Oh nooo, You use Adblocker!
Your Adblocker is active! It is preventing us to show you our content.

Tiga Gelar Kayu Patah!

Tiga Gelar Kayu Patah! 1
Penampilan yang apik dan atraktif mengantarkan Kayu Patah meraih gelar BOB

Penampilan yang apik dan atraktif mengantarkan Kayu Patah meraih gelar BOB

Pertama kali turun di kontes nasional, Kayu Patah menyabet 3 gelar sekaligus. 

Pukul 16.20 berlangsung penilaian kelas best of the best (BOB) berlangsung. Itu kelas paling bergengsi di kontes ayam serama. Kelas itu mempertandingkan serama jantan juara di setiap kelas. Saat itu serama yang bertanding meliputi kampiun kelas jantan dewasa A Pesona 9, Young Phenom (jantan dewasa B), Ken Master (jantan tanpa lawi), Tarost (jantan remaja), dan Kayu Patah (jantan muda).

Di antara kontestan, serama yang paling berpengalaman adalah Pesona 9. Klangenan milik Edy Yuwono dari Kediri, Jawa Timur, itu beberapa kali menjuarai kontes serama nasional. Pada kontes serama Piala Amin Jakarta 2013, Pesona 9 menyabet gelar BOB. Sementara pada kontes serama Giant Cup 2013 Pesona 9 menjadi pemenang di kelas jantan dewasa A.

Perawatan maksimal membuat Boychi menggondol BOC

Perawatan maksimal membuat Boychi menggondol BOC

Serama impor

Sore itu kesuksesan Pesona 9 terhenti. Setelah 5 menit serama-serama itu beradu molek, 5 juri—Hengky Kumis, Sayong Fahreza, Rudi Pelung, Andri, dan Yatno—menetapkan Kayu Patah milik Dani Hermawan dari Karawang, Provinsi Jawa Barat, sebagai BOB. “Penampilan ayam itu maksimal dan stabil selama penjurian,” kata Rudi Pelung, koordinator juri. Kayu Patah pantas juara sebab sepanjang penjurian dada ayam itu terus membusung sambil berjalan bak peragawan.

Tidak hanya itu prestasi Kayu Patah. Serama berumur 7 bulan itu juga menjadi kampiun di kelas laga bintang. Pada kelas itu juri hanya menilai gaya ayam. Oleh karena itu, serama yang bertanding harus memiliki stamina prima agar tampil optimal. Kayu Patah menjadi yang terbaik setelah mengalahkan B 70 milik Catur Didik dan Pesona 9 kepunyaan Edy Yuwono. Sebelumnya serama itu juga menjadi pemenang di kelas jantan muda. Pemilik Kayu Patah, Dani Hermawan, senang dengan keberhasilan itu.

Dani mendapatkan Kayu Patah dari Trengganu, Malaysia. Ia rela merogoh kocek hingga Rp45-juta untuk mendapatkan serama itu. “Harga itu sesuai dengan kualitas ayam,” kata Dani. Nama ayam itu berasal dari gayanya yang kerap melempar sayap saat berjalan. “Saat itu sayapnya kaku seperti kayu patah,” kata Dani. Kontes itu ajang perdana Dani mengikutkan adu cantik serama dan langsung mendapat 3 gelar.

Ketua panitia Murtopo (kiri) menyerahkan piala BOB kepoada Dani Hermawan pemilik Kayu Patah

Ketua panitia Murtopo (kiri) menyerahkan piala BOB kepoada Dani Hermawan pemilik Kayu Patah

Perawatan sehari-hari Kayu Patah sama dengan serama lain. Setiap hari Dani memberikan beras merah, milet, voer, dan jagung giling. Agar ayam tetap sehat ia juga memberikan vitamin. Untuk kebutuhan protein Dani memberikan 3 jangkrik sepekan sekali. Pertandingan seru lainnya yaitu perebutan best of chick (BOC). Kelas itu mempertandingkan kelas anakan. Peserta kelas ini meliputi pemenang kelas anakan jantan A Romeo, Boychi (anakan jantan B), Aistana (anakan betina A), dan Putri Kuda (anakan betina B).

Penjurian akurat

Setelah 5 menit menilai, juri menobatkan Boychi milik Adi Purwono alias Penjahat Unyil asal Pondokcabe, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, sebagai BOC. “Kinerja serama itu stabil dan lebih aktif ketimbang lawannya,” kata juri asal Jakarta, Rudi Pelung. Itu gelar BOC pertama Boychi di kontes serama nasional. “Saya sangat senang dengan keberhasilan ini,” ucap Adi.

Page :
Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x