Tergoda Ratu Daun 1

Aglaonema lokal menjadi incaran pehobi. Lebih banyak pilihan warna dan lebih tahan hama serta penyakit.

Trubus Juni 2018 Highrest.pdf

Luki salah satu aglaonema lokal yang menjadi idaman.

Setiap helaian daun berwarna emas berpadu dengan bercak hijau dan jingga. Tulang daun yang merah muda dan garis-garis tulang daun yang tegas menambah keelokan aglaonema lokal bernama luki. Aglaonema koleksi Eno C. Haryanto, itu bersosok menarik lantaran berwarna langka. Pehobi di Jakarta Selatan itu bangga masih memiliki luki di terasnya itu.

Ia memboyong aglaonema lokal itu dari kerabat yang juga kolektor di Jakarta Timur. Saat itu luki hanya memiliki total 20 daun. Di tangan pria 37 tahun itu jumlah daun luki bertambah menjadi 36 helai hanya dalam waktu 2 bulan. Bentuk daun bulat di pangkal dan meruncing di ujung. Jarak antarruas pendek dan susunan daun kompak menambah keelokan sang ratu daun.

Tanaman mutasi

Sosok luki acap mencuri perhatian tamu yang berkunjung ke rumah Eno. “Setiap teman yang datang ke rumah pasti selalu ingin membawa pulang luki. Tetapi karena sekarang langka saya menolaknya,” ujar pria yang bekerja sebagai perancang taman itu. Koleksi lain milik Eno yang tak kalah cantik, romeo mutasi, dan goliath. Yang disebut pertama, tampak anggun. Warna merah muda berpadu dengan corak hijau di daun.

Romeo kompak dengan bentuk daun bulat telur dengan ujung bulat sedikit meruncing. Tanaman anggota famili Araceae itu mengalami mutasi sehingga bersosok rimbun dan bertulang daun berwarna merah muda serupa dengan daun. ”Sangat eksotis dan tampak kalem, jika dilihat bikin adem,” ujar Eno. Mutasi belang makin merata dan stabil di setiap daun baru.

Baca juga:  7 Tanaman Hias Daun yang Banyak Diminati

Sebagian besar daun berwarna dasar merah jambu keputihan dengan bercak hijau tersebar di tepian daun. Sebagian daun tua masih menunjukkan jejak mutasi dengan munculnya sepertiga bagian daun yang bercorak merah muda-hijau. Menurut praktikus bioteknologi, Ahmad Syahrian Siregar, S.P., perbanyakan secara vegetatif yang dilakukan terus-menerus memicu kesalahan dalam replikasi deoxyribonucleid acid (DNA).

“Akibatnya tanaman mutasi memiliki susunan gen yang berbeda dengan induknya,” kata Ahmad yang bekerja di dari Kementerian Pertanian. Contoh perubahan ciri fisik pada aglaonema mutan misalnya ukuran daun dan batang lebih besar atau kecil, serta corak warna daun yang berlainan dengan induk. Perubahan itu membuat tanaman anggota famili talas-talasan itu kian elok.

Pehobi tanaman hias di Jakarta Timur, Rishal M. Luthan, menuturkan bahwa aglaonema memiliki gen yang lemah karena dalam proses penyilangan terjadi inses alias perkawinan sedarah. “Mutilasi atau mencacah umbi aglaonema secara terus-menerus dalam perbanyakan dan ekstrem dapat mempercepat terjadinya mutasi,” kata pria yang kerap menjadi juri dalam kontes nasional aglaonema itu.

Tahan panas

Aglaonema goliath juga memiliki karakter lembut. Daun kuning keemasan dengan jari-jari berwarna putih. Warna tulang daun merah muda sangat kontras dengan daun menambah ketegasan sang ratu daun. Meski terkena sinar matahari, daun aglaonema itu tidak rebah. Goliath memiliki sifat yang kuat panas karena memiliki daun tebal. Salah satu kunci merawat aglaonema adalah media tanam.

Goliath memiliki daun kuning keemasan dengan warna tulang daun merah muda.

Goliath memiliki daun kuning keemasan dengan warna tulang daun merah muda.

Media tanam penting karena mempengaruhi pertumbuhan tanaman kerabat anthurum itu. Media yang baik membuat akar bebas bergerak sehingga leluasa mencari makan. Pada akhirnya tanaman tumbuh subur dan daunnya berwarna cerah. Perbedaan lingkungan yang meliputi lokasi, suhu, sinar matahari, angin, dan kelembapan menjadi faktor penting penentuan media.

Romeo mutasi memiliki warna merah muda yang berkesan lembut.

Romeo mutasi memiliki warna merah muda yang berkesan lembut.

“Tanaman hias dan buah membutuhkan minimal 2 arah mata angin supaya pertumbuhannya bagus dan kuat akan sinar matahari dan ham penyakit,“ ujar Eno. Pancaran sinar matahari langsung tidak dianjurkan untuk sang ratu daun. Oleh karena itu, sebaiknya pehobi meletakkan aglaonema di tempat ternaungi, misal dengan memberikan jaring peneduh.

Eno C. Haryanto, pehobi aglaonema lokal sejak 2016 asal Jakarta Selatan.

Eno C. Haryanto, pehobi aglaonema lokal sejak 2016 asal Jakarta Selatan.

Eno Kesaby—sapaan Eno C. Haryanto—menggunakan media sekam fermentasi (50%), serbuk sabut kelapa atau cocopeat (10%), sekam bakar (20%), kompos organik yang meliputi andam atau humus (10%), pasir malang, dan pupuk kandang (10%). Saat mengepotkan tanaman, ia meletakkan pecahan batu bata atau stirofoam di dasar pot. Setelah itu ia memasukkan media ke dalam pot.

Baca juga:  Rupiah Asal Buah Naga

Alumnus Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) itu juga memberikan butiran furadan untuk mencegah serangga serangga pengganggu. Eno meletakkan sang ratu di tempat ternaungi jaring 80%. Frekuensi penyiraman dua pekan sekali hingga air mengucur. Ia memberikan 5—7 kali spray daun setiap hari untuk menjaga kelembapan. Hasilnya aglaonema baru koleksinya itu tampil menawan. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *