Gandewa cabai bongsor dengan bobot 10—15 gram per buah yang diminati petani Jawa Barat.

Gandewa cabai bongsor dengan bobot 10—15 gram per buah yang diminati petani Jawa Barat.

Cabai baru yang genjah, produksi tinggi, serta tahan hama dan penyakit.

Petani lazimnya hanya 5—7 kali memanen cabai dalam satu periode budidaya. Namun, Masrudin menuai cabainya hingga 15 kali. Produktivitas cabai di lahan petani di Kelurahan Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pun melambung, hingga 2 kg per tanaman. Umumnya produktivitas cabai merah besar berkisar 1 kg per tanaman. Artinya, peningkatan produksi mencapai 100%.

Produksi cabai di lahan Masrudin melonjak sejak 2016. Saat itu ia menanam cabai varietas baja di lahan 4 hektare. Populasi mencapai 16.000 tanaman per hektare. Petani sejak 2005 itu menanam secara bertahap dengan luasan beragam, yakni 2.000 m², 1 ha, hingga 2,5 ha. Interval tanam 30—45 hari. Ketika magori atau panen untuk kali pertama Masrudin menuai 2,5—3 ton dari lahan …. m2.

Cabai genjah
Ketika harga jual mencapai Rp60.000 per kg sehingga omzetnya Rp 17-juta per musim. Masrudin dapat menjual cabai baja dengan harga lebih tinggi. Menurut pria kelahiran Banyuwangi itu harga cabai besar lain ketika itu Rp20.000—Rp30.000 per kg. Keuntungan lain cabai baja bersifat genjah alias panen lebih cepat, yakni 85 hari setelah tanam (hst). Cabai varietas lain rata-rata panen pada umur 90—105 hari.

Cabai baja toleran terhadap virus gemini dan dapat dipanen hingga 15 kali dalam satu periode budidaya.

Cabai baja toleran terhadap virus gemini dan dapat dipanen hingga 15 kali dalam satu periode budidaya.

Cabai baru itu merupakan hasil pemuliaan PT East West Seed Indonesia (EWSI). Menurut anggota staf spesialis produk cabai PT EWSI, Rizza Fariz Syaukani, cabai besar baja rilis pada 2016. Potensi hasil sekitar 20—27 ton per hektare. Rizza menyarankan petani menanam cabai berjarak tanam 60 cm x 70 cm pada musim hujan. Adapun jarak tanam pada musim kemarau 50 cm x 60 cm. “Sebaiknya jarak penanaman cabai dibedakan pada saat perubahan cuaca, agar dapat mengatur kelembapan lingkungan,” ujar ayah satu orang anak itu.

Baca juga:  Kuncinya Pasar

Rizza menyarankan, petani sejatinya mampu memetik cabai hingga 20 kali. Cabai baja hasil persilangan dari tetua varietas lokal. Hasil persilangan itu menghasilkan varietas cabai merah besar berdaya adaptasi lebih luas dan produksi tinggi. Para pemulia EWSI meneliti cabai baja lebih dari 4 tahun. Mereka menyeleksi 8—10 kali. Setelah itu pemulia menguji multilokasi di beberapa sentra di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Salah satu petani yang menanam cabai Baja F1.

Salah satu petani yang menanam cabai Baja F1.

Sosok buah cukup besar. Bobot 10—15 gram per buah atau satu kilogram terdiri atas 80 buah. Selain itu petani juga dapat memanen cabai hijau, 45—50 hari sejak penyerbukan. Rasanya pun lebih pedas dan tahan lama hingga 7 hari setelah panen. Menurut Rizza, kualitas buah sangat baik, yakni berwarna merah, mengilap, kulit lebih halus, mulus, serta ukuran seragam. Keunggulan lain cabai baja toleran terhadap penyakit layu bakteri Phythopthora sp., tahan ujung kuning pada buah, dan toleran virus gemini.

Gandewa

Pekebun lain di Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahmad Yani, juga menanam cabai yang produktif. Produktivitas cabai merah besarnya mengalami kenaikan hingga 1,5—2 kg per tanaman. Sejak Juni 2016 ia menanam cabai gandewa. Pada penanaman pertama ia membudidayakan 250 bibit di lahan 700 m². Panen total mencapai 3 ton semusim. Ketika panen harga jual mencapai Rp 25.000 per kg.

Rizza Fariz Syaukani, anggota staf spesialis produk cabai PT East West Seed Indonesia (EWSI).

Rizza Fariz Syaukani, anggota staf spesialis produk cabai PT East West Seed Indonesia (EWSI).

Keuntungan hasil budidaya mencapai Rp9.800.000. Itu meningkat dari penanaman sebelumnya hingga 65—70%. Pekebun cabai sejak tahun 1998 itu sebelumnya hanya mendapat hasil penjualan Rp2.500.000—Rp5.650.000 per musim. Ukuran buah gandewa cukup besar berbobot 14—15 gram per buah. Cabai dapat panen setelah 85—90 hari setelah tanam (hst). Varietas gandewa F1 merupakan produksi PT East West Seed Indonesia (EWSI).

Baca juga:  Super Oranye Mutu Super

Pekebun cabai dapat juga memilih varietas unggul lain, yaitu varietas spiro produksi PT Clause Indonesia. Menurut national sales manager, Eko Hadi Afandi, potensi hasil sekitar 20—25 ton per hektare. Jarak tanam 50 cm x 50 cm sehingga populasi mencapai 15.000 tanaman per ha. Frekuensi panen spiro hingga 15 kali dalam satu periode tanam. Selain hasil produksi tinggi, ukuran buah relatif besar, yakni15—17,3 cm dan berdiameter 0.5—0,7 cm.

Kebun cabai milik Ahmad Yani, omzet meningkat setelah menanam varietas gandewa.

Kebun cabai milik Ahmad Yani, omzet meningkat setelah menanam varietas gandewa.

Gandewa juga bersifat genjah, yakni magori atau berbuah perdana pada umur 80 hari setelah tanam. Para pemulia meneliti lebih dari 5 tahun. Seleksi berlangsung di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Petani juga dapat memanen hijau. Rasanya pun lebih pedas dan lebih tahan lama hingga 7 hari setelah panen. Menurut Eko untuk mendapatkan cabai yang baik dengan harga jual yang tinggi seperti itu tentunya membutuhkan persiapan media tumbuh yang baik.

Sterilisasi media semai dengan menggunakan fungisida dapat mencegah rebah batang. Penambahan pupuk kandang serta tanah dengan perbandingan 1:1 dapat membantu cabai memiliki daging buah tebal dan keras. Dengan demikian cabai lebih baik dan tidak mudah busuk. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d