Untuk mengatasi hipertensi, pilih mengkudu besar, mengkal, dan agak matang

Untuk mengatasi hipertensi, pilih mengkudu besar, mengkal, dan agak matang

Konsumsi mengkudu pulihkan penipisan tulang rawan.

Petaka itu terjadi ketika Siti Harsini duduk di atas kursi. Ketika sedang duduk santai, tiba-tiba kursi melesat sehingga ia pun terjatuh. “Lutut sebelah kanan jadi sakit,” ujarnya. Ia lantas bergegas ke tukang pijat untuk membenahi tulang atau saraf. Meski telah dipijat, rasa sakit di lutut itu tak kunjung hilang. “Dipakai jalan terasa sakit,” katanya. Tak jarang ketika berjalan muncul bunyi “klek”.

Akhirnya ia tak mampu menekuk lutut kanan yang membengkak hingga muncul seperti bisul berwarna merah dan terasa nyeri. Ia pun terpaksa menggunakan bantuan tongkat untuk berjalan.

Tulang rawan menipis
Khawatir dengan kondisi Siti yang semakin memprihatinkan, keluarga membawa perempuan yang berdomisili di Tegal, Jawa Tengah, itu ke dokter spesialis tulang. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan Siti mengalami penipisan tulang rawan. Ia pun rutin konsumsi obat dokter untuk mempercepat penyembuhannya. Pascakonsumsi obat dokter kondisi Siti memang membaik.

Namun, ketika obat habis nyeri lutut kembali ia rasakan. Total jenderal selama satu setengah tahun menjalani pengobatan dokter kondisi Siti tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. “Malah jadi ketergantungan obat dokter,” ceritanya. Menurut dr Prapti Utami, dokter dan herbalis di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Banten, penipisan tulang rawan salah satu pertanda osteoartritis.

Menipisnya tulang rawan disebabkan berbagai faktor, seperti faktor usia, riwayat trauma, serta gangguan hormon. Posisi tulang rawan di antara dua tulang, sehingga keberadaannya berfungsi sebagai bantalan. Tulang rawan yang menipis lama-kelamaan akan habis, sehingga tulang saling bersentuhan. Melihat gejala seperti persendian bengkak, memerah, hingga sulit berjalan, analisis dr Prapti itu sudah mengarah ke osteoartritis.

dr Prapti Utami, “Mengkudu memiliki sifat antiradang yang kuat”

dr Prapti Utami, “Mengkudu memiliki sifat antiradang yang kuat”

“Osteoartritis sudah menjadi peradangan,” ujar dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu. Badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan, 40% penduduk dunia berusia lebih dari 70 tahun menderita osteoartritis lutut. Dari jumlah itu, 80% di antaranya berdampak pada keterbatasan gerak. Dr dr Lukman Shebubakar SpOT, dokter spesialis ortopedi di Rumahsakit Fatmawati, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa osteoartritis penyakit yang banyak dijumpai pada manusia lanjut usia.

Baca juga:  Morinda Menjaga Hati

“Deteksi dini osteoartritis bisa berupa rasa sakit pada sendi terutama saat berjalan atau ditekan,” jelasnya. Indikasi lain, sendi terasa kaku yang disertai bunyi di area sendi. Bila itu terjadi, pasien sebaiknya segera diperiksa. Apalagi jika pasien sudah lanjut usia. Keluhan biasanya muncul saat usia menginjak 40 tahun dan didominasi pada pasien berusia di atas 60 tahun. “Sebagian besar penderitanya kaum perempuan,” kata dokter bedah ortopedi alumnus Universitas Indonesia itu.

Mengkudu
Meski tak menyebabkan kematian, tetapi keberadaan osteoartritis mengganggu aktivitas penderitanya. Sebab, persendian terasa nyeri, kaku, dan bengkak sehingga pergerakan sendi terbatas. Osteoartritis dapat terjadi di seluruh persendian, seperti sendi panggul, tulang belakang, tangan dan kaki. Bagian tubuh paling sering terkena osteoartritis adalah lutut. Itu karena sendi di daerah lutut paling berat menerima beban.

Beruntung seorang saudara menyarankan Siti mengonsumsi jus mengkudu. Ia pun patuh menuruti saran itu. Setelah 3 bulan rutin konsumsi jus Morinda citrifolia 3 kali sehari masing-masing satu sloki, kondisi Siti mulai membaik. “Nyeri di lutut mulai berkurang,” ujarnya. Perlahan ia sudah bisa berjalan normal, hingga akhirnya melepas bantuan tongkat.

Untuk memastikan kondisi kesehatannya, Siti kembali memeriksakan diri ke dokter spesialis tulang. Hasilnya, “Lutut kanan sudah normal,” ujarnya. Pada Maret 2014 ia melakukan pemeriksaan ulang, dan hasilnya sama. Meski begitu, ia tetap mengonsumsi jus mengkudu sekali dalam sehari untuk menjaga stamina.
Bagaimana mengkudu mampu memulihkan kondisi Siti? Prapti menjelaskan, mengkudu memiliki sifat antiradang yang kuat. Selain itu, “Mengkudu memiliki antioksidan tinggi dan antibiotik alami,” ujarnya. Prapti menduga, mengkudu mampu merangsang pertumbuhan jaringan seperti “hormon pertumbuhan”. Buah anggota famili Rubiaceae itu juga dapat memperbaiki jaringan yang rusak.

Berjalan kaki menguatkan tulang, sendi, dan mengurangi risiko osteoporosis

Berjalan kaki menguatkan tulang, sendi, dan mengurangi risiko osteoporosis

Tanpa biji
Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, di Pusat Studi Bahan Alam, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia sepakat. Mengkudu mengandung banyak senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti asam askorbat, asam kaproat, kaprik, prokseronine, dan xeronine. “Mengkudu juga mengandung skopoletin yang berfungsi sebagai antiradang,” ujarnya.

Baca juga:  Pilih Wadah Tanam

Selain antiradang, skopoletin berperan sebagai antialergi, antidiabetes, dan memperlebar pembuluh darah. Itu diperkuat dengan riset Haiqing Yu dan rekan di University of New South Wales, Australia. Periset membuktikan mengkudu memiliki efek antiradang. Itu lantaran senyawa skopoletin, kuersetin, dan asam ursolik yang diindentifikasi sebagai antiiflamasi utama.

Bagi kalangan herbalis di tanahair, khasiat buah mengkudu sudah dikenal lama. Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Ujang Edi, misalnya, memanfaatkan buah mengkudu sejak 15 tahun silam. Ia meresepkan mengkudu untuk mengatasi hipertensi, memperlancar haid, mengatasi keputihan, dan kista. Cara konsumsi buah mengkudu relatif mudah.

Untuk mengatasi hipertensi contohnya, pilih mengkudu besar, mengkal, dan agak empuk. Remas mengkudu menggunakan tangan, lalu peras. Usahakan biji tidak tercampur. Sebab, “Biji mengkudu mengandung racun,” kata Edi. Minum air perasan itu menjelang tidur atau sesudah bangun tidur ketika perut kosong. Dengan disiplin konsumsi buah mengkudu, tulang rawan menipis pun membaik. (Desi Sayyidati Rahimah)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d