Uji Klinis: Kefir Stop Diabetes

kefir stop diabetes

Uji klinis yang melibatkan 108 penderita diabetes mellitus tanpa komplikasi membuktikan, kefir manjur mengatasi penyakit kencing manis. Uji praklinis dan bukti empiris juga mendukung temuan itu.

Kefir stop diabetes – Dwi Kartini menghentikan langkah. Ia baru menyelesaikan tugas mengajar di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Saat berjalan menuju ruang guru, mendadak tubuhnya lemas sehingga ia terpaksa berhenti sebelum kembali melangkah.

Perempuan berusia 53 tahun itu mengira ia hanya kelelahan dan memerlukan istirahat. Namun, pada sore hari setelah pulang dan beristirahat sejenak, tubuhnya masih terasa tidak bertenaga.

Kefir mujarab mengatasi diabetes mellitus.

Kefir mujarab mengatasi diabetes mellitus.

Setelah mendengar cerita itu, suami Dwi lantas mengajak untuk memeriksakan ke dokter. Terungkap bahwa kadar gula darah ibu 2 anak itu melambung hingga 270 mg/dl. Batas normal kadar gula darah berada di 130—180 mg/dl. Lebih dari itu seseorang dinyatakan mengidap diabetes mellitus.

Pemeriksaan itu juga mengungkap bahwa tekanan darah Dwi mencapai 170 mmHg, melampaui kisaran normal 110—130 mmHg.

Konsumsi kefir bening untuk stop diabetes

Dokter merekomendasikan rawat inap untuk menstabilkan kondisi Dwi. Dwi lantas menjalani perawatan inap di rumah sakit di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ia pulang setelah 3 hari menjalani opname.

Ketika meninggalkan rumah sakit, dokter memberikan obat-obatan yang mesti Dwi konsumsi untuk menjaga kesehatan. Meski disiplin mengonsumsi obat, Dwi tidak merasakan perbaikan. Seorang rekan lantas menyarankan Dwi mengonsumsi kefir bening.

Setiap hari, ia tiga kali mengonsumsi kefir bening pada pagi, sore, dan malam sebelum tidur masing-masing 200 ml. Dalam sehari ia menghabiskan 600 ml.

Dalam produksi kefir, fermentasi selama 48 jam menghasilkan larutan terdiri atas dua bagian, yakni cairan putih kental atau curd dan cairan bening alias whey. Dwi mengonsumsi cairan bening itu yang lazim diperdagangkan oleh para produsen.

Kefir belum disaring atau utuh (sebelah kiri) dan kefir bening atau whey (kanan).

Kefir belum disaring atau utuh (sebelah kiri) dan kefir bening atau whey (kanan).

Tidak sampai seminggu, nafsu makannya kembali normal. Ia pun merasakan tubuhnya lebih bertenaga dan tidak sering pusing atau merasa lelah. Saat memeriksakan diri di klinik, pengukuran kadar gula darah sewaktu menunjukkan angka 120 mg/dl, tergolong normal.

Dwi bungah karena kadar gula darahnya kembali terkontrol setelah rutin konsumsi kefir. Kondisi gula darah Dwi yang terkontrol persis pengalaman Marsekal Pertama TNI Purnawirawan Djauhari.

Mantan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, itu juga menjadi diabetesi—pengidap diabetes. Kadar gula darah mencapai 270 mg/dl. Kondisi itu terungkap ketika ia masih berpangkat kolonel berusia 45 tahun pada 1980.

Maklum, sebagai penerbang aktif, Djauhari rutin menjalani pengecekan kesehatan. “Dokter menghubungi dan memberitahu bahwa kadar gula darah saya tinggi,” ungkapnya.

Marsma TNI (Purn) Djauhari pulih diabetes mellitus setelah rutin konsumsi kefir bening.

Marsma TNI (Purn) Djauhari pulih diabetes mellitus setelah rutin konsumsi kefir bening.

Kencing manis menyambangi Djauhari lantaran faktor keturunan. Kakeknya juga mengidap diabetes mellitus. Padahal, sebagai personel militer, mantan pilot pesawat tempur MiG-17 semasa Operasi Dwikora itu berolahraga setiap hari. Apalagi ia juga rutin menerbangkan pesawat komersial salah satu maskapai pelat merah yang menyambangi lapangan-lapangan terbang perintis di pelosok Nusantara.

Uji klinis
Diagnosis diabetes membuat Djauhari berupaya menjaga asupan. Sayang, hal itu sulit dilakukan lantaran ia kerap harus bermalam di luar kota setelah menerbangkan pesawat. Akibatnya Djauhari hanya bisa mengandalkan obat-obatan medis.

Celakanya, konsumsi jangka panjang obat penurun gula justru membuat Djauhari terkena katarak. Pandangan keruh dan berkabut membuat ia terpaksa mengakhiri karier penerbangan dan meniti jalur perwira kantoran.

Untungnya pemikiran taktis dan brilian membuatnya meraih pangkat marsekal pertama—jenderal bintang 1 TNI AU—pada 1986.

Namun, sejak 1980 ayah 5 anak itu harus hidup dalam bayang-bayang obat penurun gula darah. Kondisi mantan instruktur penerbangan Sekolah Penerbangan Adisutjipto, Yogyakarta, itu kian menurun setelah pada 1998 tulang pinggangnya retak akibat terjatuh.

Dr. Judiono, M.Kes., menguji kefir secara klinis kepada 108 penderita diabetes di Kota Cimahi dan Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Dr. Judiono, M.Kes., menguji kefir secara klinis kepada 108 penderita diabetes di Kota Cimahi dan Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Jalannya menjadi tertatih dan tidak bisa lagi berolahraga apa pun, termasuk bowling yang menjadi kegemarannya. Pada 1999 ia menyambangi kerabat di kota kelahirannya, Semarang. Ia melihat kakak ipar yang usianya 5 tahun lebih tua darinya justru tampak bugar dan sehat.

Sang kakak ipar memberi Djauhari kefir untuk konsumsi setiap pagi. Ketika kembali ke kediamannya di Jatiwaringin, Kota Bekasi, Jawa Barat, Djauhari memboyong beberapa botol kefir bening itu.

Antara 3—7 hari konsumsi, kadar gula darah yang biasanya ajek 200 mg/dl turun menjadi 110 mg/dl. Kakek 4 cucu itu hanya mengonsumsi segelas kefir pada pagi hari setelah bangun dari tidur sebelum makan pagi.

Baca juga:  Benedictus Bobby Chrisenta: Kefir Dahulu Domba Kemudian

“Saya tidak tahu kalau untuk pengobatan harusnya minum 3 kali sehari,” ujar alumnus terbaik pendidikan pilot tempur di Republik Ceko pada 1958 itu. Konsumsi seminim itu mengakhiri diabetes selama 19 tahun hanya dalam sepekan.

Selain pria yang kini berusia 82 tahun lalu itu dan Dwi Kartini, penderita diabetes mellitus lain juga merasakan khasiat kefir. Sekadar menyebut beberapa ada Rosita yang berkadar gula darah 400 mg/dl, M Siddiqi (280 mg/dl), dan Beni (220 mg/dl).

Mereka sama, yakni diabetesi atau mengidap diabetes mellitus, mengonsumsi kefir, dan kondisinya terus membaik hingga kini berkadar gula darah. Perbaikan kondisi mereka dari diabetes mellitus bukan kebetulan semata.

Dr. Dra. Sunarti, M.Kes., meriset kombinasi kefir dan serat pangan.

Dr. Dra. Sunarti, M.Kes., meriset kombinasi kefir dan serat pangan.

Uji klinis memang membuktikan bahwa kefir mujarab mengatasi penyakit itu. Yang membuktikan khasiat kefir dalam uji klinis itu adalah Dr. Judiono, MPS.

Periset di Politeknik Kesehatan Bandung itu melibatkan 108 penderita positif diabetes tanpa komplikasi di Bandung dan Cimahi, keduanya Provinsi Jawa Barat, pada 2013.

Ia lantas membagi mereka menjadi 3 grup berdasarkan kondisi dan perlakuan. Grup 1 berupa pasien dengan kadar HbA1c kurang dari 7 dan mengonsumsi 200 ml kefir bening per hari, grup 2 (HbA1c lebih dari 7, mengonsumsi 200 ml kefir bening per hari), dan grup 3 tidak mengonsumsi kefir.

Menurut Judiono HbA1c adalah bagian darah yang berikatan dengan glukosa. Semakin tinggi persentase HbA1c, semakin tinggi kadar gula darah.

HbA1c merupakan indikator yang lebih valid ketimbang gula darah lantaran menggambarkan kadar gula dalam darah selama minimal 2 bulan terakhir.

Sementara itu, pengukuran gula darah kadang bias lantaran tergantung berapa lama konsumsi terakhir makanan atau minuman sebelum pengukuran. Itulah sebabnya pengukuran kadar gula darah tidak bisa menjadi satu-satunya parameter untuk menentukan diabetes mellitus.

Kombinasi serat

Kefir bening (whey) bagian bawah kefir setelah terpisah.

Kefir bening (whey) bagian bawah kefir setelah terpisah.

Judiono dan tim memantau subjek uji selama 30 hari. Setelah 30 hari, grup 1 dan 2 yang mengonsumsi kefir menunjukkan perbaikan mencolok. Kadar gula darah turun di bawah 200 mg/dl dan HbA1c kurang dari 8% (lihat tabel Uji Klinis).

Kondisi itu tidak terjadi pada grup 3, yang tidak mengonsumsi kefir. Judiono menyatakan bahwa kandungan kefir yang paling bermanfaat antara lain peptida bioaktif dan asam amino.

Peptida itu meningkatkan penyerapan protein yang berguna dalam perbaikan dan penggantian sel rusak. Kefir juga meningkatkan produksi asam amino esensial, di antaranya glutamin atau arginin.

Kandungan eksopolisakarida (EPS) bioaktif dalam kefir mampu menetralisir radikal bebas dan mencegah serta menghentikan proses glukotoksitisitas dan lipotoksitisitas—keduanya menjadi pemicu hiperglikemia (baca Cara Kefir Atasi Diabetes halaman 14—15).

Eksopolisakarida itu mengaktifkan hormon glukagon dan enzim adenilat siklase melalui daur adenosin monofosfat. Perbaikan daur adenosin monofosfat meningkatkan produksi insulin oleh sel betapankreas. Sebelum menguji klinis, Judiono juga pernah menguji praklinis terhadap tikus wistar pada 2010.

Judiono tertarik meriset kefir sejak mengenal Drs. Imam Muhidin Setionegoro, B.A., produsen kefir di Pudakpayung, Kota Semarang, pada 2009.

Beras hitam kaya antosianin yang memperbaiki sel betapankreas.

Beras hitam kaya antosianin yang memperbaiki sel betapankreas.

Saat itu Judiono tengah menjalani pendidikan doktor di Jurusan Ilmu Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang. Ayah 4 anak itu meriset kefir secara praklinis dengan hewan uji tikus yang mengidap gula darah tinggi dengan menyuntikkan zat strepzotosin (STZ).

STZ merusak sel beta pankreas sehingga produksi insulin terganggu dan tikus menderita hiperglikemia atau kadar gula darah berlebih.

Hiperglikemia menyebabkan terbentuknya oksidan yang selanjutnya memperburuk kerusakan sel pankreas. Judiono membagi 48 tikus menjadi 4 kelompok.

Keempatnya adalah kontrol negatif (tanpa perlakuan apa pun), kontrol positif (disuntik STZ dan dibiarkan tanpa pengobatan), kelompok insulin (disuntik STZ lalu disuntik 0,76 UI insulin per hari), dan kelompok kefir (disuntik STZ lalu mengnsusi 3,6 ml kefir bening per hari).

Uji praklinis itu membuktikan bahwa kadar gula darah tikus di kelompok kefir lebih rendah daripada kelompok insulin (lihat tabel Uji Praklinis).

Uji terhadap tikus penderita diabetes mellitus itu memberikan gambaran kemampuan kefir meregenerasi kerusakan sel betapankreas. Riset ilmiah itu juga membuktikan kefir manjur mencegah terbentuknya radikal bebas akibat hiperglikemia atau kadar gula darah berlebih.

Kombinasi herbal

Ekstrak biji avokad ditambah kefir efektif mengatasi diabetes.

Ekstrak biji avokad ditambah kefir efektif mengatasi diabetes.

Menurut periset pangan dan serat di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr. Dra. Sunarti, M.Kes., diabetes terjadi lantaran glukosa dalam darah tidak dapat dimanfaatkan oleh sel tubuh.

Artinya, “Sel tubuh kelaparan padahal makanannya tersedia,” kata Sunarti. Tanpa nutrisi cukup, lama-kelamaan jaringan tubuh yang lain pun bakal rusak. Itu sebabnya penyakit lain seperti jantung koroner, gangguan penglihatan, atau vitalitas acap mengikuti diabetes.

Baca juga:  Seminar Ilmiah Binahong

Sunarti juga meriset kefir secara invitro terhadap tikus wistar. Namun, ia menggabungkan kefir susu kambing dengan kefir susu kedelai.

Hasilnya tikus yang mengonsumsi kefir susu kambing mempunyai angka kolesterol total lebih tinggi lantaran memiliki high density lipoprotein (HDL, kolesterol baik) lebih banyak. Kadar HDL darah tikus diabetes yang mengonsumsi kefir susu kambing hampir 2 kali lipat tikus normal yang tidak diabetes dan tidak mengonsumsi kefir.

Dalam riset lain, ia menggabungkan kefir susu kambing dengan ekstrak beras hitam. “Beras hitam mengandung antosianin yang merupakan antioksidan kuat,” kata Sunarti. Fermentasi oleh grain kefir meningkatkan aktivitas antosianin dan ketercernaannya oleh tubuh.

Tikus uji yang mengonsumsi kefir susu kambing dan ekstrak beras hitam berkadar gula darah, trigliserida, dan kolesterol jahat (low density lipoprotein, LDL) lebih rendah tapi mempunyai HDL darah lebih tinggi.

Sumber: Riskesdas 2013 (Populasi 1.027.763 sampel)

Sumber: Riskesdas 2013 (Populasi 1.027.763 sampel)

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu menyatakan bahwa kefir terbukti efektif untuk menanggulangi diabetes.

Meski demikian kefir sulit populer lantaran rasanya mudah berubah, tidak seperti yoghurt yang tahan simpan berbulan-bulan dalam lemari pendingin tanpa mengalami perubahan rasa. “Kefir disimpan seminggu saja berubah rasanya meskipun disimpan dalam pendingin,” tutur Sunarti.

Yoghurt stabil dalam penyimpanan sehingga cocok untuk produksi massal.Kefir justru tak tahan lama.

Yoghurt stabil dalam penyimpanan sehingga cocok untuk produksi massal.Kefir justru tak tahan lama.

Itu sebabnya kefir lebih banyak diproduksi skala rumahan lantaran perputarannya lebih cepat ketimbang industri besar. Untuk menjaga khasiatnya, pastikan membeli kefir dari produsen yang mempunyai standar produksi baik. Bagi penderita diabetes, Sunarti menganjurkan, “Perbanyak konsumsi serat.” Kefir terbukti meningkatkan ketercernaan serat pangan dan mempercepat kesembuhan diabetesi.

Kefir air
Bukti ilmiah itu menjadi harapan besar bagi para penderita diabetesi. Harap mafhum, penderita diabetes mellitus cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan mencatat bahwa penderita diabetesi pada 2007 mencapai 1,1% penduduk Indonesia Jumlah itu meningkat menjadi 2,1% penduduk pada 2013. Mereka tersebar di semua provinsi di tanahair. (baca infografis: Penderita Diabetes di Indonesia halaman 11).

Menurut produsen kefir di Kota Cimahi, Jawa Barat, Teddy Cahya Setyadi, pasien diabetes mellitus yang mengonsumsi kefir kadang-kadang meningkat kadar gula darahnya untuk beberapa saat. Jangan khawatir karena itu bagian dari proses penyembuhan.

Namun, kualitas kesehatannya kian meningkat. Indikasinya tidak mudah lelah, tidak pusing, atau tanpa haus berlebih sebagaimana penderita diabetes.

Produsen kefir harus memenuhi standar higienitas proses produksi.

Produsen kefir harus memenuhi standar higienitas proses produksi.

Itulah sebabnya jika menghadapi gejala semacam itu, jangan selalu berpatokan terhadap angka gula darah. Kefir membantu penurunan gula darah secara bertahap.

Adapun jika reaksi penurunan ingin lebih cepat, penderita bisa memadukan dengan herbal lain seperti ekstrak kulit manggis, ekstrak daun sirsak, atau ekstrak biji avokad. Jika diabetesi tidak bisa mengonsumsi susu ternak, alternatifnya susu nabati berbahan kacang merah fermentasi.

Jika menggunakan susu nabati jangan hanya menggunakan whey atau kefir bening, melainkan semua susu hasil fermentasi. Kefir air juga bisa menjadi pilihan lain untuk pengidap diabetesi.

Cara membuatnya pun mudah (baca: Air Menjadi Kefir halaman 16—17). Khasiat kefir air mengatasi diabetes sesuai dengan riset Muneer Alsayadi. Periset di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Ibb, Yaman, itu membuat kefir air berbasis larutan gula 6,5% plus 5 gram irisan apel per liter air.

Alsayadi memberikan kefir itu kepada tikus yang menderita diabetes lantaran terinduksi strepzotosin. Dosisnya bervariasi 10—30% dalam air minum. Setelah 35 hari, tikus diabetes yang mengonsumsi kefir mempunyai kadar gula darah dan total lipid rendah sementara kadar HDL tinggi.

Penurunan kadar gula darah pada tikus yang menderita diabetes mulai tampak sepekan sejak pemberian kefir air. Kelompok yang memperoleh kefir air mengalami penurunan gula darah 12—25%.

Olahraga rutin dan teratur mencegah serangan diabetes mellitus

Olahraga rutin dan teratur mencegah serangan diabetes mellitus

Di akhir penelitian, kadar gula darah tikus uji yang memperoleh kefir berkurang 63—69% dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Hal itu menarik lantaran pembuatan kefir air mudah dan murah serta bisa dilakukan di rumah.

Untuk memperkuat khasiat kefir air, Teddy menambahkan irisan buah seperti stroberi, lemon, mangga, atau blueberi. Bahkan, lemon, kismis, dan kurma bisa disertakan ketika fermentasi.

Kaya nutrisi
Menurut produsen di Bandung, Kemal Faisal Ferik, kefir solusi berbagai macam penyakit—termasuk diabetes mellitus.

Sebab, kefir mengandung 60 mikrob yang bermanfaat untuk membantu meregenari sel. “Pada umur di atas 30 tahun setidaknya akan mengalami difsungsi sel 1% setiap tahun. Karena itu dibutuhkan suplemen untuk meregenerasi sel pada tubuh. Kefir solusi untuk disfungsi sel itu,” kata Kemal.

Selain itu kefir juga mengandung asam amino esensial berupa laktoferin yang tinggi. Pascafermentasi asam amino terbagi menjadi kasein dan laktoferin. Kasein pada curd dan laktoferin pada whey. Laktoferin bermanfaat mudah diserap tubuh dan membantu penyembuhan. Beberapa khasiat laktoferin adalah penawar racun atau detoksifikasi. Adapun curd berperan meningkatkan stamina karena berkalori lebih tinggi.

Karbohidrat sederhana cepat menaikkan gula darah dan memicu diabetes.

Karbohidrat sederhana cepat menaikkan gula darah dan memicu diabetes.

Dokter penganjur pengobatan timur di Jakarta, dr. Willie Japaries, MARS., menyatakan bahwa kesembuhan tidak melulu datang dari pengobatan.

“Jika bukan obat tapi bisa menyembuhkan dan berupa makanan, berarti nutrisi dalam makanan itu mudah terserap tubuh,” kata Willie. Dengan beragam senyawa aktif dan cita rasa lezat, mengontrol gula darah dengan konsumsi kefir amat menyenangkan. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Desi Sayyidati Rahimah, Muhammad Awaluddin, dan Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x