Meski tumbuh di luar ruangan, tin menghasilkan buah bermualitas tinggi.

Budidaya tin di luar greenhouse tetap berpeluang menghasilkan buah bagus.

Budidaya tin di luar greenhouse tetap berpeluang menghasilkan buah bagus.

Empat buah tin blue giant yang cokelat kekuningan ranum itu berpenampilan mulus. Setelah dicicip rasanya pun manis dan legit. Padahal, Catur Pamungkas menanam tin itu di luar greenhouse. Lazimnya buah tin Ficus carica hasil dari kebun terbuka, kulit buah belang, warna kusam karena terpapar sinar matahari terik, dan ukuran buah kecil, kurang dari 50 gram. Namun, Catur Pamungkas menghasilkan buah tin lebih prima.

Pekebun di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, itu menghasilkan tin berkulit mulus, warna mengilap, dan ukuran buah cukup besar berbobot 80 gram. Catur menerapkan cara budidaya tin ala petani Jepang. Yang menonjol dari cara budidaya itu ialah percabangan hanya dua arah, yaitu ke kiri dan ke kanan mengikuti arah bedengan. Ia menanam tin di bedengan bermulsa plastik meniru teknik budidaya pekebun di negeri Matahari Terbit itu.

Tiang pengunci

Cabang tin diarahkan tumbuh horizontal.

Cabang tin diarahkan tumbuh horizontal.

Di kebun Catur batang pohon tin hanya setinggi 40—50 cm, diameter 5 cm—10 cm atau sebesar lengan orang dewasa, batang terlihat kokoh. Dari batang itu muncul dua cabang berdiameter 3—5 cm sepanjang 1—2 m yang mengarah ke kanan dan ke kiri mengikuti arah bedengan. Karena jarak tanam hanya 2 meter sehingga terlihat sangat rapat. Percabangan dua tanaman saling bersilangan.

“Seharusnya jarak tanam setiap tin minimal 4—6 m agar percabangan tidak bersentuhan,” ujar Catur. Dari cabang-cabang itu tumbuh sekitar 5—10 cabang yang mengarah ke atas. Bahkan bisa mencapai 20—25 cabang tersier pada umur 2 tahun. Jarak masing-masing cabang penghasil buah itu 20—25 cm. Setiap cabang dalam 2 bulan akan mencapai tinggi 1,5—2m dan menghasilkan 1—2kg buah.

Baca juga:  Redam Harga Daging Sapi

564_-54“Dengan metode Jepang, kita bisa memperkirakan jumlah buah yang akan dipanen,” kata pemuda yang kerap membuat film documenter itu. Kelebihan lain metode itu, pekebun mudah menjangkau buah sehingga memudahkan panen. Bila membiarkan tanaman tumbuh meninggi, pekebun sulit memanen buah. Buah tanaman anggota famili Moraceae itu tidak matang bersamaan.

564_-55Dari satu cabang, Catur hanya memanen 1—2 buah per hari yang dimulai dari pangkal cabang. Kelak saat buah berada di ujung cabang, akan membutuhkan tangga dan tenaga untuk memindahkannya ke tanaman lain. Untuk memanen tanaman tinggi tidak efisien waktu dan tenaga. Penerapan teknik Jepang mensyaratkan bibit berbatang besar dengan diameter minimal 3 cm. Dari batang besar akan memunculkan cabang yang juga besar sehingga menghasilkan buah yang juga besar. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d