Terpesona Kelinci Mini

Terpesona Kelinci Mini 1

Komunitas pencinta kelinci mini Jersey Wooly Indonesia mementingkan hubungan antara klangenan dengan pemiliknya.

Jersey wooly salah satu jenis kelinci mini baru yang mulai menjadi favorit masyarakat kota di Indonesia.

Jersey wooly salah satu jenis kelinci mini baru yang mulai menjadi favorit masyarakat kota di Indonesia.

Bulu lembut yang panjang menutupi sekujur tubuh kelinci itu. Moncong hidung nyaris sejajar dengan mulut itu sering kali tertutup bulu panjang dari bagian atas kepala. Sekilas penampilannya mirip angora. Namun, ukuran kelinci itu lebih kecil. Pehobi mudah menggendong dan membawa ke mana-mana. “Itu ciri umum kelinci jersey wooly. Jenis itu biasa disebut miniaturnya angora,” ujar Zainal Arifin.

Sosok kelinci atau mini itulah yang memesona Zainal Arifin dan rekan-rekan seperti Rifki Irawan. Mereka mendirikan Komunitas Jersey Wooly Indonesia pada 10 Januari 2012. Zainal salah satu pehobi yang paling awal mendatangkan kelinci itu ke Indonesia pada 2011. Anggota sekaligus pendiri JWI adalah Rifki Irawan, Sugita Yohanes Hermanto, Zainal Arifin, Akbari Wahyu Febrika, Wahyu Ruchbiyat, Muhammad Riswan, Gunawan, dan Satria.

Sistem poin
Para pendiri berharap anggota komunitas saling berbagi informasi dan membantu jika ada masalah berkaitan dengan perawatan kelinci bertelinga panjang itu. Pengurus Komunitas Jersey WooIy Indonesia berkomitmen untuk menjadikan JWI menjadi wadah berkumpulnya pencinta kelinci hasil persilangan netherland dwarf dan french anggora itu. Untuk mewujudkan tujuan itu, JWI bergabung dalam organisasi induk pencinta kelinci, yakni Indonesia Rabbit Society.

Melalui cara itulah akhirnya secara resmi JWI terdaftar di American Rabbit Breeder Association (ARBA) pada Januari 2013. Pehobi kelinci dari Bekasi, Jawa Barat, Al Furqan Wiren, mengatakan, dengan diakuinya sebagai anggota ARBA, maka JWI berhak menggelar berbagai acara seperti kontes berstandar internasional. “Dalam kurun waktu 2013—2016, Jersey Wooly Indonesia menyelenggarakan 8 kontes kelinci,” kata Wiren.

Grooming bersama  salah satu kegiatan yang dilakukan saat para anggota JWI berkumpul.

Grooming bersama salah satu kegiatan yang dilakukan saat para anggota JWI berkumpul.

Komunitas itu rutin menyelenggarakan kontes untuk merayakan ulang tahun JWI. Untuk menambah semangat pemilik kelinci berjuluk angora mini itu dan peserta kontes, JWI menerapkan aturan khusus melalui sistem poin. Panitia memperhitungkan poin-poin yang terkumpul untuk menentukan kelinci terbaik dan pemilik terbaik dalam sebuah kontes. “Semakin sering kelinci memenangi kontes, maka semakin banyak pula nilainya.

Baca juga:  Melon baru: Emas Baru Gadjah Mada

Penghargaan bagi pemilik untuk menghargai upaya merawat dan menyayangi hewan peliharaannya. Dengan demikian maka ada interaksi yang intens antara pemilik dengan klangenan, bukan hanya diserahkan kepada pihak lain, misalnya perawat satwa. Menurut Zainal kini anggota Jersey Wooly Indonesia berjumlah 100 orang yang sebagian besar tersebar di Jakarta dan sekitarnya serta Banten.

Syarat anggota
Dalam 4 tahun terakhir ini, kelinci jersey wooly beberapa kali meraih best in show di ARBA Show di Indonesia. ARBA Show kontes kelinci bergengsi yang jurinya langsung dari Amerika Serikat dan pelaksanaannya terdaftar di ARBA. Kelinci milik Akbari Wahyu Febrika yaitu Caudill’s Monopoli dan Akbar-Drew’s Bimbimbab, misalnya, menjadi jawara pada ARBA Show di Mall Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, pada 2013. Adapun Caudill,s Damnation milik Al Furqan marajai di kontes di Living World Mall, Alam Sutera, pada 2015.

Menurut Zai syarat untuk menjadi anggota JWI sangat mudah, yaitu harus memiliki minat dan kecintaan pada kelinci. Salah satu kegiatan rutin JWI berbagi pengalaman dan saling mengabarkan kondisi kelinci peliharaannya. “Saling berbagi tentang kondisi klangenan dan cara perawatannya itu penting. Jersey wooly yang bentuknya yang mini dengan bobot sekitar 1,5 kg itu masa hidupnya mencapai 7—10 tahun bahkan lebih.

JWI sering mengadakan pertemuan bagi anggota untuk berbagi pengalaman dan kondisi klangenan.

JWI sering mengadakan pertemuan bagi anggota untuk berbagi pengalaman dan kondisi klangenan.

Pehobi kelinci, Sugita Yohanes Hermanto, mengatakan, sejatinya merawat JW termasuk mudah. Kelinci berbulu panjang itu hanya memerlukan hay atau rumput kering dan sumber mineral serta vitamin berbentuk pelet. Hindari memberi pakan berupa sayuran atau buah-buahan segar, karena khawatir mengandung organisme penyebab penyakit dan bahan kimia sisa pestisida.

Dampaknya JW mengalami sakit pada saluran pencernaan dan organ dalam lainnya yang sering berakhir dengan kematian. Jersey wooly jarang terserang penyakit berat. Penyakit yang menyerang adalah koreng atau skabies pada kulit. Menurut Sugita pemilik harus menghindari timbunan kotoran yang memicu bibit penyakit.

Baca juga:  M Hanif Wicaksono: Merawat Buah Borneo

Di markas Jersey Wooly Indonesia di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, terdapat 30 kandang di 3 ruangan. Setiap ruangan dilengkapi dengan kipas angin besar untuk membuat suhu yang sejuk dan memperlancar sirkulasi udara. Dengan demikian aroma kotoran kelinci berkurang. Kemudahan dalam perawatan itulah yang membuat jersey wooly menjadi salah satu kelinci favorit untuk dipelihara oleh masyarakat perkotaan yang tinggal di apartemen. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x