Sansevieria ‘marga’ menjuarai kelas hibrida utama Kontes Sansevieria Nasional di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat

Sansevieria ‘marga’ menjuarai kelas hibrida utama Kontes Sansevieria Nasional di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat

Karakter bekal juara.

Raisa baru 6 bulan merawat Sansevieria ‘marga’, lidah mertua hibrida hasil silangan pehobi senior di Temanggung, Jawa Tengah. Namun, koleksi teranyar miliknya itu membanggakan. Hibrida yang lahir dari perkawinan antara S. ‘cassanova’ dan S. ‘balyii’ itu menorehkan prestasi di kelas hibrida utama pada Kontes Sansevieria Nasional di Kota Depok, Jawa Barat.

“Padahal, ini kontes perdana yang diikuti oleh marga,” ujar Raisa. Penampilan marga memang menarik, bersosok ramping dan elegan. Susunan daunnya rapat bermotif garis datar hijau gelap kontras dengan warna dasar daun yang perak. Setiap helai daun mulus tanpa cacat serta semua ujung daun utuh, menandakan tanaman dalam kondisi prima. Keunggulan itu membuat marga mengumpulkan nilai 315 dari empat juri—Febri Widhi Armanu (Magelang), Sapto (Surabaya), serta Hatta dan Syah Angkasa (Depok).

Juara pertama kelas hibrida madya roundleaf koleksi Raisa

Juara pertama kelas hibrida madya roundleaf koleksi Raisa

Meriah
Hatta menuturkan marga bertipe daun flat. Perawatannya lebih susah dibanding daun bertipe round atau bulat karena rentan terserang penyakit. Ia memuji kepiawaian pemilik yang mampu merawat marga hingga berpenampilan optimal. “Apalagi untuk menjaga performa daun tetap rimbun,” ujarnya di tengah kontes yang berlangsung pada 25 Januari 2014 itu.

Peserta dari berbagai kota seperti Jakarta, Jawa Timur (Ngawi, Malang, dan Pati, Surabaya), dan Jawa Tengah (Wonosobo dan Temanggung) memeriahkan kontes yang dihelat Arisan Sansevieria Club (ASC) dan Sansevieria Sindoro Sumbing di Oma Adel, Tapos, Depok. Total jenderal 117 pot lidah mertua turun arena. Panitia membagi para kontestan menjadi 10 kelas. Suasana berlangsung meriah sejak pagi hingga petang dengan adanya lelang dan doorprize.

Juara pertama kelas hibrida small flatleaf milik Andrew Pratama Kurniawan

Juara pertama kelas hibrida small flatleaf milik Andrew Pratama Kurniawan

Hajatan tahunan itu juga membawa kegembiraan bagi Andrew Pratama Kurniawan, peserta kontes. Musababnya lidah jin koleksinya menembus posisi teratas di kelas hibrida small flat leaf. “Saya bagai mendapat kejutan,” ujar pehobi di Jakarta itu. Padahal, ia tidak memberikan perlakuan istimewa.

Baca juga:  Ikebana untuk Lebaran

Lidah mertua hasil perkawinan antara S. ‘doris’ dan S. ‘downsii’ itu hanya diletakkan di dak rumah. Untuk menjaga kesehatan tanaman, Andrew rutin menyemprotkan pupuk daun setiap dua pekan. Nutrisi itu diberikan pada pukul 07.00—08.00 atau 16.00—17.00. “Kedua waktu itu saat yang tepat bagi tanaman untuk menyerap hara sebab stomata terbuka maksimal,” ujarnya.

Juara pertama kelas variegata senior pada lomba Gemilang Anthurium Character Contest milik Adi Santoso

Juara pertama kelas variegata senior pada lomba Gemilang Anthurium Character Contest milik Adi Santoso

Karakter
Pada hari yang sama, kemeriahan juga berlangsung di halaman Taman Anggrek Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Pasalnya Komunitas Penggemar Anthurium Magelang (Gemilang) menggelar lomba bertajuk Gemilang Anthurium Character Contest. Ketua panitia kontes, Ahmad Sutrisno, menuturkan kontes anthurium rutin diselenggarakan setiap dua bulan di Jawa Tengah.

Penilaian lomba menitikberatkan pada karakter tanaman. “Porsinya hingga 70% dari total nilai,” ujar Ahmad. Sementara itu performa dan kesehatan mendapatkan jatah masing-masing 15%. Panitia juga mewajibkan anthurium yang turun arena minimal memiliki 6 daun. Sebanyak 114 peserta mengikuti kontes yang mempertandingkan 8 kelas. Persaingan ketat terjadi di kelas variegata. Maklum tanaman belang memang menjadi primadona.
Pada kelas paling bergengsi itu, perwakilan juri yang terdiri atas Eddy Pranoto (Semarang), Rofi (Malang), Erik

Juara pertama kelas variegata senior pada lomba Gemilang Anthurium Character Contest milik Adi Santoso

Juara pertama kelas variegata senior pada lomba Gemilang Anthurium Character Contest milik Adi Santoso

Satria (Yogyakarta), Trimanda Arief (Surakarta), dan Gancar Satoto (Jakarta) sepakat menabalkan Anthurium jenmanii ‘white lion’ berumur 2 tahun dan 1 tahun hasil perbanyakan split bonggol sebagai juara pertama di kelas variegata senior dan junior.

Eddy Pranoto menuturkan jenmanii belang koleksi Adi Santoso (Klaten) layak mendapat gelar terbaik sebab berkarakter paling menonjol. Apalagi kedua tanaman itu memiliki corak variegata ekstrem. “Warna putihnya rata di setiap daun bahkan menyebar hingga ke batang dan akar,” ujar Eddy. Penampilannya semakin mempesona sebab setiap helai daunnya tampak mulus bebas cacat. (Andari Titisari/Peliput: Muhammad Awaluddin)

Baca juga:  Rambutan Kontrol Gula Darah

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d