Tiga kumis kucing baru berproduktivitas tinggi, 24 ton per ha. Kaya senyawa sinensetin.

Petani membutuhkan varietas berproduksi tinggi dan banyak mengandung senyawa aktif sinensetin yang efektif mengatasi bati ginjal dan hipertensi.

Petani membutuhkan varietas berproduksi tinggi dan banyak mengandung senyawa aktif sinensetin yang efektif mengatasi bati ginjal dan hipertensi.

Ridwan Anwar tak mampu memenuhi permintaan pasar Jepang 1,5 ton kumis kucing per bulan. Pekebun kumis kucing di Bogor, Jawa Barat, itu hanya menuai 300 kg kering per bulan dari lahan 1 ha sekali panen. Ia menanam kumis kucing dengan jarak tanam rapat yaitu 10 cm x 10 cm untuk menghindari tumbuhnya gulma. “Untuk mendapatkan prosuksi hingga 700 kg, kami masih perlu produksi dari pekebun mitra di sekitar Bogor,” ujar Anwar.

Menurut Anwar permintaan kumis kucing masih ada hingga sekarang. Kini petani memiliki pilihan menanam varietas kumis kucing berproduksi tinggi, yakni orisina 1 agribun. Orisina 1 agribun memiliki produksi stabil. Potensi produksi mencapai 24,69 ton terna segar per ha dalam dua kali panen. Produksi itu setara 2,469 ton kering. Untuk menghasilkan 1 kg kering memerlukan 10 kg segar. Populasi 40.000 tanaman per ha.

Senyawa aktif

Perbedaan daun kumis kucing varietas baru dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Bentuk daun orisina 1 agribun, orisina 2, dan orisina 3 (dari atas ke bawah).

Perbedaan daun kumis kucing varietas baru dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Bentuk daun orisina 1 agribun, orisina 2, dan orisina 3 (dari atas ke bawah).

Bentuk batang orisina 1 agribun persegi empat dengan arah percabangan tegak sehingga tidak memerlukan jarak tanam yang lebar. “Biasanya petani menanam kumis kucing dengan jarak tanam 40 cm x 40 cm,” ujar Dr Otih Rostiana, pemulia kumis kucing di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Bentuk daun lonjong dengan tepi daun bergerigi. Panjang daun kumis kucing baru itu 6,20—6,24 cm, lebar 2,92—2,15 cm, dan panjang ruas batang 6,27—6,72 cm.

Baca juga:  Lepas Kacamata Karena Buah Okra

Dengan ukuran daun seperti itu maka orisina 1 agribun termasuk kumis kucing dengan daun yang tidak rimbun. Panen setiap dua bulan sekali. Dalam sekali tanam idealnya tanaman kumis kucing dapat dipanen hingga empat kali. Menurut Otih kumis kucing yang banyak ditanam petani belum tersertifikasi sehingga mutunya tidak terjamin. Kelebihan lain kumis kucing baru itu mengandung lebih banyak senyawa aktif sinensetin.

“Kumis kucing berbunga ungu itu memiliki sinensetin lebih tinggi daripada kumis kucing berbunga putih. Kadar sinensetin orisina 1 agribun dari ranting dan daunnya mencapai 0,094,” ujar Dr Otih Rostiana. Sinensetin merupakan senyawa aktif utama yang mampu mengobati batu ginjal, hipertensi, dan bersifat diuretik atau peluruh urine. Menurut Otih sinensetin mampu menurunkan tekanan darah melalui diuretik atau memperlancar keluarnya air seni.

Dr Otih Rostiana, ketua tim penelitian kumis kucing di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Dr Otih Rostiana, ketua tim penelitian kumis kucing di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Selain itu, “Kumis kucing juga dapat mengatasi perlemakan yang berlebihan pada kantong empedu,” ujar herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati. Menurut Otih kandungan senyawa sinensetin tidak hanya terdapat di daun, tetapi ada juga di ranting. Petani memanen kumis kucing dengan cara memangkas bagian atas tanaman dan menyisakan 20—30 cm dari permukaan tanah.

Seleksi
Otih dan rekan menyeleksi untuk mendapatkan kumis kucing berkualitas yang tersertifikasi. Mereka menyeleksi tanaman hasil eksplorasi di beberapa daerah seperti Provinsi Jawa Barat, Provinsi Papua, dan Sulawesi Utara. Dari 12 aksesi tanaman pada 2009 terpilih 6 tanaman yang diuji multi lokasi selama 2 tahun. Hasil uji multi lokasi itu menghasilkan varietas tiga varietas kumis kucing baru, yakni orisina 1 agribun, orisina 2 agribun, dan orisina 3 agribun.

Kumis kucing baru orisina 1 agribun berbunga ungu. Mengandung lebih tinggi senyawa aktif sinensetin daripada jenis berbunga putih.

Kumis kucing baru orisina 1 agribun berbunga ungu. Mengandung lebih tinggi senyawa aktif sinensetin daripada jenis berbunga putih.

Berbeda dengan orisana 1 agribun, dua varietas lain memiliki bunga berwarna putih. Kebanyakan petani kumis kucing membudidayakan tanaman berbunga putih. Nama orisina kombinasi antara nama ilmiah Orthosiphon stamieus dan pemendekan Indonesia sehingga menjadi orisina. Keunggulan kumis kucing orisina 2 agribun dan orisina 3 agribun adalah ukuran dan jumlah daun lebih banyak daripada orisina 1 agribun.

Baca juga:  Kunci Rawat Ikan Killi

Bentuk percabangan orisina 2 dan 3 melebar, panjang daun masing-masing 6,63—6,97 cm dan 6,83—7,26 cm, dan panjang tangkai 0,68 cm dan 0,52 cm. Kedua varietas baru itu memiliki perbedaan bentuk daun. Orisina 2 agribun memiliki bentuk daun lonjong, sedangkan orisina 3 agribun berbentuk belah ketupat. Kedua varietas itu memiliki arah percabangan yang melebar sehingga diperlukan jarak tanam yang lebih lebar pula.

Kumis kucing orisina 2 memiliki potensi hasil lebih banyak dibaningkan orisina 1.

Kumis kucing orisina 2 memiliki potensi hasil lebih banyak dibaningkan orisina 1.

Idealnya jarak kumis kucing ditanam dengan jarak tanam 40 cm x 60 cm. Potensi hasil kedua varietas itu juga lebih banyak dibandingkan dengan orisina 1 agribun. Perkiraan produksi orisina 2 agribun mencapai 38,43 ton terna segar dalam dua kali panen, sedangkan orisina 3 agribun mencapai 39,94 ton terna segar per ha. Populasi mencapai 40.000 tanaman per ha. Menurut Otih penanam kumis kucing sangat mudah, dengan menyetek batang tua berukuran 10—15 cm.

Agar pertumbuhan tanaman seragam, Otih menyarankan melakukan pembenihan dulu selama 2 pekan di dalam polibag. Setelah itu bibit siap tanam dan dipanen 1,5—2 bulan kemudian. Ketiga varietas baru itu tumbuh dengan baik di tiga ketinggian berbeda, yaitu 240 meter, 350 meter, dan 550 meter di atas permukaan laut dpl. Kini varietas baru itu diperbanyak di Kebun Percobaan Manoko Lembang, Jawa Barat, di ketinggian 1.200 meter.

Menurut Kepala Kebun Percobaan Manoko, Dedy Suheryadi, sekitar 1.000 m² lahan di kebun Manoko ditanami kumis kucing baru. Selain untuk pelestarian plasma nutfah, kebun itu juga menyediakan bibit untuk para petani. (Ian Purnama Sari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments