Ubi Cilembu Kini di Pot 1

Budidaya ubijalar cilembu dalam polibag meningkatkan hasil panen 66%.

Bayu Kristianto SPt menuai 300 kg ubijalar cilembu pada Juni 2014 dari 200 tanaman. Artinya setiap tanaman menghasilkan rata-rata 1,5 kg umbi. Hasil itu meningkat 400% dibandingkan dengan penanaman sebelumnya pada Juli 2014.

Saat itu warga Yogyakarta itu hanya memanen 60 kg. Sebab tikus menyerang saat Ipomoea batatas berumur 3 bulan. Gejala serangan berupa daun dan umbi tercabik.

Jika tidak terserang pun, Bayu menduga hanya mendapat sekitar 200 kg ubijalar. Ia membudidayakan ubi jalar berkulit putih kekuningan itu di 3 bedengan berukuran masing-masing 15 m x 0,75 m.

Bayu menduga hewan pengerat itu menyerang karena saat itu musim kemarau. Tidak ada tanaman lain selain ubijalar di lahan sama. Serangan tikus lazim terjadi saat musim hujan karena tanaman rimbun. Kehilangan hasil akibat tikus mencapai 40%.

Inovasi penanaman ubijalar cilembu dalam polibag oleh Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta.
Inovasi penanaman ubijalar cilembu dalam polibag oleh Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta

Dalam polibag

Peneliti ubijalar di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Malang Jawa Timur, Dr Ir Muhammad Jusuf Yakub MSc mengatakan, tikus menyasar ubijalar saat tanaman berumur 3—3,5 bulan.

“Saat itu mulai terbentuk umbi,” kata Jusuf. Bayu pun mencari cara menghindari kerusakan akibat hewan anggota famili Muridae itu. Setelah berdiskusi dengan teman ia membudidayakan cilembu menggunakan polibag.

Bayu dan rekan berlogika tikus tidak bisa membaui umbi di dalam polibag. Penggunaan polibag terbukti meningkatkan hasil panen ketimbang di lahan. Menurut Bayu menanam ubijalar di lahan menghasilkan 0,8—1,2 kg per tanaman.

Sementara produksi ubijalar di polibag mencapai 1,5—2 kg per tanaman. Bahkan ia pernah memanen umbi berbobot 3 kg per polibag berdiameter 60 cm dan tinggi 60 cm. Menurut Jusuf hasil panen itu tergolong tinggi.

Ia menduga media tanam berperan mendongkrak hasil panen. Kelebihan lain peluang kehilangan hasil panen dapat ditekan. Bayu menuturkan petani lazim kehilangan 5—10% hasil panen ketika membudiayakan cilembu di lahan. Pemicunya cara panen yang salah.

Petugas panen lazim mencabut ubi yang ditanam di Desa Cilembu sejak 1975 itu sekuat tenaga. Yang sering terjadi umbi tidak tercabut sempurna sehingga bentuknya tidak utuh.

Baca juga:  Piraweh Ampalu: Buah Jambu Biji Merah Unggulan

Jika budidaya menggunakan polibag, petani mengurangi sepertiga media tanam, menggoyangkan polibag, maka terlihatlah umbi.

“Dengan cara itu umbi yang dipanen utuh sehingga potensi kehilangan hasil hampir tidak ada,” kata alumnus Jurusan Perternakan, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, itu.

Tanam di halaman

Bayu memanen produk unggulan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat itu, 5 bulan, sedangkan pekebun lain 6 bulan setelah tanam. Artinya Bayu yang menggunakan polibag lebih cepat panen satu bulan daripada di lahan.

Musababnya ia menentukan sendiri komposisi media tanam yang cocok untuk ubi yang semula bernama nirkum itu. “Sementara di lahan komposisi media tanam tidak seragam,” kata ayah 2 anak itu.

Meski memiliki beberapa kelebihan, bertanam cilembu dalam polibag juga memiliki kekurangan. Menurut Bayu ongkos produksi menggunakan polibag lebih besar daripada menanam di lahan.

“Biaya produksi dalam polibag Rp2.000, sedangkan di lahan kurang dari Rp2.000,” kata pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, itu. Biaya di polibag lebih besar karena ada penambahan biaya untuk wadah penanaman.

Heru Setyanto SSos (kanan) dan Bayu Kristianto SPt mengenalkan budidaya ubijalar cilembu dalam polibag kepada masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya.
Heru Setyanto SSos (kanan) dan Bayu Kristianto SPt mengenalkan budidaya ubijalar cilembu dalam polibag kepada masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya.

