk pertumbuhan dan perkembang biakan sapi. Tingkat kecernaan napier pada ruminansia seperti sapi mencapai 70—78%. Dengan kata lain pakan tercerna sempurna hingga 70—78%. Itu lebih tinggi ketimbang kecernaan rumput lain yang rata-rata mencapai 40—50%.

Praktikus sayuran organik, Bert Sunaryo Halim (paling kiri), pelopor pembudidaya rumput napier di Indonesia.

Praktikus sayuran organik, Bert Sunaryo Halim (paling kiri), pelopor pembudidaya rumput napier di Indonesia.

Menurut Dosen Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr., napier yang digunakan Hary sebagai pakan yaitu termasuk rumput napier cultivar mott. Rumput asal Selandia baru itu dapat diberikan sebagai pakan tanpa tambahan jerami dan konsentrat. Pemberian napier 1/3 bobot sapi. Sapi juga menyukai napier lantaran beraroma lebih wangi dan manis daripada rumput lain. Trubus membuktikan itu ketika berkunjung ke peternakan sapi milik praktikus sayuran organik, Henry Sutrisno.

Baca juga:  Latih Paruh Bengkok

 

Setelah melahap rumput napier, hewan ruminansia besar itu menjauhi pakan berupa rumput lain. Hary mengatakan,kini masih relatif sulit mendapatkan napier. Pemicunya belum banyak pembudidaya rumput baru itu. Ia memperoleh 3,5 ton napier dari praktikus sayuran organik di Bogor, Jawa Barat itu. Henry mengetahui napier dari informasi di dunia maya dan peternak di Selandia Baru.

Ia tertarik mengembangkan napier di lahan 1,5 hektare di Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat karena rumput itu berproduktivitas tinggi 1,5—2 ton sekali panen per hari atau 700 ton per hektare per tahun. Sayang ia belum menjual napier ke peternak lain karena pasokan yang ada untuk kebutuhan pakan 5 sapi milik Henry. Hary bisa mendapatkan napier dari Henry karena ia adalah rekan dari pemilik lahan di Cilember.

Henry Soetrisno memanen rumput napier 45—60 hari setelah tanam.

Henry Soetrisno memanen rumput napier 45—60 hari setelah tanam.

Bert Sunaryo Halim—atasan Henry di Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menambah 400 bibit napier pada Maret 2016. Lima pekan berselang napier menghasilkan 8 anakan sehingga bisa dipanen 56—60 hari setelah tanam. Keunggulan lain napier yaitu toleran kekeringan dan genangan air. Itu penting sehingga ketersediaan pakan di musim kemarau teratasi dengan napier.

Harap mafhum lazimnya peternak kesulitan mendapatkan hijauan ketika musim kemarau. Agar tumbuh optimal 20 hari pertama rumput anyar itu mesti mendapatkan cukup air. Jika hari berikutnya tidak ada air tanaman anggota famili Poacea itu dapat tumbuh baik sehingga cocok sebagai stok pakan ketika kemarau. “Jika disamakan dengan hewan, maka napier seperti unta,” kata Henry.

Tahan kering

Budidaya napier juga relatif mudah. Henry memberikan 300 kuintal kotoran sapi terfermentasi dan 100 kuintal urine kelinci ketika mengolah tanah dan 4 bulan pascatanam. Selain itu napier dapat diberikan utuh mulai batang hinggga daun sehingga tidak ada bagian terbuang. Sebelumnya kering anginkan rumput introduksi itu minimal 10—12 jam agar sapi mudah mencernanya.

Baca juga:  Rawat Taman Vertikal

 

Rumput napier dapat dipanen 4—5 kali per sekali tanam.

Rumput napier dapat dipanen 4—5 kali per sekali tanam.

 

Dengan begitu kadar air berkurang dan vitamin relatif utuh. Pemberian hijuan segar berisiko sapi diare. Menurut Hary menggunakan napier juga menghemat pakan. Semula ia memberikan 5 kg jerami seharga Rp175 per kg dan 8 kg konsentrat berharga 1.650 per kg per ekor per hari. Total jenderal biaya pakan Rp14.075 per ekor per hari. Sapi milik Hary hanya mengonsumsi 30 kg napier seharga Rp150—Rp200 per kg saban hari.

 

Rumput napier siap pakai setelah dikeringanginkan 10—12 jam.

Rumput napier siap pakai setelah dikeringanginkan 10—12 jam.

 

Artinya penghematan maksimal hingga Rp8.075 untuk seekor sapi setiap hari. Jika peternak mengelola 5 sapi perah, maka penghematan mencapai Rp1,2 juta sebulan. Itu menggembirakan peternak. Apalagi harga konsentrat cenderung naik saban tahun. Pemberian pakan rumput napier membuat peternak meraih laba ganda, yakni hemat pakan sekaligus produksi meningkat. Dengan napier, sapi dan peternak senang, keuntungan pun berbilang. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d