Rangkaian bunga penghias meja berisi T. balileyi, T. ionantha var. vanhyningii, T. geminiflora, dan T. brachycaulos bersanding apik dengan jengger ayam kuning.

Rangkaian bunga penghias meja berisi T. balileyi, T. ionantha var. vanhyningii, T. geminiflora, dan T. brachycaulos bersanding apik dengan jengger ayam kuning.

Rangkaian sederhana tapi terkesan istimewa.

Eliana meletakkan begitu saja sekumpulan Tillandsia usnoides pada kawat gantung yang diletakkan di teras rumah. Si janggut musa itu sudah menghiasi kediamannya sejak dua tahun lalu. Warga Kota Depok, Jawa Barat, itu jatuh hati pada tillandsia lantaran bandel. Ia cukup menyiram spanish moss—sebutan lain janggut musa—itu dua kali seminggu. Adapun pupuk cair untuk kebutuhan nutrisi diberikan setiap bulan. “Tillandsia cocok dipelihara bagi kaum perkotaan yang ingin memiliki tanaman hias cantik tanpa perlu repot merawat,” ujar Eliana.

Tillandsia makin digandrungi lantaran tidak butuh tanah sebagai media sehingga pehobi seperti Eliana tak perlu berkotor-kotoran. Kerabat bromeliad itu mengambil air dan nutrisi dari udara lewat daun, bukan akar. Akar hanya berfungsi sebagai jangkar. Itu sebabnya tillandsia disebut sebagai tanaman udara. Pehobi bisa menempatkan tillandsia di papan kayu atau pot berisi kerikil dan pasir. Tanaman epifit itu juga dapat dikreasikan rupa-rupa seperti rangkaian bunga dan terarium.

Serumpun Tillandsia exserta tampil sebagai fokus rangkaian.

Serumpun Tillandsia exserta tampil sebagai fokus rangkaian.

Rangkaian bunga
Bagi Lucia Raras, perangkai bunga di Jakarta Selatan, tillandsia adalah materi flora yang menantang untuk dijadikan rangkaian bunga. Raras, sapaannya, tergelitik untuk memadukan Tillandsia ionantha bersama materi bunga lain dalam sebuah rangkaian. “Ionantha berpenampilan cantik, meski tanpa bunga,” ujarnya. Komposisi warna tanaman asal Amerika Serikat itu memang atraktif. Susunan daunnya roset berwarna hijau di pangkal dan merah di ujung.

Kecantikan ionantha semakin bertambah bila bunganya mekar memamerkan warna ungu anggur. Raras memadukan blushing bride—sebutan ionantha—bersama snap dragon jengger ayam, dan daun ruscus untuk membuat rangkaian beraliran free style. Caranya mudah sebab Raras hanya menggunakan teknik gunting dan tancap.

Baca juga:  Pionir Kantong Tanam

Rangkaian itu berupa kotak hitam berisi floral foam yang dipasangi dua bingkai perak di atasnya. Selanjutnya, Raras meletakkan snapdragon merah dan daun ruscus di sisi kiri. Sementara itu ionantha dan jengger ayam merah di sisi kanan. Posisi ionantha sengaja diletakkan di belakang bingkai sehingga terkesan ‘mengintip’.

Wadah bekas camilan sebagai media untuk merangkai tillandsia.

Wadah bekas camilan sebagai media untuk merangkai tillandsia.

Anggota Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) cabang Jakarta Selatan itu lantas memajang serumpun T. exserta di bagian depan sebagai fokus rangkaian. Wanita penyuka kopi itu menuturkan exserta berpenampilan unik. “Daunnya hijau cerah, panjang, dan melengkung sehingga gampang menarik perhatian,” ujarnya.

Setangkai T. balileyi, T. ionantha var. vanhyningii, T. geminiflora, dan T. brachycaulos pun bersanding apik dengan jengger ayam kuning di sebuat pot cokelat lengkung. Sosok baileyi yang ‘aneh’ justru membuat rangkaian tampil beda. “Sosoknya mirip tentakel berwarna hijau keperakan,” ujar Raras. Ia mengekspos keunikan tillandsia asal Texas, Amerika Serikat, itu dengan meletakkannya tepat di tengah pot dengan posisi berdiri.

Jika tak mau repot memikirkan materi flora lain yang cocok dipadupadankan dengan tillandsia, Raras memberikan trik jitu. “Ambil saja wadah lucu yang ada di sekitar rumah, misalnya pot keramik, batok kelapa, dan kantung panganan,” ujarnya. Kebetulan di kediamannya terdapat kantong camilan berwarna merah muda yang terbuat dari anyaman bambu.

Lucia Raras tertarik merangkai tillandsia lantaran bersosok unik.

Lucia Raras tertarik merangkai tillandsia lantaran bersosok unik.

Ibu tiga anak itu melubangi wadah berbentuk tabung itu di bagian depan lalu mengisinya dengan lumut-lumutan dan T. ‘cotton candy’. Cotton candy sudah cantik jadi tidak butuh materi pendamping. “Atur saja posisinya agar terkesan artistik,” ujar Raras. Cotton candy berbunga merah muda berbentuk roset dan memanjang. Dalam satu tanaman ada 6 bunga yang menyembul di antara rerimbunan daun.

Baca juga:  Wiratani Muda 2017

Minat tinggi
Raras menuturkan keuntungan menggunakan tillandsia dalam rangkaian adalah tahan lama. “Saat materi flora lain mulai layu, tillandsia masih segar,” ujarnya. Materi penunjang seperti bunga dan daun yang digunakan dapat diganti apabila sudah layu tanpa merusak bentuk rangkaian.

Gunawan Wijaya, pemilik nurseri Wijaya Orchids, di Bogor, Jawa Barat, menuturkan tillandsia memang elok dikemas dalam aneka kreasi. Gunawan, misalnya, meletakkan tillandsia-tillandsia koleksinya pada batang pohon mati. Ia juga memanfaatkan tanaman udara itu sebagai materi untuk taman dinding dan terarium.

Tillandsia elok dalam rangkaian bunga.

Tillandsia elok dalam rangkaian bunga.

Andi di Bandung, Jawa Barat, malahan memanfaatkan tanaman kerabat cryptanthus itu untuk dekorasi dinding. Ia memadukan tillandsia dengan beragam ornamen seperti kaca, lampu, dan ikan hias. Total jenderal, ia mengoleksi 200 jenis tillandsia di antaranya T. harrissii, T. funckiana, dan T. lucille.

Tillandsia juga membawa keuntungan bagi M. Magribi Dwi Ridwanto di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Pasalnya, ia rutin memperoleh pendapatan Rp3-juta per bulan dari penjualan tillandsia. Jumlah itu tergolong sedikit sebab tahun lalu bisa mencapai Rp10-juta per bulan. “Lama waktu beranak menjadi kendala perniagaan tillandsia. Padahal, permintaan sangat tinggi,” ujar Magribi. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d