Tersebar dari Timur ke Barat 1
Avokad unggul, kulit mudah dikupas, daging kuning cerah,  rasa lezat, pulen, dan manis

Avokad unggul, kulit mudah dikupas, daging kuning cerah, rasa lezat, pulen, dan manis

Sentra avokad tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan waktu panen raya berbeda-beda.

Budiman Bagus terpaksa menghentikan usaha distribusi avokad PT Dipokusuma Farm yang dirintis selama 2 tahun. Pengusaha buah-buahan di Semarang, Jawa Tengah, itu selama ini memasok avokad ke dua toko buah  di Semarang.  Volume pasokannya mencapai 200 kg per pekan. Pria 60 tahun itu memperoleh buah dengan menjemput langsung ke beberapa pemilik pohon di Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang.  Namun, sejak 2012 kian banyak pengepul yang mencari pasokan avokad ke sentra itu sehingga kian sulit mendapat barang.

Celakanya Budiman Bagus tak mengetahui sentra avokad lain. Mestinya ia tetap dapat memasok avokad andai saja mengetahui sentra di luar Ungaran. Akibat tidak mengetahui sentra lain, Taufik Rahman menolak permintaan besar 10 ton per bulan. Dua gerai besar di Surabaya, Jawa Timur, meminta Taufik untuk memasok secara rutin. Pengusaha di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,  itu mengatakan,  “Sayang tidak ada data perkebunan avokad yang memudahkan pencarian,” keluh ketua kelompok Tani Sejahtera itu.

Sepanjang tahun

Sementara Suparman Halim, distributor buah-buahan di Muarakarang, Jakarta Utara, memburu avokad-avokad berkualitas ke sentra. Ia mencari buah kerabat kayumanis itu ke Probolinggo di ujung timur Pulau Jawa.  Suparman melacak avokad hingga ke sentra untuk memperoleh buah bermutu. Ada 3 daerah sentra tempat ia mencari, yaitu Pesawaan, Ranugedang, dan Tiris—semua di daerah pegunungan Kabupaten Probolinggo.

Ia memilih avokad probolinggo lantaran mempunyai citarasa sesuai selera langganannya, yakni: gurih, pulen, dan manis tanpa harus memberikan pemanis. Avokad berkulit ungu itu berukuran sedang, 400—500 g per buah dengan daya tahan 10 hari. Ia mensyaratkan kepada para pemilik pohon untuk panen tepat waktu ketika kematangan 85–90%.   “Bila dipetik muda, buah sangat sulit matang,” ungkap Tatang, panggilan akrabnya.

Baca juga:  Manjakan Para Penarik Kail

Menurut Tatang, masa panen raya di Probolinggo mengalami pergeseran. Panen terakhir berlangsung dari Desember 2013—Januari 2014. Sebelumnya, ia mendapat pasokan buah pada Oktober 2012—Januari 2013. Setelah pengepul langganannya menyeleksi, ia mengirimkan buah ke Jakarta dengan kereta api. Ia menyeleksi ulang ketika buah tiba di Jakarta. Sentra avokad lain di Provinsi Jawa Timur adalah Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Panen di sentra itu berlangsung sepanjang tahun dengan produktivitas 1 ton per pohon.

Daerah itu sohor sebagai sentra avokad-avokad unggul, contoh, fuertindo, hijau bundar, avokad merah bundar, merah panjang, dan mentega. Semuanya merupakan varietas unggul nasional. Menurut  mantan peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Jawal Anwarudin, avokad tersebar di berbagai wilayah dari Aceh hingga Papua. Singaraja, Provinsi Bali, Maumere dan Manggarai (Nusa Teggara Timur), Gowa (Sulawesi Selatan), dan Sentani dan Jayapura (Papua) hanya beberapa sentra avokad di Indonesia.

Yang unik, semua daerah mempunyai alpukat mentega, sebuah sebutan untuk avokad berdaging tebal, lezat, dan berwarna kuning cerah. Avokad itu tumbuh baik di ketinggian 200—1.000 m di atas permukaan laut.  Dengan banyaknya sentra avokad di tanahair dengan waktu panen berbeda, pengepul dapat memperoleh avokad sepanjang tahun.

Suparman Halim mengatakan jarak pengiriman yang relatif jauh sebetulnya bukan persoalan besar. Syaratnya tingkat kematangan buah saat panen harus tepat, maksimal 90%. Selain itu pengemasan juga harus tepat, yakni menggunakan kardus dengan kapasitas 24 buah sehingga tidak rusak akibat tertindih. Ia menerima avokad dari Probolinggo dengan waktu tempuh 20—24 jam. Menurut Tatang tingkat kerusakan maksimal 10%.  (Syah Angkasa).

cover 1234.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *