trik merubah warna bunga hortensia

Strategi merubah warna bunga hortensia dengan mengatur pH.

Deretan bunga hortensia di PT Mandiri Jaya Flora, nurseri milik Benny Tjia PhD menarik perhatian. Bunganya atraktif, berwarna merah muda, biru tegas, dan putih. Tanaman setinggi 75-100 cm itu rata-rata memiliki satu bunga di bagian ujung.

Ukuran bunga beragam, mulai diameter 10-15 cm. Dengan jarak antar tanaman 30-50 cm bunga anggota keluarga Saxifragaceae itu tumbuh subur di dalam green house.

penanaman hortensia di dalam greenhouse
Penanaman hortensia di dalam greenhouse meminimalkan pengaruh buruk lingkungan

Dari beragam warna itu, hortensia berwarna merah muda paling memikat. Maklum, “Hortensia yang dijumpai di tanah air kebanyakan berwarna biru,” ujar peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Hias di Cianjur, Jawa Barat, Ir Debora Herlina Adriyani MS.

Benny Tjia menghasilkan hortensia berwarna merah muda itu dengan teknik khusus. Dengan cara-cara tertentu, Benny mengubah hortensia berwarna biru menjadi merah muda, begitu juga sebaliknya.

Pengaturan pH

Untuk menghasilkan bunga bokor—nama lain hortensia—berbunga merah muda, Benny memiliki strategi khusus.

“Caranya dengan mengatur pH,” ujar Loretta Simanjuntak SP, bagian produksi PT Mandiri Jaya Flora.

Agar menghasilkan bunga berwarna merah muda, Retta—sapaan Loretta—mengatur pH nutrisi menjadi 6,5. Semakin basa akan menghasilkan warna merah muda. Apabila pH diturunkan akan menghasilkan warna biru.

Alumnus Institut Pertanian Bogor itu mengaplikasikan dolomit untuk menaikkan pH. Sementara untuk menurunkan pH, ia memanfaatkan asam fosfat. Lantaran perubahan pH sangat sensitif, ia kerap melakukan pengecekan.

“Penambahan setengah tutup botol kecil asam fosfat saja bisa menurunkan 2-3 unit pH,” kata Loretta. Oleh sebab itu setiap melakukan penambahan satu tetes asam fosfat atau dolomit saja dilakukan pengecekan pH.

Loretta mengaplikasikan asam fosfat atau dolomit biasanya di bedengan. Ia mencampurkan asam fosfat atau dolomit dengan pupuk yang akan diberikan ke tanaman.

Baca juga:  Kandungan Gizi Wortel dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Dalam menghasilkan bunga hortensia berwarna merah muda, Retta kerap melakukan perencanan untuk mengetahui kebutuhan asam fosfat atau dolomit. Asam fosfat dan dolomit sering digunakan praktisi-praktisi pertanian untuk mengatur pH.

Menurut ahli nutrisi di Jakarta, Yos Sutiyoso, dolomit dapat menaikkan pH tanah karena mengandung 30-40% CaO. Ir Debora Herlina Adriyani MS menjelaskan teknik mengubah warna bunga hortensia dengan mengatur pH sebenarnya sudah lazim.

Mengapa perlu merubah warna bunga hortensia?

Karena kebanyakan hortensia lokal berwarna biru, sejumlah pemilik nurseri mengubahnya menjadi merah muda.

trik merubah warna bunga hortensia
Hortensia umumnya berbunga biru

“Dengan mengubah warna biru menjadi merah muda akan meningkatkan harga jual hortensia,” kata Herlina. Peneliti alumnus fisiologi tanaman Institut Pertanian Bogor itu pernah mendapatkan hortensia merah asal dari Tiongkok.

Menurut Herlina dari kuncup hingga mekar sempurna, hortensia memang memiliki gradasi warna yang berbeda. Semula putih kehijauan lalu menjadi biru muda.

Ketika ia mekar sempurna, warnanya menjadi biru tegas. Oleh sebab itu masa panen bunga Hydrangea macrophylla juga akan mempengaruhi warna bunga yang akan dihasilkan. Jenis hortensia yang dapat berubah warnanya jenis kelopak biru atau merah muda.

Perubahan warna itu bisa diakibatkan ketersediaan pigmen antosianin pada kelopak bunga. Lain halnya dengan hortensia putih yang tidak mengandung antosianin. Sebab itulah hortensia berkelopak putih tidak berubah warnanya apapun pH tanahnya.

Bunga potong

Agar produksi bunga hortensia maksimal, Benny membudidayakan hortensia di dalam greenhouse. Penanaman di dalam greenhouse lebih menjaga tanaman dari serangan organisme pengganggu ataupun pengaruh buruk cuaca.

Menurut Herlina penanaman di luar greenhouse pun sebenarnya bisa, tetapi serangan penyakit cukup banyak. Lagipula “Penanaman tanpa greenhouse menyebabkan tangkai lebih tinggi,” ujar Benny.

Baca juga:  15 Jenis Tanaman Hias Air Tawar Untuk Memperindah Aquarium

Retta menjelaskan proses perbanyakan hortensia dilakukan melalui setek pucuk. Setek dipotong sekitar 5 cm dari pucuk. “Minimal sudah ada empat daun,” kata Loretta. Apabila jumlah daun lebih dari empat, potong saja sisanya.

Setek kemudian dipindahkan ke net pot untuk dilakukan pengakaran selama 2 pekan. Setelah akar cukup banyak dipindah ke pot yang lebih besar.

Dalam memperbanyak bunga hortensia, Retta memperhatikan kelembapan ruangan. Maklum, hortensia membutuhkan kelembapan tinggi untuk pertumbuhannya. Sebab itulah Retta selalu memperhatikan kondisi tanaman.

Kelebihan air menyebabkan busuk batang dan akar lambat terbentuk. Dengan begitu persentase keberhasilan perbanyakan mencapai 99%.

Pemanfaatan bunga hortensia sampai saat ini sebagai bunga potong untuk dekoratif. Bentuk dan warna bunga yang menarik menjadi daya jual tersendiri hortensia. Apalagi tingkat kesegaran bunga juga cukup lama.

hortensia berbunga merah muda sebagai tanaman pot
Hortensia berbunga merah muda sebagai tanaman pot

“Hortensia lokal tahan hingga sepekan, sedangkan impor tahan sampai 10 hari,” ujar Herlina. Sebab itulah hingga sekarang pangsa pasar hortensia masih bagus.

Retta sepakat akan hal itu. Dalam sehari ia mampu memasok 20 hortensia. “Permintaan sebenarnya lebih dari itu,” kata Loretta. Awalnya permintaan hortensia di PT Mandiri Jaya Flora berupa bunga potong.

Namun, belakangan banyak permintaan hortensia sebagai tanaman pot. Benny pun mulai mengusahakan bunga hortensia menjadi pot plant. Ukuran pot terbagi dalam tiga kelompok, 4 inci, 7 inci, dan 10 inci.

Sebagai bunga potong, tanaman subtropis itu dipanen bunga bersamaan dengan batangnya kemudian dijual. Cara panennya, motong bunga dengan menyisakan 20 cm dari atas tanah. Dari sisa potongan itu akan muncul anakan baru lagi selang 3-4 bulan. Panen dilakukan 3 kali dalam sepekan.

Retta memanen hortensia itu sore hari, lalu memasukkannya ke dalam lemari pendingin. “Pengiriman dilakukan keesokan harinya,” ujar alumnus Departemen Agronomi, Institut Pertanian Bogor itu.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d