580-H116-1Beberapa bank menyediakan kredit sektor pertanian dan pangan.

Nicholas Sugito Wahid mengelola PT Star Marindo yang mengolah ikan tuna hasil tangkapan nelayan-nelayan lokal di Jakarta dan Bitung, Sulawesi Utara. Volume tangkapan mencapai 10–20 ton per hari untuk memasok pasar ekspor seperti Singapura, Taiwan, Austria, Inggris, dan Amerika Serikat. Namun, tangkapan itu belum mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat. Itulah sebabnya, pada 2006 Sugito berhasrat memperluas pabrik pengolahan di Manado, Provinsi Sulawei Utara, dan Gorontalo.

Nicholas Sugito Wahid, Direktur PT Star Marindo, Bitung, Sulawesi Utara. Bank juga menyediakan dana untuk pengembangan perkebunan kelapa.

Nicholas Sugito Wahid, Direktur PT Star Marindo, Bitung, Sulawesi Utara.
Bank juga menyediakan dana untuk pengembangan perkebunan kelapa.

Keputusan itu menjadi langkah strategis, karena lautan di Manado kaya spesies tuna yang banyak dikonsumsi di Eropa dan Amerika. Sugito mencari ikan tuna kuning yang merupakan ikan utama yang digunakan untuk sashimi, kami memasok jenis ikan tuna besar dari laut sekitar sekitar Jakarta. Namun, Sugito terbentur pada modal untuk mengembangkan perusahaan yang berdiri pada 1998 itu. Untuk mengatasi itu, Sugito menjadi nasabah Rabobank Indonesia pada 2016.

Enam komoditas

Setelah bermitra dengan Rabobank, Sugito juga memperoleh pengetahuan dalam teknologi pembekuan produk ikan pada suhu minus 60˚C. Star Marindo menjadi pelopor teknologi itu di Indonesia. Rabbobank memang memberikan pengetahuan itu sejalana dengan penyaluran kredit kepada PT Star Marindo. Sugito juga mengembangkan produk bernilai tambah dalam bentuk produk ikan siap saji.

Menurut Sugito kini terjadi perubahan preferensi konsumen yang menginginkan produk siap konsumsi. Kepala Komunikasi Pemasaran, Rabobank Indonesia, Gilang H.E. Soepangkat mengungkapkan, hingga akhir 2017, penyaluran kredit untuk sektor pertanian mencapai 66% dari portofolio Rabobank Indonesia, yakni Rp11 triliun. Gilang menuturkan, Rabobank menerapkan strategi bisnis perbankan untuk pangan (banking for food) yang fokus dalam penyaluran kredit di sektor pangan dan agribisnis.

Baca juga:  Jawara Adu Kicau

Grup Rabobank mendukung strategi itu dengan menggelontorkan modal US$35 juta setara Rp460 miliar pada 2015. Untuk penyaluran kredit sektor pertanian dan peternakan, Rabobank bekerja sama dengan 20 koperasi. Kerja sama itu sekaligus untuk meningkatkan portofolio penyaluran kredit mikro. “Kami juga memiliki Rabo foundation yang menaungi koperasi. Koperasi dikhusukan untuk usaha pertanian kecil yang membutuhkan modal atau pinjaman,” kata Gilang.

Alumnus Magister Internasional Bisnis, Universitas Ecole Nationale des Ponts et Chaussees, Paris, Prancis, itu mengatakan, untuk perusahaan besar dana pinjaman kredit mulai Rp1,5 miliar–Rp20 miliar, hingga di atas Rp150 miliar. Menurut Gilang Rabobank memiliki program pendampingan, yaitu akses informasi pengembangan bisnis dalam Rabo Reseacrh, pelatihan pertanian ke beberapa wilayah. Contoh Rabobank bekerja sama dengan PT Frisian Flag Indonesia dalam program Farmer to Farmer.

Selain itu Rabobank juga memberikan akses informasi dalam bentuk buku (outlook) setiap bulan kepada pelanggan kelas menengah. Menurut Sector Management Specialist, Rabobank Indonesia, Leo Mualim, S.P, M.Si, PhD., ada enam komoditas pertanian yang menjadi incaran Rabobank, yakni kopi, kelapa, industri susu, kakao, perikanan tangkap, dan sektor distirbusi kemasan atau paket (packaging).

Usaha mikro

Rabobank memperbesar porsi pemberian kredit bagi sektor pertanian dan pangan pada 2018. Hubungan Rabobank dengan sektor

Leo Mualim (kiri) dan Gilang H.E Soepangkat dari Rabobank Indonesia, Jakarta, yang berfokus pada pembiayaan pertanian dan pangan.

Leo Mualim (kiri) dan Gilang H.E Soepangkat dari Rabobank Indonesia, Jakarta, yang berfokus pada pembiayaan pertanian dan pangan.

pertanian dan pangan tak hanya soal uang. “Kami ikut membantu para pengusaha dengan membangun ekosistem, agar usaha mereka berjalan lancar. Misalnya sektor pertanian, kami bantu dalam pemasaran dan pascapanen seperti daya tahan produk,” ujar alumnus Magister Sains Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, itu.

Baca juga:  Dari Buah Naga, Sudarto Bisa Capai Omzet Puluhan Juta Rupiah

Leo menyatakan, membantu para petani dan nelayan menemukan ekosistemnya menyebabkan Non Performance Loan (NPL) atau rasio kredit macet sektor pertanian hanya 1%, sedangkan sektor lain mencapai 2,44%. Padahal, banyak kalangan menilai pemberian kredit bagi petani dan nelayan rentan terhambat,” pria kelahiran Taipei, Taiwan itu. “Kami berusaha mengatur agar panen optimal dan berkelanjutan. Konsumen suatu usaha termasuk dalam salah satu syarat penting yang diajukan oleh Rabobank dalam memberikan kredit ke debitur pertanian,” kata Leo. Rabobank Indonesia menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit pada 2018 senilai Rp14 triliun atau naik 25%.

Rabobank Indonesia bekerja sama dengan Frisian Flag pada program Farmer to Farmer, Mei 2017.

Rabobank Indonesia bekerja sama dengan Frisian Flag pada program Farmer to Farmer, Mei 2017.

Sementara itu, National Officer Development Program, Commercial Banking, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Surabaya, Nendi Triastika Furi, mengatakan Bank Mandiri mempunyai sistem kredit pertanian. “Ada empat segmen atau kelas di Bank Mandiri yakni mikro banking, bisnis, komersial, dan korporat.“ ujar Furi. Menurut Furi segmen mikro banking atau Kredit Mikro Mandiri berupa Kredit Usaha Mikro (KUM) senilai Rp200 juta dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) maksimal Rp500 juta.

Furi menuturkan Bank Mandiri memberikan fasilitias yang berbeda-beda untuk setiap pelanggan. Fasilitasnya berupa jangka waktu pinjaman, modal biaya, modal penjualan atau modal alat untuk investasi, tergantung jenis usaha dan profit. Salah satu pelanggan Furi adalah pengusaha kopi di lahan 850 hektare. “Saya memberikan kredit untuk penjualan kopi (trading), tapi kebun kopinya tidak. Kami juga memantau agar pelanggan dapat

Kopi menjadi salah satu komoditas unggulan dalam pembiayaan kredit bank di sektor pertanian Indonesia.

Kopi menjadi salah satu komoditas unggulan dalam pembiayaan kredit bank di sektor pertanian Indonesia.

membayar kredit tepat waktu,” kata Furi. Menurut alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, itu Bank Mandiri dapat memberikan pembiayaan kepada seluruh

lapisan masyarakat yang memiliki usah mikro dan usaha rumah tangga. Usaha itu berupa sebuah perusahaan, kelompok usaha, atau perorangan seperti pedagang, petani, peternak, nelayan. Syarat pengajuan antara lain usia minimal 21 tahun, usaha minimum 2 tahun di lokasi dengan bidang usaha yang sama, dan surat izin usaha. (Marietta Ramadhani)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d