Oh nooo, You use Adblocker!
Your Adblocker is active! It is preventing us to show you our content.

Tomohon Surga Seruni

Tomohon Surga Seruni 1

Kota Tomohon menjadi sentra krisan yang menghidupi banyak petani.

Krisan komponen utama dalam rangkaian bunga.

Krisan komponen utama dalam rangkaian bunga.

Pendapatan Indra Salam berangsur meningkat sejak 2008. Semula Indra berpenghasilan rata-rata Rp1-juta per bulan dari hasil perniagaan aneka sayuran. Pendapatan sejumlah itu ajek selama 4 tahun. Kini ia mengantongi Rp4,5-juta saban bulan. Peningkatan penghasilan itu bukan karena Indra meningkatkan produktivitas kebun sayuran miliknya. Pundi-pundi Indra semakin menggembung karena ia membudidayakan bunga krisan.

Sumber rezeki Indra dari penjualan bunga potong dan bibit krisan. Pekebun di Kakaskasen, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, itu memproduksi 2.500 krisan per bulan. Harga setangkai krisan Rp3.000. Petani itu mengutip laba bersih Rp1.000 per tangkai sehingga laba Indra Rp2,5-juta. Selain menjual bunga potong, ia memproduksi bibit krisan sejak 2013.

Menguntungkan

Indra Salam mengatakan, “Saya menjual 10.000 bibit krisan setiap bulan seharga Rp400 per batang.” Ongkos produksi bibit Rp200 sehingga pria berumur 49 tahun itu mendulang untung Rp2-juta per bulan. Dari perniagaan bunga potong dan bibit krisan laba bersih Indra Rp4,5-juta. Indra tertarik menanam krisan karena lebih menguntungkan daripada membudidayakan sayuran.

Ketua Asosiasi Tanaman Hias Krisan Sulawesi Utara periode 2011—2015, Ir Jany Jeffry Adry Hanny Lasut SP, menuturkan mengembangkan krisan sangat menjanjikan. Ia menggambarkan lahan 1 m2 berpopulasi 81 batang krisan. Jika pekebun memiliki lahan 100 m2, maka terdapat 8.100 krisan. Harga krisan kini sekitar Rp3.000 per tangkai. Jadi omzet pekebun pemilik lahan 100 m2 mencapai Rp24,3-juta dari satu siklus penanaman.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Ir Ervinz D H Liuw MSi.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Ir Ervinz D H Liuw MSi.

Bandingkan dengan lahan sama untuk budidaya sayuran. Jany menghitung maksimal petani mendapatkan omzet Rp2-juta. Keindahan dan keuntungan yang dijanjikan bunga seruni itu juga membetot perhatian Jenny Mogi. Warga Kakaskasen 1, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, itu menanam Chrysanthemum indicum pada 2008. Kebetulan saat itu pemerintah kota menganjurkan warga berkebun krisan.
Jenny pun beralih profesi menjadi pekebun krisan. Semula ia bekerja di sebuah salon kecantikan di Manado dan Tomohon. Hanya sebuah greenhouse atau rumah tanam yang Jenny miliki saat memulai bertanam krisan. Populasi 5.000 tanaman. Saat itu ia mampu menjual 4.000 tangkai per 3 bulan. Padahal, permintaan krisan yang datang mencapai 10.000 batang.

Oleh karena itu Jenny menambah rumah tanam untuk memenuhi tingginya permintaan. Kini ia memiliki 9 rumah tanam berbagai ukuran mulai dari 10 m x 15 m hingga 10 m x 30 m di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Setiap bulan ia menuai rata-rata 9.000 tangkai krisan aneka varietas. Jenny membanderol krisan seharga Rp3.500 per tangkai. Setelah dikurangi biaya produksi Rp2.000 per tangkai, laba bersih Rp13,5-juta.

Kota bunga
Sejatinya semua rumah tanam milik Jenny berkapasitas produksi 40.000 tanaman. Lazimnya ia menggenjot produksi maksimal saat acara Tomohon International Flower Festival (TIFF) dan Natal. Konsumen Jenny tidak hanya dari Tomohon. Ia pun memasok kebutuhan krisan di Gorontalo, Ternate, dan Manokwari saat Natal sejak 2015. Tidak hanya Indra dan Jenny yang mengembangkan krisan di Tomohon.

Page :
Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x