Tiada Bunga, Daun Bisa 1
Xanthostemon variegata dari Australia, variegata putih terletak di tengah daun

Xanthostemon variegata dari Australia, variegata putih terletak di tengah daun

Xanthostemon daun variegata tetap cantik saat tidak berbunga.

Sosok putik emas Xanthostemon chrysanthus di sebuah nurseri di Australia itu mencuri hati Ricky Hadimulya. Bunga tanaman kerabat jambu air itu kuning cerah. Ketika bunga bermekaran bak kembang api. Jika sedang tak berbunga, terutama saat musim hujan, pun tanaman anggota famili Myrtaceae itu tetap elok. Sebab, penampilannya memang seronok. Ia bukan putik emas biasa, tetapi variegata. Daunnya hijau segar dengan bagian tengah kuning.

Ricky, pemilik Nurseri Hara di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, sebetulnya memiliki 4 varian putik emas. Ada yang berbunga kuning muda, merah, dan merah muda. Namun, keempat varian itu nonvariegata. Ketika sedang tak berbunga, keelokannya seolah sirna. Yang tersisa hanya daun-daun hijau, tak ubahnya pohon jambu air. Sosok putik emas memang persis jambu air. Bedanya ukuran daun putik emas lebih kecil dan ramping, panjang hanya 15 cm, sedangkan jambu air mencapai 20-30 cm.

Varian bunga merah, bunga munga lebih cerah, tetapi pertumbuhan lebih lambat

Varian bunga merah, bunga munga lebih cerah, tetapi pertumbuhan lebih lambat

Varian variegata

Wajar bila Ricky Hadimulya kesengsem saat melihat tanaman asli Australia berdaun variegata. Ia memboyong putik emas variegata itu ke Depok pada 2012. Varian baru itu mengalami mutasi warna di bagian tengah daun. Sementara bagian tepi daun tetap hijau dengan persentase seimbang. Bahkan saat cuaca panas, bagian variegata lebih dominan terutama di bagian pucuk tanaman. “Meski variegata ia tetap rajin berbunga,” ujar Ricky Hadimulya.

Tidak lama berselang, Ricky kembali menemukan dua varian baru xanthostemon variegata. Varian baru itu, kebalikan dari variegata pertama. Bila sebelumnya variegata terletak di bagian tengah, pendatang baru dari Thailand itu mengalami mutasi di bagian pinggir daun. Ricky belum mengetahui jenisnya, karena tanaman belum berbunga. Namun, dari bentuk daunnya, putik emas asal negeri Gajah Putih itu mirip varian bunga kuning muda. Keduanya sama-sama berdaun runcing. Bunga kuning cerah memiliki daun dengan ujung tumpul.

Baca juga:  Ragam Bahan Kefir

Varian kedua asal Thailand berdaun runcing. Ukuran daun hanya setengah dari varian pertama. Pendatang anyar itu pertumbuhannya lebih lambat dari 2 saudaranya yang variegata. Meski tingginya telah 1 m, ia belum sekali pun berbunga. Namun, karena pertumbuhannya lambat, ia mempunyai potensi sebagai tanaman pot. Padahal, lazimnya pertumbuhan putik emas relatif cepat dan rajin berbunga.

Meski variegata, bunganya tetap lebat

Meski variegata, bunganya tetap lebat

Semarakkan taman

Menurut Ricky Hadimulya, tinggi xanthostemon bisa mencapai 5 meter. “Saya pernah melihat pohonnya setinggi 5-6 m di pinggir jalan di Singapura,” kata Ricky. Menurut Ir Hari Harjanto, perancang taman di Depok, Jawa Barat, pertumbuhan xanthostemon memang cepat, tetapi masih tergolong medium. Ia kerap menggunakan putik emas dalam taman buatannya. Pemakaian xanthostemon sebagai penghias taman di Indonesia relatif baru. Wajar bila tinggi tanaman kebanyakan masih berkisar 1-2 m.

Varian dari Thailand, variegata pada tepi daun

Varian dari Thailand, variegata pada tepi daun

Putik emas memang semarak bunga. Namun, tanaman hias kerabat salam Syzygium polyanthum itu bukannya tanpa kelemahan. Menurut Ferdian A.S. SSi, pemilik nurseri Sawangan di Depok, xanthostemon lebih cocok dihadirkan di taman yang luas atau di pinggir jalan tol. Di area itu, putik emas bebas tumbuh tanpa merusak keindahan taman. Jika tumbuh di halaman rumah yang sempit, ia mudah mengubah bentuk taman karena tingginya mencapai 2-4 m dalam waktu 2-3 tahun. Halaman sempit dengan putik emas akan tampak semakin sempit.

Perancang menghadirkan putik emas sebagai pusat pandang atau centre point di sebuah taman. Menurut Hari posisi putik emas di taman biasanya di pojok atau di dekat dinding. Untuk memperlambat pertumbuhannya, Hari menanam putik emas di pot. Dari pengalamannya, “Xanthostemon bunga merah lebih lambat tumbuh daripada yang kuning,” tutur pemilik nurseri Wong Tani itu.

Variegata berdaun mini, asal Thailand

Variegata berdaun mini, asal Thailand

Alumnus Departemen Arsitektur Lansekap Institut Pertanian Bogor itu mengatakan varian baru berwarna variegata itu lebih menarik. Sebab, warna taman akan lebih semarak. Kendati rajin berbunga, “Pada musim hujan, bunga xanthostemon hanya sedikit atau bahkan tidak ada, sehingga bila daunnya variegata, bisa membuat taman tetap semarak,” ujar Hari. Di tepi jalan tol Cijago alias Cinere-Jagorawi itu, ratusan putik emas setinggi 1 m memperindah jalan berbayar sepanjang 1 km.

Baca juga:  Resolusi Pertanian Indonesia-Malaysia

Sayang saat tidak berbunga daya tariknya pun berkurang. Putik emas variegata tetap memesona, meski sedang tak memamerkan bunga. Pengunjung taman atau pehobi tetap dapat menikmati keelokannya berupa daun-daun seronok, yakni perpaduan hijau muda dan kuning cerah. Jadi tiada bunga, daun pun jadi. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments