Amarcrinum howardii, hasil persilangan Amarylis belladonna dengan Crinum moorei. Persilangan dilakukan oleh Peneliti tanaman hias di Universitas Georgetown, Washington, Amerika Serikat.

Amarcrinum howardii, hasil persilangan Amarylis belladonna dengan Crinum moorei. Persilangan dilakukan oleh Peneliti tanaman hias di Universitas Georgetown, Washington, Amerika Serikat.

Bunga bakung hasil silangan terbaru, eksotis, harum, dan tahan lama.

Ketika bakung berbunga, saat tepat mengundang kerabat. Berswafoto atau selfie dengan latar bunga bakung baru amat pas. Harap mafhum, bakung baru itu istimewa. Panjang kelopak bunganya saja mencapai 13—15 cm dan tebal. Lazimnya panjang mahkota bakung hanya 8 cm dan tipis. Petal bunga memanjang hingga 8—10 cm lebih. Padahal, umumnya petal krinum hanya 5 cm.

Bakung anyar itu hasil silangan tangan dingin Esther Tan, penyilang di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu seorang anak itu belum memberi nama pada hasil silangannya. Kelebihan lain bakung baru itu, beraroma harum, bunga mampu bertahan hingga 10 hari sejak mekar. Untuk menghasilkan varietas baru itu, Esther memerlukan waktu 2 tahun. Ia memilih Crinum sp atau rain lili sebagai induk betina dan Amaryllis gervase sebagai induk jantan.

Merah muda

Rain lili unggul karena memiliki kelopak besar serupa dengan amarilis dan mengeluarkan aroma wangi. Adapun kelebihan Amaryllis gervase berkelopak tebal, beraroma wangi, dan bunga mekar tahan hingga 5—7 hari. Kedua tanaman itu berbeda genus, tetapi masih berkerabat. Keduanya anggota famili Amaryllidaceae. Esther mengambil benang sari rain lili dengan tusuk gigi atau cotton bud dan menempelkan pada kepala putik amarilis.

Pada pertengahan 2017 bunga amarilis itu kemudian menghasilkan biji. Esther lantas menyemai 10 benih bakung itu. Tanaman-tanaman

Crinum lolita aroma wangi tahan hingga 7 hari.

Crinum lolita aroma wangi tahan hingga 7 hari.

itu tumbuh subur. Pada umur 2—3 bulan, sebanyak 5 pod—kantong benih pun berbunga. Warna bunganya elok nian. Persilangan itu cenderung menghasilkan keturunan berbunga merah muda, putih, dan hijau di bagian dalamnya. Hasil merah muda mencapai 70%. Sisanya putih dan hijau.

Baca juga:  Jawara Pedas dari Toraja

Itu warisan induk Amaryllis gervase. Perpaduan dua karakter dalam satu tanaman membuatnya terlihat istimewa. Amarilis dan rain lili menyukai paparan sinar matahari sehingga pas untuk pehobi di berbagai daerah di Indonesia. Lucy Hairman juga menyilangkan Crinum moorei sebagai induk jantan dan Amaryllis belladonna. Peneliti tanaman hias di Universitas Georgetown, Washington, Amerika Serikat, menghasilkan tanaman istimewa.

Crinum summer glow membutuhkan waktu 25 hari hingga layu sepenuhnya.

Crinum summer glow membutuhkan waktu 25 hari hingga layu sepenuhnya.

Silangan itu menghasilkan warna bunga yang senada dengan induk betina. kelebihan tanaman itu warna putih yang pekat, mahkota tebal, dan bunga besar. Lucy Hairman menyebut persilangan antargenus itu dengan Amarcrinum howardii. Silangan baru itu mewarisi sepal dan petal berwarna cerah, susunan bunga rapi dengan jumlah kuntum melimpah hingga 5 bunga per tangkai.

Crinum pecan tree memiliki bentuk mahkota yang panjang dengan warna putih pekat.

Crinum pecan tree memiliki bentuk mahkota yang panjang dengan warna putih pekat.

Kelebihan lain bunga beraroma wangi dan mampu bertahan selama 7 hari. Selain itu, silangan asal negeri Abang Sam itu lebih cepat berbunga daripada Amaryllis belladonna. Silangan itu terkesan kokoh, tinggi tanaman mencapai 100 cm. Bentuk bunga juga unik karena bersepal dan petal melengkung ke belakang sehingga menampilkan bagian mahkota ungu.

Crinum

Lucy juga menyilangkan Crinum lolita dan Crinum summer glow. Menurut doktor Sistem Rekayasa Tanaman alumnus Universitas George Washington, Amerika Serikat, itu kelebihan Crinum lolita saat berbunga tampak semarak. Maklum sedompol terdiri atas 5—10 kuntum. Adapun kelebihan Crinum summer glow sebagai induk betina bermahkota putih pekat. Penampilannya unik bergaris merah muda di bagian luar mahkota. Sosoknya bongsor berdiameter 12 cm. Sedompol terdiri dari 6—8 kuntum.

Hasil silangan berbunga besar, diameter 12 cm. Itu hampir seukuran tutup gelas. Lazimnya bunga bakung berdiameter hanya 8 cm. Warna putih dan merah muda terang berpadu serasi menghias mahkota. Garis merah muda terang membatasi tepi bunga. Petal tegak dan kokoh, selongsong bunga kuning cerah. Crinum anyar rajin berbunga. Tanaman berbunga perdana pada umur 7—9 bulan setelah tanam. Interval berbunga hanya 5 bulan sekali.

Bakung baru hasil persilangan antara Amaryllis gervase (induk betina, kiri) dan Crinum rain lili.

Bakung baru hasil persilangan antara Amaryllis gervase (induk betina, kiri) dan Crinum rain lili.

Selain itu daya tahan bunga—dari kuncup hingga mekar dan kemudian layu— mencapai 20 hari. Lucy mengamati selama 12 kali masa berbunga. Menurut peneliti tanaman hias di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian di Jawa Timur, Suskandari Kartikaningrum, di habitat aslinya, amarilis dan rain lili terbiasa menerima sinar matahari dalam intensitas tinggi. ”Bahkan ada yang hidupnya di daerah pantai yang panas,” kata Suskandari.

Baca juga:  Andalan Atasi Asma

Selama kelembapan udara tinggi, hasil persilangan amarilis dan rain lili itu tetap dapat hidup. Keragaman warna dan bentuk rain lili sangat terbatas. Sebaliknya amarilis memiliki beberapa tampilan baru. Warna bunganya hanya putih dengan sedikit perbedaan adanya semburat berwarna pink dan merah di ujung dan tengah petal bunga. Bunga tunggal berpetal 5 helai, tipe semi ganda antara 6—10 helai, dan tipe ganda antara 10—14 helai.

Menurut Kuswandari, program pemuliaan untuk menghasilkan varietas baru anggota famili Amaryllidaceae masih langka. Persilangan berpeluang untuk menghasilkan varian baru. Tingkat keberhasilan persilangan sangat kecil, hanya 2—5%. Hal itu dipengaruhi oleh persilangan yang terbatas. Hanya dapat dilakukan antara bunga tunggal dengan ganda.
Salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk memperoleh varietas unggul adalah seleksi terhadap kultivar lokal. Hal serupa dapat dilakukan pada varietas introduksi yang telah lama beradaptasi di suatu lingkungan. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dibuat beberapa kriteria seleksi, yaitu: warna bunga bermacam-macam, tangkai pendek dan kekar, kesegaran bunga lama, tahan serangan hama dan penyakit, serta penampilan bunga kompak dan menarik. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d