Terpincut Bonggol Adenia 1
Adenia kirkii bonggol kembar sangat langka

Adenia kirkii bonggol kembar sangat langka

Para pehobi memburu adenia-adenia unik asal Afrika.

Sugita Wijaya terkesima melihat Adenia kirkii di sebuah situs lelang intenasional. “Begitu melihatnya, saya langsung jatuh hati dan berniat memiliki,” katanya. Adenia itu memang sangat istimewa. Kaudeksnya bulat kehijauan, segar, dan terdiri atas dua bonggol akibat mutasi. Lazimnya adenia berbonggol tunggal. Itu sebabnya, adenia bonggol kembar langka di pasaran.

Adenia spesial itu milik sebuah nurseri di Jerman. Tanaman itu diperkirakan berumur 10 tahun. Dalam lelang yang berlangsung pada Januari 2012, Sugita bersaing dengan peserta dari seluruh dunia. Lantaran tak ingin tanaman idaman itu jatuh ke tangan kolektor lain, ia memberikan penawaran terbaik. Pehobi kaktus dan sukulen di Surabaya, Jawa Timur, itu berhasil menjadi pemenang.

Buruan
Kini kirkii bonggol ganda itu menjadi salah satu koleksi eksklusif Sugita. Ketika tiba di kediamannya, Sugita segera merendam tanaman kerabat markisa itu dalam larutan yang mengandung vitamin lantas mengeringanginkan. Selanjutnya ia menanam dalam pot bermedia tanam berupa campuran 60% pasir malang, 15% tanah, 10% serbuk sabut kelapa, 10% pupuk kandang fermentasi, dan 5% perlit.

Adenia stenodactyla salah satu spesies beracun

Adenia stenodactyla salah satu spesies beracun

Penggemar tanaman sukulen itu meletakkan kirkii dalam rumah tanam beratap plastik ultaviolet 80%. Selama proses adaptasi, ia tidak menyiram tanaman. “Jika langsung disiram berisiko busuk,” kata Sugita. Penyiraman mulai rutin setiap pekan bila tanaman mengeluarkan daun baru. Sebagai sumber nutrisi, Sugita menyemprotkan pupuk daun sesuai anjuran setiap 2 pekan. Sementara untuk mencegah kebusukan, ia memberikan fungisida sistemik setiap bulan.

Di kalangan kolektor tanaman caudiciform—tanaman dengan bentuk pangkal batang dan akar gembung—kirkii merupakan salah satu adenia incaran. Bonggolnya bulat dan halus. Daun dan bunganya berwarna hijau. Spesies yang habitat asalnya di Tanzania dan Kenya itu hidup di kawasan beriklim panas dan bertanah kering.

Baca juga:  Pelopor Kalatea di Negeri Jingga

Sugita semakin getol menambah koleksinya dengan mendatangkan A. stenodactyla dan A. balyii pada tahun yang sama. Ia memperoleh stenodactyla berumur 10 tahun itu dari sebuah nurseri di Jerman. Stenodactyla spesies beracun itu berpenampilan unik. Batangnya bulat gendut dengan permukaan kulit cokelat agak kasar. Sosok balyii juga tak kalah menarik. Batangnya menggembung dan berwarna hijau. Cabangnya memanjang, berlekuk, dan berduri.

Bonggol bulat agak pipih, berwarna cokelat, dan berkerut membuat A. ovata tampak unik

Bonggol bulat agak pipih, berwarna cokelat, dan berkerut membuat A. ovata tampak unik

Bagi penggemar tanaman bonggol memburu adenia untuk melengkapi koleksi. Tanaman anggota keluarga Passifloraceae itu tumbuh liar di padang pasir kering Afrika hingga hutan hujan tropis Asia tenggara. Semua spesies adenia merupakan tanaman tahunan, tetapi memiliki tipe tumbuh berbeda. Ada yang berupa semak, liana, terna, dan pohon. Adenia memiliki sistem perakaran serabut atau membentuk umbi sebagai tempat cadangan makanan.

Tua
Pehobi lain yang juga kepincut adenia adalah Fernando Manik di Jakarta Pusat. Ia mendatangkan beberapa spesies adenia setahun lalu. Koleksinya yang paling menarik adalah A. pechuelii yang habitat asalnya dari Namibia. Nama pechuelii diambil dari nama seorang naturalis Jerman, Eduard Pechuel-Loesche. Pertumbuhan pechuelii tergolong sangat lambat. Beberapa populasi pechuelii di Namibia diperkirakan berumur 2.000 tahun. Di alam sosok pechuelii mirip kohlrabi yakni sejenis kubis sehingga kerap dijuluki kohlrabi padang pasir.

Adenia pechuelii sangat langka lambat tumbuh

Adenia pechuelii sangat langka lambat tumbuh

Adalagi A. stylosa yang memiliki bonggol dengan permukaan kulit benjol seperi bekas lelehan lilin. Itu sebabnya stylosa mendapat julukan candlestick plant. Penampilan stylosa semakin menarik dengan bentuk daun mirip hati. Daun muda berwarna ungu lalu berubah hijau saat tua. Kini, populasi stylosa di alam semakin berkurang sebab banyak diburu.

Baca juga:  Burung Mirip Bunga

Koleksi lain yakni A. ovata dan A. glauca. Ovata berbonggol bulat agak pipih, berwarna cokelat, dan berkerut. Bentuk daunnya oval berujung runcing dan berwarna hijau. Sementara glauca memiliki bonggol bulat, tetapi semakin ke atas semakin kecil. Helaian daunnya berbentuk elips dan berwarna hijau. Habitat asli glauca berasal dari Afrika bagian selatan dan Botswana. Satu lagi A. spinosa yang memiliki duri hasil modifikasi tunas samping.

Fernando menanam koleksinya pada media tanam campuran perlit, sekam bakar, dan pasir malang dengan perbandingan sama. Ia menuturkan merawat adenia itu gampang asal media dan perawatannya tepat. Alumnus Universitas Bina Nusantara itu meletakkan tanaman di tempat dengan sinar matahari penuh. Ia menyediakan nutrisi bagi tanaman dengan menambahkan pupuk lambat urai rendah nitrogen di media tanam. Penyiraman hanya dilakukan sesekali saja. “Apabila media sudah terlihat kering itu berarti harus disiram. Cirinya pot terasa enteng saat diangkat,” ujar Fernando. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *