Terbaik di Kota Pahlawan

Terbaik di Kota Pahlawan 1
Sawong Jabu milik Edy Yuwono raih gelar best of the best (BOB). Durasi kerja penuh dari awal hingga akhir

Sawong Jabu milik Edy Yuwono raih gelar best of the best (BOB). Durasi kerja penuh dari awal hingga akhir

Sawong Jabu merebut gelar best of the best (BOB) berkat stamina prima.

Sawong Jabu tampil enerjik. Serama milik Edy Yuwono asal Kediri, Jawa Timur, itu rajin berputar-putar di atas meja sambil membusungkan dada. Serama berumur 11 bulan itu pun beberapa kali mengepakkan sayap. Menurut juri asal Provinsi Bali, Wahyudi, Sawong Jabu bekerja stabil dari awal sampai akhir penjurian tanpa berhenti. “Sementara pesaingnya sedikit kalah di akhir-akhir penilaian karena tidak fokus bergaya seperti mencari kutu,” kata Wahyudi.

Juri asal Jember, Jawa Timur, Andre, menuturkan hal senada. “Durasi kerja Sawong Jabu penuh dari awal hingga akhir. Ayam itu mempertontonkan keindahan tubuhnya terus-menerus dan tampak paling ceria dibanding kontestan lain,” katanya. Itu karena stamina Sawong Jabu prima berkat Edy Yuwono telaten merawat. Ia memberi pakan campuran voer, beras merah, dan milet dengan rasio 1 : 2 : 1 setiap pukul 16.00. Dua pekan sebelum kontes, Edy menambahkan 30 jangkrik per hari. “Jangkrik membuat stamina Sawong Jabu kuat dan aktif bergerak,” ujar Edy.

Buser, grand champion kontes ayam ketawa. Suaranya bersih dan akhirannya bagus

Buser, grand champion kontes ayam ketawa. Suaranya bersih dan akhirannya bagus

Berkualitas

Pada kelas anakan, Rampak milik Himawan Wicaksono dari Surabaya, Jawa Timur, meraih predikat best of chick (BOC). Menurut Andre itu karena penampilan Rampak lebih atraktif dan stabil dibanding para kompetitornya. Sementara Wahyudi menuturkan jawara BOC itu unggul karena penguasaan lapangan sangat bagus. “Penguasaan lapang sudah mencapai 80%,” kata Wahyudi.

Menurut Wim Indra Gunawan, ketua panitia, kualitas kontestan serama tingkat nasional pada 4 Mei 2014 di Taman Flora dan Fauna, Bratang, Surabaya, Jawa Timur, sangat bagus. Itu karena para pelestari serama terus-menerus berinovasi untuk menghadirkan serama yang berkualitas.

Baca juga:  Jawara dari Rawa

“ Ayam-ayam peserta kontes merupakan hasil seleksi yang sangat ketat dari masing-masing pelestari,” kata Wim. Kontes yang diselenggarakan oleh Pelestari Serama Indonesia (PSI) bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Bidang Peternakan, Surabaya, Jawa Timur, itu diikuti oleh 160 serama yang pemiliknya berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Lampung, Bandung, dan Surabaya.

Hasanudin Tirtajaya SE, MM (dua dari kiri) pemilik Buser sang juara ayam ketawa bersama rekan dari Lampung

Hasanudin Tirtajaya SE, MM (dua dari kiri) pemilik Buser sang juara ayam ketawa bersama rekan dari Lampung

Ayam ketawa

Pada hari dan lokasi yang sama juga berlangsung kontes ayam ketawa. Kontes yang diselenggarakan Persatuan Penggemar dan Pelestari Ayam Ketawa Seluruh Indonesia (P3AKSI) berkerja sama dengan Pemerintah Daerah Surabaya itu, menobatkan Buser sebagai grand champion. Ayam milik Hasanudin Tirtajaya SE, MM dari Lampung itu unggul dari stabilitas suara. Menurut H Bastian, salah satu juri, ketukan suara ayam umur 6 bulan itu sangat stabil dibanding ayam ketawa lain. “Suaranya bersih dan akhirannya bagus,” ujarnya.

Menurut Wandy Mude, ketua koordinator wilayah Surabaya P3AKSI, secara umum kualitas ayam peserta kontes sangat bagus. Kontes untuk memeriahkan hari ulang tahun ke-721 Kota Surabaya itu, diikuti 300 ayam ketawa. Pemilik ayam berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Surabaya. Wajar bila kontes pun berlangsung meriah. “Para pemain ayam ketawa sangat bersemangat untuk mengikutkan ayam kontes tingkat nasional ditambah ada musyawarah nasional,” kata Wandy. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Bondan Setyawan)

 

 

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x