Tin Unggulan Tropis 1

Pilihan jenis tin yang layak untuk dikebunkan dengan tujuan produksi buah.

Saat ini terdapat beberapa jenis ara yang sudah adaptif dan berpotensi unggul untuk dikembangkan dengan tujuan produksi buah.

Saat ini terdapat beberapa jenis ara yang sudah adaptif dan berpotensi unggul untuk dikembangkan dengan tujuan produksi buah.

Sisilia identik dengan nama sebuah kota berpanorama klasik di Italia yang menjadi latar film legendaris The Godfather. Bagi kolektor tanaman tin di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Waskita, nama itu mengingatkan pada sebuah jenis Ficus carica penghasil buah berkualitas unggul. “Buahnya cukup besar, rasanya manis, dan cocok dikebunkan di Indonesia,” ujar Waskita. Itulah tin baru red sicilian atau red sicily.

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang itu mengukur kadar kemanisan buah tin sisilia merah mencapai 21° briks. Selain manis, red sicilian juga adaptif dengan lingkungan di Indonesia. Waskita menanam tin red sicilian dari bibit setek hingga berbuah. “Red sicily memiliki daya tahan yang istimewa. Buahnya tidak rontok dari tangkainya mulai dari awal pembentukan buah sampai dengan matang,” ujar pehobi jalan-jalan itu.

Buah berkualitas

Red sicily, dengan tingkat kemanisan hingga 21° briks dan tahan kerontokan adalah salah satu pilihan tin penghasil buah kelas premium.

Red sicily, dengan tingkat kemanisan hingga 21° briks dan tahan kerontokan adalah salah satu pilihan tin penghasil buah kelas premium.

Waskita pernah menguji ketahanan dengan sengaja tidak memetik buahnya sampai kering. Ternyata terbukti tangkainya kuat “memegang” buah dan tidak lepas dari batang hingga 7 hari. Sesuai dengan namanya, red sicily berwarna merah tua yang solid saat buah matang. Ketika muda, buah berwarna merah bercorak garis-garis kehijauan yang membelah dari ujung sampai pangkal buah.

Menurut Waskita mungkin salah satu kekurangan dari jenis tin itu adalah ukuran buahnya yang tergolong kecil. Panjang buah 3 cm dan berdiameter 2,5 cm. Kulit buah cukup keras, bahkan sampai saat kondisi matang. “Satu lagi keistimewaan kulitnya, yaitu buah tidak pecah walaupun terpapar sinar matahari langsung,” ujarnya. Itu sangat bagus.

Selain red sicily, Waskita menjagokan tin madeleine des deux saisons sebagai jenis berkualitas tinggi. Penampilan dan kualitas buah madeleine des deux saisons (MDDS) itu sangat menarik, sehingga Waskita menilai layak untuk dikembangkan di Indonesia. ”Warna daging buahnya merah muda, tekstur dagingnya lembut, dan bercitarasa manis. Buah sangat cocok dan lezat dikonsumsi dalam bentuk segar,” ujar Waskita.

Baca juga:  Hidup Tin di Atas Lo

Menurut Waskita dengan perawatan seperti budidaya tin biasa, madeleine des deux saisons beradaptasi dan dapat tumbuh dengan baik di Indonesia. Tinggi tanaman tin madeleine des deux saisons mencapai 3—4 meter. Perkiraan waktu berbuah sejak awal ditanam adalah setahun. Namun, waktu untuk hasil terbaik dan kestabilan kualitas buah dapat diketahui setelah usia tanaman 3 tahun.

Besar dan manis

Fauzi Efendi kolektor tin di Jakarta Selatan.

Fauzi Efendi kolektor tin di Jakarta Selatan.

Saat ini tren pada pekebun tin di Indonesia masih pada perbanyakan bibit. Kelak pemilik tanaman buah surga itu berlomba memproduksi buah untuk memenuhi permintaan pasar. Untuk mempersiapkan hal itu, Muhammad Khulub mulai menyeleksi jenis tanaman yang bagus untuk memproduksi buah berkualitas tinggi. Pekebun tin di Yogyakarta itu menyebutkan jenis longue d’aout dan dalmatie sebagai pilihan tanaman penghasil buah segar berkualitas premium.

“Kedua jenis itu mempunyai tingkat kemanisan yang tinggi, relatif tahan terhadap pergantian cuaca yang pada jenis lain menyebabkan cracking (buah pecah—red) saat masa panen,” ujar Khulub. Menurut alumnus Universitas Islam Indonesia itu longue d’ aout cocok ditanam di iklim tropis, perawatan mudah karena dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang cukup kering. Oleh karena itu ia tidak memerlukan banyak penyiraman.

Bentuk buah longue d’ aout agak memanjang dengan rata-rata bobot buah 60 gram. Waktu berbuahnya antara Juli—Oktober. Jika ditanam langsung di tanah, tinggi tanaman mencapai 3 meter. Buah tin dalmatie berwarna kuning saat matang. Ukuran buah besar, berkulit tebal, daging buah padat, bobot rata-rata 150 gram, dan bercitarasa manis. Menurut Khulub jenis dalmatie jarang rontok buah.

Dalmatie ukurannya besar, berwarna cerah, tahan lama, dan rasanya manis sehingga menarik perhatian pehobi.

Dalmatie ukurannya besar, berwarna cerah, tahan lama, dan rasanya manis sehingga menarik perhatian pehobi.

Jika intensitas hujan rendah pada saat buah belum matang menghasilkan buah semakin juicy tanpa kehilangan rasa manis. Ukuran batang dalmatie kecil, pertumbuhan lambat, dan jumlah percabangannya sedikit. Resistensi terhadap perubahan cuaca cukup tinggi dan semakin meningkat seiring bertambahnya umur tanaman. Para pelaku budidaya tin di Malaysia juga mempunyai jenis andalan yang potensial untuk produksi buah berkualitas.

Baca juga:  Babak Baru Tanam Tin

Tiga tipe
Pekebun tin di Kajang, Selangor, Malaysia, Marzuki Safiee, mengatakan sejatinya penilaian jenis andalan untuk buah bisa jadi sangat beragam dan berbeda antarpekebun. Namun, menurut Marzuki Safiee untuk varietas buah berwarna merah, jenis super red hybrid pilihan utama. Untuk warna buah hitam dan kuning, Marzuki memilih maltese falcon dan gustissimo morena. Ketiga jenis tin itu memenuhi persyaratan sebagai penghasil buah berkualitas.

“Bercitarasa manis, buahnya besar, tanaman menghasilkan buah dalam jumlah banyak, dan kesegaran buah dapat bertahan lama,” ujar Marzuki. Menurut Marzuki secara genetis, beberapa jenis tin penghasil buah itu memang memiliki potensi kualitas yang tinggi, tetapi perbedaan proses budidaya di tangan pekebun membuat hasilnya berbeda-beda pula. Ia memberi contoh dalam hal lamanya waktu panen.

Madeleine des deux saisons (MDDS), layak untuk dikembangkan karena adaptif, tekstur dagingnya lembut dan rasanya manis.

Madeleine des deux saisons (MDDS), layak untuk dikembangkan karena adaptif, tekstur dagingnya lembut dan rasanya manis.

Dengan teknik budidaya, Marzuki panen pertama kali pada bulan ke-5 sejak awal tanam. Padahal, biasanya waktu yang diperlukan sekitar 6—7 bulan. Demikian juga dengan upaya mempertahankan kualitas citarasa dapat dipengaruhi oleh pemberian pupuk dan pemangkasan daun. Tanaman tin berasal dari Mediterania di perbatasan Eropa dan Asia dengan iklim subtropis. Oleh karena itu pekebun yang membudidayakan tin harus selektif memilih jenis.

Kolektor dan pekebun tin di Mampangprapatan, Jakarta Selatan, Fauzi Efendi, mengatakan ada 3 tipe tanaman, yakni smyrna, san pedro, dan common fig. Calon pekebun harus memahaminya sebelum mendatangkan bibit dari luar negeri. Itu penting karena terkait dengan keberhasilan dalam proses menghasilkan buah, karena tidak semua jenis tin cocok jika ditanam di daerah tropis seperti Indonesia.

Tipe smyrna jenis ara yang memerlukan penyerbukan untuk menghasilkan buah. Tanpa penyerbukan yang tepat, buah akan rontok bahkan sebelum sepenuhnya berkembang. Adapun tipe san pedro membutuhkan penyerbukan untuk pembentukan buah utama, tetapi tidak untuk breba atau buah pertama. Common figs yaitu tipe tin yang tidak membutuhkan proses penyerbukan dalam pembentukan buah. “Jenis tin tipe common figs itulah yang paling sesuai untuk dikembangkan di Indonesia,” ujar Fauzi. (Muhammad Hernawan Nugroho).

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *