Terselip di Antara Ribuan Itoh 1

Tak sengaja Budi Dharmawan memperoleh lengkeng baru yang unggul: ukuran besar diameter 3 cm, berdaging tebal, dan manis pas di lidah. Namanya king long.

Pohon king long sarat buah umur 9 bulan

Pohon king long sarat buah
umur 9 bulan

“Beberapa tahun ke depan lengkeng ini akan menjadi primadona di kebun Ngebruk,” kata Budi Dharmawan, pemilik kebun Ngebruk di Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, seluas 250 ha. Di kebun itu Budi membudidayakan beragam buah termasuk total 9.000 pohon lengkeng. Lengkeng yang dimaksud Budi calon primadona itu adalah king long. Ia menyebut lengkeng varian baru itu king long bukan tanpa alasan. Sebab diameter buah yang membulat itu besar mencapai 3 cm, sedangkan lengkeng jenis lain 2 cm.

King long bukan cuma besar di luar. Daging buah king long juga tebal dengan porsi konsumsi mencapai 75%, sedangkan lengkeng lain 50%. Porsi konsumsi perbandingan antara daging buah yang disantap dengan bagian yang tidak bisa bisa dikonsumsi. Semakin besar persentase porsi konsumsi, berarti kian banyak daging buah yang dapat disantap. Menurut ahli buah dari Institut Pertanian Bogor, Prof Ir Sobir MSi PhD, daging buah tebal itu genetik, bukan hasil perlakuan tertentu.

60 pohon

Budi Dharmawan, “Beberapa tahun ke depan lengkeng ini akan menjadi primadona kebun Ngebruk.”

Budi Dharmawan, “Beberapa tahun ke depan lengkeng ini akan menjadi primadona kebun Ngebruk.”

Kelebihan lain king long bercitarasa manis. Menurut Koordinator Kebun Ngebruk, Susilo Eko Prabowo, kadar kemanisan king long sangat pas. “Citarasa manis king long termasuk kategori sedang atau pas di lidah. Jadi, tetap enak meski dikonsumsi dalam jumlah banyak,” kata Eko. Dengan sederet keunggulan itu, pantas Budi Dharmawan memprediksi king long bakal menjadi primadona di kebunnya. Dari mana asal-muasal lengkeng itu?

Budi Dharmawan memperoleh king long tanpa sengaja. Ia memesan 9.000 bibit lengkeng itoh secara bertahap dari penangkar buah di Thailand pada 2007. Alumnus Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung itu menanam ribuan bibit lengkeng di kebun berketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Dua tahun berselang, Budi mengamati 60 pohon tampak berbeda dengan itoh. Perbedaan itu antara lain, daun tanaman lebih tebal dan kaku, ukuran daun juga lebih kecil, dan berwarna lebih hijau pekat daripada itoh.

King long berkulit dan berdaging buah tebal serta renyah

King long berkulit dan berdaging buah tebal
serta renyah

Pada 2009 lengkeng-lengkeng—termasuk 60 pohon yang berbeda dengan itoh—itu berbuah. Pada produksi pertama, ukuran buah kecil, berdaging tipis, dan bijinya besar sehingga tidak menarik perhatian Budi. Baru pada pembuahan Agustus 2012 ke-60 pohon itu berbuah besar, berdaging tebal, dan manis. Budi menabalkan nama king long alias raja lengkeng untuk varian baru hasil seleksi itu.

Menurut Sobir ada dua kemungkinan kehadiran king long. Pertama bisa jadi itu varian lain yang bibitnya terbawa saat Budi memesan itoh. “Itu bisa terjadi jika memang ada varian lengkeng seperti king long di Thailand,” kata alumnus Okayama University, Jepang, itu. Kemungkinan kedua king long hasil mutasi dari itoh. Semua tanaman termasuk lengkeng lazim mengalami mutasi. Selain itu, “Penyerbukan terbuka di alam memunculkan varian-varian lengkeng baru,” ucap peneliti di Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika, Baiq Dina Mariana SP MSc.

Baca juga:  Dies Natalis Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian

Dengan seabrek keunggulan itu, Budi Dharmawan berhasrat membudidayakan king long lebih banyak. Sejak Januari 2014, Budi Dharmawan memperbanyak king long dengan okulasi. Pada April 2014 ia berencana membuat 800 bibit king long.Beberapa bibit king long juga sudah ditanam untuk menggantikan itoh yang mati.

Ketika Trubus menyambangi kebun Ngebruk, sosok king long yang tengah berbuah memang tampil seronok. “Dompolan buah king long tampak lebih lebat dan besar dibandingkan itoh,” ucap Eko. Pada pengujung Maret 2014 pohon king long setinggi 5 m itu tengah memamerkan 97 dompolan. Dompolan buah lebih banyak di tajuk sebelah timur, sedangkan dompolan di bagian lain lebih sedikit. Menurut Kepala Bagian Pamosan dan Kalongan di kebun Ngebruk, Hari Yusafat, banyaknya dompolan di tajuk sebelah timur karena bagian itu lebih banyak terpapar sinar matahari. Sinar matahari berperan dalam pembentukan buah.

Diameter king long mencapai 3 cm

Diameter king long
mencapai 3 cm

Sejatinya pohon yang berbuah itu pun sudah siap panen sejak 2 pekan lalu. Namun, Hari menunda panen agar tamu Budi mencicipi lengkeng baru itu. Perwira Angkatan Laut itu memanen puluhan lengkeng king long lain pada pertengahan Maret 2014. Panen besar king long kali pertama pada November 2013. Saat itu total produksi 1.050 kg dari 35 pohon. “Setiap pohon menghasilkan rata-rata 30 kg buah,” ujar Eko.

Hindari impor

Terdapat tiga kelas king long. Kategori A berdiamater lebih dari 3 cm dan dibanderol Rp45.000 per kg, kelas B (berdiameter 2,5—3 cm harga Rp30.000), dan kategori C (2—2,5 cm dan harga Rp20.000 per kg). Budi yang juga menanam lengkeng itoh menjual kategori A berdiameter lebih dari 2,5 cm hanya Rp35.000 per kg. Menurut penanggung jawab pemasaran Hortimart, Damayanti, pasokan 630 kg king long per bulan masih mencukupi permintaan konsumen.       Hortimart menyasar konsumen dari kalangan menengah ke atas.

Kelelawar hama perusak buah siap panen

Kelelawar hama perusak
buah siap panen

Damayanti menuturkan konsumen merespon baik kehadiran king long. “Mereka menyukai king long karena tampilan buah bersih dan berukuran besar,” kata Damayanti. Eko mengatur waktu panen king long agar tidak bersamaan dengan kedatangan lengkeng impor. Sebab, harga king long turun menjadi Rp30.000 per kg jika panen berbarengan dengan kedatangan lengkeng impor. Saat itu harga jual itoh Rp20.000 per kg. Buah impor tanaman angggota famili Sapindaceae itu lazimnya memenuhi pasar di tanahair pada Maret—September. Selain di bulan itulah lengkeng king long dan itoh dari kebun Ngebruk memenuhi pasar dalam negeri.

Eko yakin betul king long kualitas bagus didapat dari hasil budidaya yang baik dan benar. Oleh karena itu ia menerapkan penjarangan buah. Menurut Prof Sobir penjarangan buah lazim dalam budidaya lengkeng. Tujuannya untuk memenuhi ukuran buah yang diminta pasar.              Ia membuang buah berukuran lebih kecil di antara buah lain. Buah yang lebih kecil itu terbentuk karena penyerbukan terlambat dibanding buah lain. Waktu yang tepat untuk menyeleksi buah yaitu 1—2 pekan setelah pembuahan.

Baca juga:  Ir Winarno Tohir: Gigih Perjuangkan Petani

Jika lebih dari itu ukuran buah besar dan sudah menyerap hasil fotosintesis. Akibatnya ukuran buah yang diinginkan tidak tercapai. Selain itu penyeleksian buah lebih sulit jika buah telanjur besar. Seleksi dini ketika buah belum terbentuk sempurna akan sulit menentukan buah yang harus dibuang atau dipertahankan. Pekerja menyeleksi saat buah seukuran kacang tanah. Caranya pekerja memotong ujung malai sepanjang 5—6 cm. “Kurang lebih kami menyisakan sekitar 60 buah per dompol,” kata Eko.

Dengan perlakuan itu diamater buah lebih besar 3 cm. Menurut dosen Fisiologi Tumbuhan Universitas Brawijaya, Ir Retno Mastuti MAgSc DagSc penjarangan mengurangi jumlah buah sehingga kompetisi nutrisi berkurang sehingga buah menjadi lebih besar.

Rangsang berbuah

Menurut Eko agar king long berbuah pekebun mesti memberi perangsang setelah melihat kondisi tanaman secara keseluruhan. Perangsang hanya diberikan untuk pohon berumur 3 tahun. Pada umur itu kondisi fisik tanaman siap berbuah. Jika perangsangan pada umur tanaman kurang dari 3 tahun berdampak buruk bagi tanaman seperti tunas baru lama muncul dan tanaman tampak merana. Warna daun juga harus hijau tua. Pemupukan juga menentukan kualitas buah. Oleh karena itu ia memberikan 200 g NPK dengan perbandingan   21 : 7 :1 4. Pupuk itu diberikan saat tanaman memasuki masa vegetatif. Ketika memasuki masa generatif, tanaman mendapat asupan NPK perbandingan 12 : 6 : 24. Dosis pupuk itu disesuaikan dengan perkiraan volume panen dalam satu pohon. Misal tanaman menghasilkan 10 kg buah, maka ia mendapat pasokan 2% dari produksi atau 200 g NPK 12 : 6 : 24.Selain itu pohon juga dalam kondisi sehat ketika pekebun hendak merangsang untuk berbuah.

Kebun Ngebruk terdiri atas 6 blok masing-masing 1.500 pohon. Agar produksi berkesinambungan, maka perangsangan antarblok dengan interval 1 bulan. Untuk membuahkan king long Eko menggunakan perangsang buah racikan sendiri berupa butiran potasium klorat. Ia menabur butiran itu melingkar di bawah tajuk pohon. Dosis perangsang buah 1 kg per pohon. Setelah itu langsung disiram dengan air secukupnya. Dua pekan setelah perangsangan, lengkeng biasanya berbunga dan siap panen 3 bulan kemudian. (Riefza Vebriansyah)

FOTO:

  1. Pohon king long sarat buah umur 9 bulan
  2. Budi Dharmawan, “Beberapa tahun ke depan lengkeng ini akan menjadi primadona kebun Ngebruk.”
  3. King long berkulit dan berdaging buah tebal serta renyah
  4. Daun king long lebih kaku dan tebal daripada itoh
  5. Dompolan king long lebih lebat daripada itoh
  6. Diameter king long mencapai 3 cm
  7. Kelelawar hama perusak buah siap panen
  8. Ciri khas penampang melintang batang king long berbentuk bunga
  9. Pohon king long dikelilingi jaring penaung untuk menghindari serangan kelelawar
  10. Satu dompolan king long bisa berbobot 1,5 kg
  11. Lengkeng baru asal Thailand phet ban phaeo berumur 3 bulan

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *