Riset membuktikan tubuh butuh albumin untuk kekebalan dan penyembuhan luka. 

Ikan gabus sumber albumin yang kian sohor.

Ikan gabus sumber albumin yang kian sohor.

Hipoalbumin kerap menjadi masalah bagi pasien. Jumlah albumin yang rendah menghalangi dokter untuk melakukan tindakan operasi. Joko Winarno SST, Pakar gizi Rumahsakit dr Sardjito, Yogyakarta, ingat betul peristiwa yang terjadi pada 2005. Ia menangani pasien pengidap kanker lidah. Kondisi pasien sangat parah sehingga harus menjalani operasi. Namun, dokter urung melakukan operasi lantaran kadar albumin pasien sangat rendah, hanya 1,4 g/dl, normal di atas 3 g/dl. “Pasien butuh stok albumin dalam jumlah cukup untuk membentuk jaringan baru pascaoperasi,” kata Joko.

Dokter lantas memberikan albumin lewat pembuluh darah. Sebagai pakar gizi yang mengatur kebutuhan nutrisi pasien, Joko menambahkan asupan albumin lewat makanan. Ia menyarankan pasien agar mengonsumsi putih telur 16 butir setiap hari. Terapi albumin itu selama 20 hari berturut-turut. Hasilnya kadar albumin pasien meningkat hingga 2,8 g/dl. Operasi pun segera dilakukan. Usai operasi Joko kembali menyarankankan pasien agar tetap rutin mengonsumsi putih telur untuk membantu proses penyembuhan luka pascaoperasi.

Penting
Lazimnya dokter menggunakan Human Serum Albumin (HSA) untuk mendongkrak jumlah albumin. Menurut dr Nyoman Kertia SpPD—KR, dokter spesialis penyakit dalam Rumahsakit dr Sardjito, Yogyakarta, albumin berperan menjaga tekanan osmosis dalam darah serta mengangkut obat-obatan untuk diedarkan ke organ tubuh yang membutuhkan. “Pasien yang akan menjalani operasi butuh albumin sebab jika kadar albumin rendah maka bius tidak bereaksi,” ujarnya.

Joko Winarno SST, pakar gizi RSUP dr Sardjito, Yogyakarta.

Joko Winarno SST, pakar gizi RSUP dr Sardjito, Yogyakarta.

Menurut Nikita Lomis dan rekan dari Laboratorium Terapi Sel dan Teknologi Biomedis dari Departemen Teknik Biomedika, Universitas Street, Kanada, HSA berguna untuk mempercepat metabolisme obat-obatan dalam tubuh, termasuk obat kanker seperti docetaxel, paclitaxel, dan noscapine. Paclitaxel digunakan dalam kemoterapi berbagai kanker seperti kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker paru-paru. Lantaran zat kemoterapi kerap menimbulkan efek buruk bagi sel normal maka paclitaxel dikombinasikan bersama HSA nanopartikel.

Baca juga:  Jurus Urus Gabus

Albumin juga berperan penting bagi proses kesembuhan pasien kanker Penelitian Yin Jing dan rekan dari Departemen Onkologi Medis, Rumahsakit Kanker Zhejiang, Tiongkok, membutikan pasien kanker paru-paru tahap awal (NSCLC) dengan kadar albumin cukup pascaoperasi memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih lama dibanding dengan pasien yang kekurangan albumin. Pasien dengan kadar albumin rendah juga berpotensi lebih besar terserang kanker kembali.

Yin Jing melakukan penelitian dengan mengolah data 101 pasien kanker paru-paru di Rumahsakit Zhejiang sejak 2002—2011. Usia pasien 31 sampai 83 tahun. Yin Jing membagi pasien menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama (11 orang) merupakan pasien menderita hipoalbumin sebelum dan pascaoperasi. Kelompok kedua (37 orang) merupakan pasien yang menjalani terapi serum albumin sebelum operasi, tetapi mengalami hipoalbumin pascaoperasi. Kelompok ketiga (14 orang) merupakan pasien dengan kondisi hipoalbumin sebelum operasi dan menjalani terapi serum albumin pascaoperasi.

Sementara kelompok keempat (39 pasien) merupakan pasien dengan kadar albumin normal baik sebelum maupun pascaoperasi. Hasilnya pasien pada kelompok keempat mampu bertahan hidup hingga 9 tahun. Sementara pasien kelompok pertama, kedua, dan ketiga—masing-masing bertahan selama 2,5 tahun, 6 tahun, dan 5 tahun. Kesimpulannya pasien kanker paru-paru tahap awal dengan kadar albumin rendah baik sebelum maupun pascaoperasi memiliki tingkat ketahanan hidup paling rendah.

Gabus

Penelitian terbaru Enver Ilham dan Ugur Gokcelli dari Departemen Operasi Umum, Rumahsakit Riset dan Percobaan Izmir Bozyaka, Turki, mengungkap albumin, prealbumin, dan C-reactive protein (CRP) termasuk dalam marka biokimia yang digunakan sebagai prognosa dalam sejumlah kasus kanker, termasuk kanker lambung. Albumin juga berfungsi sebagai indikator kesembuhan pasien stroke. Itu sejalan dengan penelitian Vanny Scarlett Valentine dari Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret.

Peran Albumin Dalam Tubuh. (ilustrasi: Bahrudin)

Peran Albumin Dalam Tubuh. (ilustrasi: Bahrudin)

Vanny melaporkan terdapat hubungan sangat nyata antara kadar albumin pada pasien stroke iskemik di Rumahsakit Dr Moewardi Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Pasien dengan kadar albumin rendah berpotensi mengalami stroke iskemik empat kali lebih buruk dibanding dengan pasien beralbumin cukup. Bagi pasien stroke albumin berperan melawan pembengkakan dan menangkal radikal bebas. Lantaran kaya faedah itulah albumin kerap menjadi topik utama sejumlah penelitian baik di dalam maupun luar negeri.

Baca juga:  Kara Bersalin Rupa

Sumber albumin bisa berasal dari putih telur, susu, atau ikan gabus. Peneliti dari Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Agus Heri Santoso menuturkan pemberian ekstrak ikan gabus dapat menekan laju degenerasi sel pada jaringan hati satwa percobaan yang diinduksi parasetamol dosis tinggi. Selain itu, peningkatan jumlah sel yang mengalami peradangan pun bisa ditekan. Ketersediaan mineral lain seperti seng dan tembaga secara bersamaan dalam ikan gabus semakin memperkuat fungsinya sebagai pelindung hati. (Andari Titisari/Peliput: Marietta Ramadhani).

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d