Warning: Use of undefined constant FT_URI - assumed 'FT_URI' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u7663867/public_html/wp-content/plugins/moreview/public/class-moreview-public.php on line 471

Tips Penanggulangan Serangan Hama Kutu Daun Pada Tanaman Kentang

Tips Penanggulangan Serangan Hama Kutu Daun Pada Tanaman Kentang
Kutu daun – Pada usaha budidaya kentang hama menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil produksi atau panen. Serangan hama mampu menurunkan kualitas serta kuantitas hasil panen. Selain itu serangan hama juga dapat menurunkan daya saing kentang dipasar global maupun domestik. Hama tidak hanya menyerang kentang pada waktu masih ditanam saja, akan tetapi dapat menyerang kentang pada masa pengangkutan dan penyimpanan. Salah satu jenis hama yang sering menyerang tanaman kentang adalah hama kutu daun (Aphid).
kutu daun
Hama dan penyakit pada kentang

Kutu daun ini hampir selalu ditemukan pada tanaman kentang yang di tanam di lahan persawahan, ladang maupun kebun. Ukuran kutu daun sangat kecil hanya sekitar 1-2 mm. Umumnya kutu daun memiliki warna hijau dan lunak. Kutu daun ini menyerang tanaman kentang dengan cara menghisap cairan sehingga tanaman kentang menjadi lemah. Kutu daun aphid ini juga mengeluarkan cairan semacam gula yang sangat membantu pertumbuhan bagi cendawan hitam pada daun.

artikel terkait kentang: Cara Menanam Kentang Ini Membuat Panen Anda Berlimpah

Kutu daun (Aphid) merupakan suatu serangga vektor yang berperan penting dalam menyebarkan penyakit akibat virus tanaman. Hal ini dikarenakan sifat aphid yang berpindah-pindah dari tanaman satu ke tanaman lainnya. Aphid ini terbagi menjadi dua jenis yaitu aphid tidak bersayap dan aphid bersayap. Perbedaan diantara keduanya muncul akibat adanya kompetisi dalam mencari makanan. Jika dalam suatu tanaman kentang terdapat banyak sekali kutu daun atau aphid maka kutu tersebut akan tumbuh sayap untuk membantu aphid migrasi ke tanaman lainnya.

Perbedaan yang lebih mencolok adalah kemampuan bermigrasi. Aphid tidak bersayap mampu bermigrasi sejauh 5 meter/ hari, sedangkan aphid bersayap dapat terbang bermigrasi sejauh 5 km / hari. Aphid bersayap bahkan mampu terbang sejauh 200 km / hari jika di bantu dengan hembusan angin.

Berikut ini beberapa akibat serangan kutu daun (Aphid) diataranya sebagai berikut:

  • Daun berkeriput
  • Daun menguning
  • Daun mengggulung atau terpuntir
  • Daun layu kemudian mati

Karena sifatnya yang berpindah-pindah, secara tidak langsung hama Aphid ini telah menjadi vektor dari beberapa jenis penyakit virus. Di Indonesia, Aphid terbagi menjadi beberapa empat kelas diantaranya;

Aphis gossypii adalah salah satu hama dominan yang menyerang pertanaman cabai di wilayah Indonesia, khususnya wilayah dataran rendah yang hangat dan lembab. Ciri kutu ini adalah bentuk kepala agak rata, bentuk badan bulat besar dibandingkan hama kuu daun lainnya, antena lebih pendek, bentuk ekor melebar, larva yang dilahirkan bisa berkisar 7 – 14 ekor. 

Myzus persicae berasal dari bangsa: animalia, phylum: arthropoda, kelas: insekta, ordo: hemiptera, family: Aphididae, genus: myzus, spesies: M. Persicae. Biasanya menyerang tanaman cabai. Ciri hama ini adalah bentuk kepala seperti membentuk huruf W, bentuk corniclenya sedikit menggelembung pada bagian bawahnya, bentuk ekor rucing dan melebar, hinggap pada semua bagian daun dan virus yang sering ditularkan salah satunya adalah Potato leaf roll virus.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x