Meski ongkos produksi lebih besar. Bayu tetap mendapat laba Rp6.000 per kg. Ia menjual cilembu kepada konsumen seharga Rp8.000 per kg. Harga itu lebih rendah dari harga pasaran Rp13.000 per kg. Ia mematok harga lebih rendah karena konsumen berasal dari warga sekitar.

“Tujuannya agar penanaman cilembu dalam polibag bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” kata pria kelahiran Desember 1984 itu.

Keunggulan lain budidaya tanaman kerabat kangkung itu dalam polibag bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Termasuk di halaman depan rumah. Jusuf menuturkan dalam skala luas ia belum pernah menjumpai penanaman ubijalar dalam polibag.

“Lazimnya tujuan penanaman dalam polibag adalah sebagai penghasil setek,” kata alumnus Mississippi State University itu.

Budidaya mudah

Bertanam cilembu dalam polibag relatif mudah. Bayu menggunakan polibag berukuran 60 cm x 60 cm. Polibag dapat digunakan selama dua periode penanaman. M

tanam yang ia gunakan berupa tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Setiap polibag berisi 30 kg media tanam. Semula Bayu menggunakan bibit berupa setek batang yang dibeli dari Sumedang, Jawa Barat.

Untuk penanaman selanjutnya bibit diperoleh dari tanaman sebelumnya. Bayu menyusun polibag berisi bibit menjadi 12 kelompok. Setiap kelompok berisi 2 baris dengan jarak tanam 75 cm. Sementara jarak antarkelompok 1,25 m.

Baca juga:  Cara Menanam Kentang Di Polybag Dengan Mudah

Saat tanaman berumur 1 bulan Bayu menancapkan ajir setinggi 1,9 m sehingga tanaman merambat vertikal. Setiap kelompok mendapat ajir yang dibentuk seperti huruf A.

Ubi berkhasiat antioksidan itu mendapat pasokan nutrisi berupa 250 ml NPK cair saat berumur 3 pekan setelah tanam. Frekuensi pemberian sekali sepekan hingga tanaman berumur 2 bulan. Selanjutnya tanaman mendapat pasokan nutrisi 125 ml NPK hingga panen.

Bayu melarutkan 240 ml NPK dengan 10 l air. Ia memupuk dengan cara mengocorkan larutan di tanaman. Penyiraman setiap pagi saat kemarau.

Setelah panen selesai petugas menambahkan 30% media tanam. Lalu bagaimana dengan citrarasa ubi berbentuk bulat memanjang hasil budidaya di polibag? Bayu menjamin citarasa cilembu dalam polibag relatif sama dengan ubijalar dari daerah asal.

“Tergantung dari cara pengolahan pascapanen,” kata Bayu. Caranya Bayu mendiamkan umbi 1—2 hari setelah panen. Ia lalu mengiris pucuk umbi dan mendiamkannya selama 10 hari atau jika bekas irisan memutih. Setelah itu nyalakan oven hingga suhu mencapai 250ºC.

Masukkan umbi ke dalam oven dan diamkan 15—30 menit atau hingga muncul aroma khas dan umbi berkeriput.

Inovasi baru

Sejatinya penanaman ubijalar cilembu dalam polibag program pelatihan dari Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyayakarta.

Menurut Kepala Bagian Tata Usaha BBLM Yogyakarta, Heru Setyanto SSos, tugas BBLM antara lain mengadakan pelatihan untuk memberdayakan masyarakat desa, daerah tertinggal, daerah tertentu, dan transmigrasi.

Produksi ubijalar cilembu dalam polybag 1,5—2 kg umbi per polibag.
Produksi ubijalar cilembu dalam polibag 1,5—2 kg umbi per polybag

Bidang pelatihan meliputi pertanian, peternakan, hortikultura, dan perikanan.

BBLM memberdayakan masyarakat di 3 provinsi yakni Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Saya berharap pelatihan di BBLM bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Heru.

Penanaman ubi cilembu dalam polibag berlokasi di lahan praktik BBLM di Dusun Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Panen terakhir pada September 2015 menghasilkan 400 kg umbi segar dari 200 tanaman. Pada penanaman selanjutnya Bayu berencana menambah 500 tanaman sehingga populasi menjadi 800—900 ubijalar.

Bayu mengatakan budidaya tanaman anggota famili Convolvulaceae itu dalam polibag juga bertujuan menarik minat peserta pelatihan karena unik. Pemilihan cilembu karena salah satu sumber karbohidrat nonberas dan harganya relatif bagus.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *