Titan Arum 1
Bunga bangkai Rafflesia arnoldii mekar di Bengkulu.

Bunga bangkai Rafflesia arnoldii mekar di Bengkulu.

Titan arum Amorphophallus titanum kita kenal umum sebagai bunga bangkai. Pernahkah  Anda melihat dan mencium aromanya? Ada 200 macam bunga titan arum dan 17 di antaranya khas, endemik Provinsi Bengkulu. Bunga raksasa itu mengagumkan tapi juga mengkhawatirkan. Tingginya 3 meter, beraroma daging membusuk, semakin langka, karena habitatnya rusak akibat perusakan hutan.

Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, mengatakan kepunahannya sejalan dengan menghilangnya burung rangkong. Maklum, titan arum bisa menyebar dengan cara menanam bijinya. Sebuah laporan menyebut sekitar 7.000 biji titan arum menyebar secara ilegal ke berbagai penjuru dunia. Ketika bekerja di Inggris saya pernah melihatnya sedang berkembang.

Duta Nusantara
Sejak 1870-an ahli Botani dari Italia, Odoardo Beccari, membawanya ke Eropa. Kemudian pada 1889, sekuntum bunga bangkai berhasil mekar di Kew Garden—kebun raya yang indah di luar kota London. Sejak itu sudah lebih dari 100 bunga mekar sambung-menyambung setiap tahun. Pada 1937 hingga 1939 bunga bangkai mulai membintangi film-film dokumenter di Amerika Serikat. Rekor bunga tertinggi direbut silih berganti oleh berbagai kebun raya.

Guiness Book of records mencatat di antara pemenangnya adalah kebun raya Universitas Bonn dan kebun raya di Stutgart, Jerman. Terakhir pada 10 Juni 2010, pemegang rekor bunga bangkai tertinggi adalah sebuah kebun bunga di New Hampshire, Amerika Serikat, yang mencatat 3,1 meter. Kebun Raya Bogor (KRB) mulai menanam bunga bangkai pada 1920 dan pertama kali berbunga pada 1929. Titan arum sealalu menjadi selebritas, dikerumuni orang berjubel untuk berfoto dengannya.

Sepanjang 1970-an selalu ada tukang foto bersiap di samping bunga itu, menunggu siapa saja yang ingin bergaya dengannya. Maklum saja, titan arum adalah ikon KRB, selain kebanggaan Provinsi Bengkulu, dan flora pusaka nasional. Mantan Kepala KRB, Dr Irawati bersama timnya berusaha membudidayakan bunga ini melalui kultur jaringan sejak 2008. Komposisi media kultur yang sesuai untuk pembesaran telah diketahui.

Hasil yang diharapkan adalah tersedianya bibit yang massal. Itu bisa menjadi alternatif, baik sebagai kegiatan reintroduksi maupun digunakan secara komersial. Begitu tersimpul dari buku putih “Strategi dan Rencana Aksi
Konservasi Bunga Bangkai” dari 2015 ini hingga 2025 mendatang. Sepanjang 2015 bersama bunga Rafflesia, titan arum menjadi bintang pada sejumlah seminar, diskusi, dan konferensi baik kelompok ahli, di tingkat nasional maupun internasional.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu. Tentu saja, bunga ini bukan hanya milik warga Bengkulu atau bangsa Indonesia, tapi milik umat manusia di seluruh dunia. Bahkan di Kebun Raya Bonn, Jerman, ditemukan umbinya berbobot 117 kg. Itulah rekor dunia pada 2006, untuk umbi titan arum.

Baca juga:  Media Tepat Hoya

Multimanfaat
Titan arum memang ratu dari keluarga Araceae yang kita kenal sebagai tanaman suweg. Jenis suweg itu lazim dikonsumsi tersembunyi banyak di kebun kita. Uniknya, dalam lokakarya nasional di Bogor, pertengahan Juni 2015, ada yang usul agar pemerintah menegaskan: tidak boleh memanfaatkan umbi titan arum sebagai bahan obat-obatan. Mengapa? Untuk menghindari perburuan, agar orang tidak menghabiskan bunga besar itu sampai ke akar-akarnya.

Padahal, umum sudah tahu suweg (kecil, besar, maupun raksasa) adalah cadangan karbohidrat yang tinggi dan kaya vitamin A dan B. Cobalah tanya apa manfaat bunga bangkai alias tongkat dewa titan itu. Getahnya bisa merekatkan luka-bakar, bunganya menyembuhkan sakit perut, dan tepung umbinya halus, menyehatkan badan. Masyarakat
internasional menganggap titan arum sebagai holy grail atau cawan suci bagi dunia tanaman. Kalau kita bisa mencintai bunga bangkai, kita akan berhasil mencintai semua bunga.

Meskipun aromanya laksana daging membusuk, titan arum mengharumkan tanah tumpah darahnya: Indonesia. Sekarang bunga itu sudah ditanam di 4.000 kebun raya yang tersebar di Eropa dan Amerika. Kabarnya pada hari lahirnya ke-200, tahun depan, Kebun Raya Bogor akan menyebarkan 200 bibit titan arum untuk dikonservasi dan
budidaya. Tinggi batang pohon Amorphophallus titanum bisa mencapai 6 meter.

Para peneliti Indonesia pada 2000—2001 bekerja sama dengan Royal Botanic Gardens, Sydney, Australia, berhasil memperbanyak setek daun dengan hormon pertumbuhan. Kini tim yang dipimpin Kartika Ning Tyas di Kebun Raya Bogor mengadakan penelitian induksi pembungaan. Tujuannya untuk mengatur pembungaan di luar habitat aslinya. Dengan demikian kita dapat memprediksi jadwal bunga bangkai yang langka bakal mekar.

Eka Budianta

Eka Budianta

Mandra guna
Usaha untuk menghasilkan buah juga sudah dilakukan di KRB. Dr Dian Latifah dan anggota tim berhasil melakukan studi untuk penyimpanan polen, penyerbukan buatan yang dapat menghasilkan buah. Berbagai manfaat, mitos, dan daya guna titan arum perlu diumumkan. Masyarakat Bengkulu, misalnya, ada yang percaya di dalam batang
tanaman itu tersimpan batu mandra guna. Siapa memegang mustika tanaman itu, akan tercapai semua cita-citanya.

Baca juga:  Kawan Baru Diabetesi

Oleh karena itu ada kebiasaan mencarinya dengan cara mencincang hingga tangkai daunnya. Siklus hidup titan arum memang agak mistis. Makhluk itu berubah-ubah bentuk dan berulang-ulang mengalami masa diam atau dormansi. Melani K. Riswati dan Lyndle K. Hardstaff menulis buku “Bunga Bangkai” dalam dwi bahasa Indonesia dan Inggris.

Dilukiskan dengan jelas, bahwa titan arum lebih sering menghilang ketimbang kelihatan. Pada fase vegetatif, ia berbentuk perdu dengan batang basah yang tingginya mencapai 6 meter di atas tanah. Selanjutnya daun akan layu dan batangnya hilang membusuk. Akarnya tidur di dalam tanah dalam bentuk umbi yang bobotnya 100 kilogram atau lebih. Pada masanya, tanpa batang tanpa daun titan arum hanya muncul sebagai bunga yang tingginya tiga meter.

“Dari mulai muncul bunga sampai mekar sempurna dibutuhkan waktu sekitar 4—6 minggu,” tulis Melani. Adapun untuk berbunga diperlukan tiga tahun sekali, tergantung pada besarnya umbi. “Nah, pada saat pembungaan inilah titan arum ditunggu banyak orang.” Warnanya kuning dan magenta menyala. Pada malam hari mengeluarkan asap, dengan aroma yang menyentak, mengundang serangga.

Dalam satu kuntum terdapat bunga jantan dan betina. Namun, karena bunga betina matang lebih dahulu, penyerbukannya perlu bantuan bunga jantan lain yang sudah siap di sekitarnya. Itulah sebabnya diperlukan jasa lalat hijau dan serangga lain untuk membantu penyerbukannya. Dr Novik Nurhidayat menemukan, “Terjadinya bau pada bunga bangkai disebabkan adanya aktivitas dari beberapa mikrob. Hasil temuan itu dapat ditindak-lanjuti sebagai salah satu alternatif perangkap lalat, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.”

Begitu tertera sebagai salah satu rekomendasi. Tentu yang paling mendesak kini adalah penyadaran masyarakat akan pentingnya eksistensi bunga bangkai yang secara internasional dikenal sebagai titan arum. Berbagai ancaman yang membahayakan harus ditekan. Ada perubahan lahan hutan menjadi perkebunan dan penggunaan herbisida yang membunuh semua tanaman asli. Ada kebakaran hutan, pembabatan bunga bangkai di lahan
penduduk, ada juga penjualan umbi ilegal ke luar negeri.

Seiring dengan itu perburuan burung rangkong juga harus segera dihentikan. Patroli pengamanan hutan perlu digalakkan, pendidikan lingkungan ditingkatkan, penegakan hukum dioptimalkan. Mengapa semua harus dilakukan? Karena pelestarian kehidupan adalah sarana utama untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Penyediaan alternatif ekonomi juga diharapkan terjadi melalui konservasi dan budidaya titan arum secara benar. (Eka Budianta*)

*) Budayawan, pengurus Tirto Utomo Foundation, mitra Utama Senior Living @D’Khayangan dan kolumnis Trubus sejak 2001.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *