Penampilan yang apik dan atraktif mengantarkan Kayu Patah meraih gelar BOB

Penampilan yang apik dan atraktif mengantarkan Kayu Patah meraih gelar BOB

Pertama kali turun di kontes nasional, Kayu Patah menyabet 3 gelar sekaligus. 

Pukul 16.20 berlangsung penilaian kelas best of the best (BOB) berlangsung. Itu kelas paling bergengsi di kontes ayam serama. Kelas itu mempertandingkan serama jantan juara di setiap kelas. Saat itu serama yang bertanding meliputi kampiun kelas jantan dewasa A Pesona 9, Young Phenom (jantan dewasa B), Ken Master (jantan tanpa lawi), Tarost (jantan remaja), dan Kayu Patah (jantan muda).

Di antara kontestan, serama yang paling berpengalaman adalah Pesona 9. Klangenan milik Edy Yuwono dari Kediri, Jawa Timur, itu beberapa kali menjuarai kontes serama nasional. Pada kontes serama Piala Amin Jakarta 2013, Pesona 9 menyabet gelar BOB. Sementara pada kontes serama Giant Cup 2013 Pesona 9 menjadi pemenang di kelas jantan dewasa A.

Perawatan maksimal membuat Boychi menggondol BOC

Perawatan maksimal membuat Boychi menggondol BOC

Serama impor

Sore itu kesuksesan Pesona 9 terhenti. Setelah 5 menit serama-serama itu beradu molek, 5 juri—Hengky Kumis, Sayong Fahreza, Rudi Pelung, Andri, dan Yatno—menetapkan Kayu Patah milik Dani Hermawan dari Karawang, Provinsi Jawa Barat, sebagai BOB. “Penampilan ayam itu maksimal dan stabil selama penjurian,” kata Rudi Pelung, koordinator juri. Kayu Patah pantas juara sebab sepanjang penjurian dada ayam itu terus membusung sambil berjalan bak peragawan.

Tidak hanya itu prestasi Kayu Patah. Serama berumur 7 bulan itu juga menjadi kampiun di kelas laga bintang. Pada kelas itu juri hanya menilai gaya ayam. Oleh karena itu, serama yang bertanding harus memiliki stamina prima agar tampil optimal. Kayu Patah menjadi yang terbaik setelah mengalahkan B 70 milik Catur Didik dan Pesona 9 kepunyaan Edy Yuwono. Sebelumnya serama itu juga menjadi pemenang di kelas jantan muda. Pemilik Kayu Patah, Dani Hermawan, senang dengan keberhasilan itu.

Dani mendapatkan Kayu Patah dari Trengganu, Malaysia. Ia rela merogoh kocek hingga Rp45-juta untuk mendapatkan serama itu. “Harga itu sesuai dengan kualitas ayam,” kata Dani. Nama ayam itu berasal dari gayanya yang kerap melempar sayap saat berjalan. “Saat itu sayapnya kaku seperti kayu patah,” kata Dani. Kontes itu ajang perdana Dani mengikutkan adu cantik serama dan langsung mendapat 3 gelar.

Ketua panitia Murtopo (kiri) menyerahkan piala BOB kepoada Dani Hermawan pemilik Kayu Patah

Ketua panitia Murtopo (kiri) menyerahkan piala BOB kepoada Dani Hermawan pemilik Kayu Patah

Perawatan sehari-hari Kayu Patah sama dengan serama lain. Setiap hari Dani memberikan beras merah, milet, voer, dan jagung giling. Agar ayam tetap sehat ia juga memberikan vitamin. Untuk kebutuhan protein Dani memberikan 3 jangkrik sepekan sekali. Pertandingan seru lainnya yaitu perebutan best of chick (BOC). Kelas itu mempertandingkan kelas anakan. Peserta kelas ini meliputi pemenang kelas anakan jantan A Romeo, Boychi (anakan jantan B), Aistana (anakan betina A), dan Putri Kuda (anakan betina B).

Baca juga:  Rahasia Ohara Jadi Jawara

Penjurian akurat

Setelah 5 menit menilai, juri menobatkan Boychi milik Adi Purwono alias Penjahat Unyil asal Pondokcabe, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, sebagai BOC. “Kinerja serama itu stabil dan lebih aktif ketimbang lawannya,” kata juri asal Jakarta, Rudi Pelung. Itu gelar BOC pertama Boychi di kontes serama nasional. “Saya sangat senang dengan keberhasilan ini,” ucap Adi.

Sebelumnya ia tak menyangka Boychi mendapat BOC. Sebab serama yang bertanding di kontes itu berasal dari berbagai daerah dan tentunya berkualitas bagus. Nama Boychi disematkan karena serama itu keturunan ayam chitah. Adi membeli ayam berumur 3 bulan itu seharga Rp1-juta. “Itu harga yang sepadan dengan kualitas ayam” ujar Adi. Ayam yang dibeli pada November 2013 itu berasal dari Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Pesona 9 saingan berat Kayu Patah

Pesona 9 saingan berat Kayu Patah

Menurut Adi Boychi bisa juara karena ayam itu aktif. Perawatan Boychi juga sederhana. Setiap pukul 07.00—07.30 Dani menjemur Boychi. Kemudian ia memberikan setengah genggam beras merah. Setelah pulang kerja, pada pukul 20.00—20.30 Ia melatih Boychi di atas meja. Itu bertujuan untuk membentuk mental ayam. Untuk menghadapi kontes, ia memberikan 10 jangkrik pada pagi dan sore. Dengan perawatan itu Boychi tampil maksimal.

Acara yang bertajuk Kontes Nasional Kecantikan & Seni Ayam Serama MSI Cup II itu berlangsung meriah. Kontes yang diselenggarakan Modern Serama Indonesia (MSI) itu diikuti 200 peserta dari berbagai daerah di tanahair. Seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Kediri, dan Lampung. “Jumlah peserta melebihi target panitia yang hanya 175 serama,” kata ketua panitia, Murtopo. Menurut Murtopo sistem penilaian pada kontes itu kembali ke awal, yaitu 1 juri menilai 1 serama. “Dengan begitu penilaian juri lebih akurat,” kata pria berkacamata itu. (Riefza Vebriansyah)

Baca juga:  Kampiun Dua Kontes

 

Kelas

Juara

Nama Ayam

Pemilik/Tim

Laga Bintang

I

Kayu Patah* Dua Saudara/SIC

II

B 70 Penjahat Unyil/NewBase

III

Pesona 9 Dua Saudara/SIC
Jantan Dewasa A

I

Pesona 9 Catur Didik/KSB

II

Saigon Kick Edy Yuwono/RSK

III

Dorna Edy Yuwono/RSK
Jantan Dewasa B

I

Young Phenom Dorry PSF/Jak Fighter

II

Raja Galau Murtopo/MSI

III

Tigrey Murtopo/MSI
Jantan Tanpa Lawi

I

Ken Master Bems/Serdebro

II

B70 Doni/SIC

III

Zeppelin Mario/SIC
Jantan Remaja

I

Tarost Catur Didik/KSB

II

The Beat Dorry/Jak Fighter

III

Komet Maman/NewBase
Jantan Muda

I

Kayu Patah Dua Saudara/SIC

II

Donjuan Agus Metro/Jak Fighter

III

Yellow Orchadz Doni/SIC
Betina Remaja

I

Putri Uma Bems/Serdebro

II

Sha Shin Kusnandar/NewBase

III

Miss Cabe-cabean Erost/NewBase
Betina Dewasa

I

Rere Mbah Waluki/SFC

II

Lady Dee Pak Widi/AHB

III

Lady Jaguar Imam Boy/Serdebro
Anakan Jantan A

I

Romeo Dboy/NewBase

II

Peluru Mas Aleng/SIC

III

Jokotole Guantoro/SIC
Anakan Jantan B

I

Boychi** Penjahat Unyil/NewBase

II

Putra RSK Edy Yuwono/RSK

III

Bagong Imam Mboy/Serdebro
Anakan Betina A

I

Aistana Wawan/SIC

II

Lintang Utara Isyak/SIC

III

Putri Bintang Rony/KSB
Anakan Betina B

I

Putri Kuda Agus Metro/Jak Fighter

II

Gadis Liar Edwin/Jak Fighter

III

Gadis Kereta Dearly/Serdebro
Jantan Klasik/Ekshibisi

I

Arjuna Jerry Serama/NewBase

II

Gery Mbah Waluki/SFC

III

Naga Rinting Edy Mulyono/KSB
* Best of the best (BOB)
** Best of the chic (BOC)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d