Unggul Idaman Pasar 1
Konsumen mencari avokad bercita rasa gurih

Konsumen mencari avokad bercita rasa gurih

Pulen dan gurih citarasa avokad-avokad unggul.

Demi mendapat avokad idaman, Suparman Halim, pemasok buah di Murakarang Pluit, Jakarta Utara, menyambangi beberapa sentra avokad di Pulau Jawa. Beberapa avokad yang terkenal lezat di sejumlah daerah kurang memuaskan hasrat Tatang, sapaan Supatman Halim. “Saya mencari avokad yang gurih,” katanya. Ia pernah memasok avokad dari sebuah daerah, tetapi saat dicicip rasa buahnya hambar. Oleh karena itu, ia menjelajah beberapa sentra untuk menemukan Persea americana gurih yang diinginkan.

Tatang bersikukuh mendapat avokad bercitarasa umami itu demi para konsumen. Mereka mencari avokad untuk hidangan meja. “Jadi, saya harus mencari avokad siap makan tanpa dicampur gula,” katanya. Kala itu, avokad probolinggo menjadi buah bibir di kalangan pedagang buah. Avokad di wilayah pesisir utara Pulau Jawa itu itu sohor bercitarasa gurih, pulen, dan nyaris tanpa serat.

Avokad dari Probolinggo andalan Suparman Halim

Avokad dari Probolinggo andalan Suparman Halim

Si Cantik

Sejatinya avokad probolinggo tidak asing bagi Tatang Halim. “Rasa daging buahnya memang juara,” katanya. Sayang, di pasar induk, avokad top itu dijajakan dengan kematangan berbeda sehingga konsumen kecewa. Jika untung mereka bisa membawa pulang avokad probolinggo matang, jika tidak harus rela mendapat buah mentah lalu memeram sepekan.

Oleh karena itu, Tatang datang ke Probolinggo menemui pengepul avokad setempat untuk memperoleh pasokan buah berkualitas. Agar memperoleh tingkat kematangan sempurna, ia menetapkan buah harus tua saat panen. Dengan begitu, hanya butuh waktu 5 hari untuk matang. Bentuk buah bulat dengan daging berwarna kuning mentega. Bobot buah tergolong sedang 400—500 gram per buah

Avokad kendil berukuran jumbo

Avokad kendil berukuran jumbo

Avokad juara juga dapat dijumpai di Desa Ngasem, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, bernama si cantik. Di sana ada 100 pohon avokad si cantik yang ditanam di sejumlah pekarangan rumah dan dikelola oleh Kelompok Tani Berkah Jaya. Si cantik bersosok lonjong seperti lonceng dengan warna kulit buah hijau tua berkilat. Warna daging kuning mentega, pulen, dan gurih. Karena sosoknya bagus, maka disebut si cantik. Bobot rata-rata avokad itu 500—1.000 gram per buah. Pohon si cantik berumur 5 tahun menghasilkan 400 kg buah saat panen raya.

Baca juga:  Asam Urat Pun Tamat

Agus Riadi, ketua Kelompok Tani Berkah Jaya, menuturkan si cantik berkulit tipis sehingga cepat matang. Untuk pasar dengan jangkauan dekat seperti Jakarta, si cantik paling pas untuk memenuhi kebutuhan konsumen di sana. Buah matang 3—4 hari pascapetik sehingga ketika sampai di pasar swalayan konsumen memperoleh buah dengan kematangan sempurna. “Oleh karena itu setelah petik harus langsung dikirim ke daerah tujuan. Jika telat kirim, buah busuk di perjalanan,” kata Agus.

Mega  

Hartono di Cipatat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengebunkan avokad berkarakteristik menarik. Kendil namanya. Ia mengebunkan 400 pohon kendil asal Kendal, Jawa Tengah, pada 2011. Daging buah kendil kuning mentega, manis, tebal, dan lembut. Biji buah seukuran bola pingpong. Bobot per buah minimal 1 kg.

Avokad si cantik memiliki warna daging kuning mentega, pulen dan gurih

Avokad si cantik memiliki warna daging kuning mentega, pulen dan gurih

Hartono mengenal kendil sejak 7 tahun lalu. Ia mencicip avokad berbobot 1 kg itu di kebun Prakoso Heryono di Boja, Kendal, Jawa Tengah. Rasa daging buah yang nikmat membuat alumnus Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, itu  tertarik mengebunkan. Apalagi, pada panen raya sebatang kendil mampu berbuah paling sedikit 150 kg. Kini pohon-pohon berumur 2 tahun itu masih belajar berbuah, belum panen.

Menurut Ir Irwan Muas MP, anggota staf peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), Solok, Sumatera Barat, kriteria avokad enak yakni daging buah legit, pulen, kering, dan lembut. Kulit mulus dan daging buah kuning menjadi nilai tambah. Kriteria ideal itu dapat dijumpai pada tiga varietas avokad unggul yang sudah dilepas oleh Balitbu pada 2003 yakni mega gagauan, mega murapi, dan mega paninggahan.

Avokad mega paninggahan, varietas unggul dari Solok, Sumatera Barat

Avokad mega paninggahan, varietas unggul dari Solok, Sumatera Barat

Mega gagauan berbentuk cenderung bulat, berkulit merah dengan permukaan agak halus dan berbobot 600—800 gram per buah. Daging buah kuning, tebal, bercita rasa gurih, dan agak pulen. Produksi buah mencapai 140 kg per pohon. Sementara mega murapi bersosok bulat lonjong, berkulit hijau tua dengan permukaan kasar, dan berbobot 400—600 gram per buah. Warna daging buah mega murapi kuning mentega dan manis. Produksi buah mencapai 180 kg per pohon. Untuk mega paninggahan memiliki karakter mirip mega murapi, tetapi memiliki permukaan kulit halus dan hanya berbobot 250—400 gram per buah. Sayang, belum ada pekebun yang menanam ketiga jenis itu secara luas dengan budidaya intensif.

Baca juga:  Pijahkan Ikan Dewa

Irwan menuturkan sebagian besar avokad yang beredar di pasaran diperoleh dari pohon hasil perbanyakan biji sehingga tingkat keragaman buahnya tinggi.Wajar, bila avokad-avokad unggul gampang ditemui. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *