Tuai Laba Dari Gawai 1

TukangSayur.co menjadi solusi agar ibu-ibu tak perlu repot ke pasar. Cukup pesan kebutuhan dapur melalui gawai.

Chelly Triwibowo, pendiri TukangSayur.co.

Chelly Triwibowo, pendiri TukangSayur.co.

Pukul 16.00 saatnya para karyawan bersiap-siap pulang kantor. Namun, di PT Mahakarya Tukang Sayur Indonesia, aktivitas kantor justru baru dimulai. Para karyawan sibuk mendata jenis dan jumlah sayuran, buah-buahan, daging, dan ikan pesanan para konsumen. Pesanan itu masuk melalui aplikasi TukangSayur.co. Mereka juga sibuk memperbarui harga produk tertentu yang berubah.

Harga produk harus diperbarui setiap malam sebelum konsumen memesan pada keesokan hari. Aktivitas itu berlangsung hingga pukul 00.00. Pesanan konsumen yang masuk melalui aplikasi TukangSayur.co kemudian secara otomatis terbagi ke para mitra yang tersebar di 13 kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Yogyakarta, Semarang, Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo.

Cek mutu

Menurut pendiri dan juga chief executive officer (CEO) PT Mahakarya Tukang Sayur Indonesia, Chelly Triwibowo, para mitra itulah yang bertugas melayani pesanan konsumen. Setiap mitra melayani pesanan konsumen yang berlokasi hingga radius 3 km dari kediaman mitra.

“Setiap mitra melayani maksimal 100 pesanan konsumen,” ujar alumnus Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pancasila, Jakarta, itu.
Para mitra selanjutnya melayani pesanan konsumen dengan belanja ke pedagang sayuran dan buah-buahan di pasar tradisional terdekat yang direkomendasikan kantor pusat. “Mereka biasanya belanja pesanan pada dinihari,” ujar Chelly. Pedagang yang direkomendasikan itu hasil seleksi kantor pusat. “Sebelumnya kami melakukan survei harga dan kualitas produk yang dijual. Yang kami rekomendasikan ke mitra adalah pedagang yang menjual produk dengan kualitas bagus dan termurah dibandingkan dengan pedagang lain,” tutur Chelly.

Selanjutnya para mitra menyortir dan mengemas produk sesuai pesanan konsumen. Aktivitas itu berlangsung hingga terbit fajar. Pada pukul 6.00—10.00 para mitra mengirimkan pesanan ke para konsumen. TukangSayur.co membebankan ongkos kirim Rp10.000 kepada konsumen untuk setiap pembelanjaan Rp250.000.

TukangSayur.co menyediakan sayuran segar yang dikirim ke konsumen setiap pagi.

TukangSayur.co menyediakan sayuran segar yang dikirim ke konsumen setiap pagi.

Sesampainya di alamat konsumen, sang pemesan akan memeriksa kualitas dan jumlah produk pesanan. Jika sesuai pesanan, barulah konsumen membayar. Jika ada komoditas yang tidak sesuai, misalnya kualitas sayuran kurang segar, maka konsumen dapat membatalkan pembelian atau diganti pada pesanan berikutnya.

Baca juga:  SMAN 1 Cikarang Barat Berhidroponik

Perusahaan yang berkantor pusat di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, itu membuat aplikasi untuk memudahkan para ibu rumah tangga memenuhi kebutuhan dapur sehingga tidak perlu pergi ke pasar.

Praktis

Ide usaha itu berawal dari kerepotan Chelly saat sang istri melahirkan. Saat itu ia mengambil alih tugas istri menyediakan kebutuhan dapur. “Saya harus belanja ke pasar pagi-pagi. Kalau datang siang biasanya banyak yang sudah habis. Kalau pun masih ada kualitasnya tidak segar lagi,” katanya. Menurut Celly hal itu adalah permasalahan yang dihadapi ibu-ibu setiap hari.

Sejak itu muncul ide agar para ibu rumah tangga tak perlu repot pergi ke pasar. Cukup menggunakan gawai atau gadget untuk memesan produk sesuai kebutuhan. Ia lalu menyurvei konsumen tentang produk yang diperlukan setiap hari. Ia juga menyurvei harga komoditas ke para pedagang sayuran di pasar tradisional. “Saya menyurvei hingga 6 bulan,” ujar Chelly. Dari hasil surve itu ia lalu merekrut para ahli teknologi informasi (TI) untuk merancang sebuah aplikasi yang dapat memudahkan para ibu-ibu belanja kebutuhan sehari-hari.

Pada Juli 2016 Chelly mendirikan PT Mahakarya Tukang Sayur Indonesia. Pada Agustus 2016 lahirlah aplikasi TukangSayur.co. Ternyata ide Chelly itu mendapat sambutan menggembirakan dari pengguna gawai. Pada Desember 2016 jumlah pengunduh mencapai 2.000 orang. Dari jumlah itu 400 pengunduh di antaranya menjadi pengguna aktif dan bertransaksi. Kini jumlah pengunduh mencapai 44.000 orang.

TukangSayur.co memperoleh pasokan kebutuhan dapur dari pasar tradisional.

TukangSayur.co memperoleh pasokan kebutuhan dapur dari pasar tradisional.

Dari jumlah itu sekitar 25.000 pengunduh yang bertransaki. Untuk melayani pelanggan sebanyak itu Chelly bekerja sama dengan 100 mitra yang tersebar di 13 kota. Menurut Chelly para pelanggan tertarik memesan kebutuhan dapur dari TukangSayur.co karena berharga lebih murah meski ada tambahan ongkos kirim. Itu karena TukangSayur.co menetapkan harga dengan keuntungan maksimal 10% dari harga jual.

Baca juga:  Tanam Stroberi Gaya Jepang

Berdasarkan hasil survei yang Chelly, para tukang sayur keliling biasanya mengambil laba hingga dua kali lipat harga beli. Menurut Celly jumlah laba itu wajar karena pedagang sayur keliling harus menutupi risiko ada barang sisa atau tidak terjual. “Kalau kami barang selalu habis terjual karena berdasarkan pesanan,” ujarnya.

Selain harga lebih murah, jumlah produk yang ditawarkan juga sangat lengkap. Menurut Chelly saat ini TukangSayur.co menjual sekitar 2.000—3.000 item produk. “Ikan asin saja ada 50 item,” tambahnya. Dari jumlah item itu yang paling banyak dipesan adalah bayam, kangkung, wortel, dan bawang merah. TukangSayur.co memasok masing-masing komoditas itu rata-rata 10 ton per bulan.

Chelly berencana menambah fitur di aplikasi TukangSayur.co, yaitu fitur berbagi resep masakan. Dalam fitur itu ibu-ibu dapat berbagi resep masakan dengan mengunggahnya di aplikasi. Setiap resep makanan yang diunduh, sang pengunggah akan memperoleh royalti. Dengan begitu ibu-ibu bisa memperoleh pendapatan tambahan.

TukangSayur.co juga terus berinovasi dengan menjual makanan siap santap hasil produksi skala rumahan. Chelly juga menjual produk-produk yang siap masak. “Bahan dan bumbu sudah dipersiapkan. Ibu-ibu tinggal memasak,” ujar pria yang juga pengusaha binatu itu. (Imam Wiguna)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *