Pada April 2016 berlangsung Indonesia Lou Han Competition Liga ke-2 dan 12th All Indonesia Young Koi Show 2016.

Bob, lou han milik Elihento mendapat gelar grand champion pada ajang Indonesian Lou Han Competition seri liga ke-2.

Bob, lou han milik Elihento mendapat gelar grand champion pada ajang Indonesian Lou Han Competition seri liga ke-2.

Elihento girang bukan kepalang saat para juri Indonesian Lou Han Competition seri liga ke-2 mendapuk lou han miliknya yang bernama Bob mendapatkan gelar grand champion (GC). Itu adalah gelar GC kedua yang disandang lou han milik anggota klub Lou Han United itu. Sebelumnya Bob meraih gelar GC pada kontes yang diselenggarakan pada Desember 2015. Bob juga pernah meraih sekali gelar best of the best pada kontes lou han internasional di Mall Living Word, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Lou han milik Julius mendapat gelar young champion setelah sebelumnya juara di kelas golden base B.

Lou han milik Julius mendapat gelar young champion setelah sebelumnya juara di kelas golden base B.

Menurut Miat Talim, salah satu juri, grand champion itu memang tampil istimewa. Dari 8 kriteria penilaian, lou han milik Elihento memperoleh nilai sangat baik. Agus Triono, juri lain, menambahkan tampil lebih prima dibandingkan dengan peserta lain. “Penampilannya komplet dan energik sehingga layak mendapat gelar grand champion,” kata Agus.

Asupan nutrisi

Toshihiko Matsura, juri asal Jepang.

Toshihiko Matsura, juri asal Jepang.

Apa rahasia merawat lou han hingga menjadi juara? Menurut Elihento salah satu kunci sukses menjadi juara adalah asupan nutrisi menjelang lomba. Pemilik Sinar Surya Lou Han Farm itu memberikan pakan berupa campuran daging ikan salmon dan udang selama 3 pekan sebelum kontes. “Pemberian pakan 3—5 kali sehari. Sekali pemberian satu sendok teh,” katanya. Menurut pehobi di Jakarta Utara itu, kandungan protein yang tinggi pada salmon dan udang merangsang ikan menjadi aktif dan warna sisik lebih optimal.

Baca juga:  Guppy Albino Kampiun

Pada kontes yang diselenggarakan di Whole Trade Center (WTC) Manggadua, Jakarta Utara, itu panitia juga menggelar gelar young champion (YC) dan baby champion (BC). Pada kontes yang diikuti 292 peserta itu gelar YC diraih lou han milik Julius dari tim Aries. Adapun gelar BC diraih lou han milik Hadi Javano dari tim Revolution (daftar juara lihat situs www.trubus-online.co.id)

Kohaku sepanjang 65 cm milik Sugiharto Kurniawan, mendapat gelar grand champion.

Kohaku sepanjang 65 cm milik Sugiharto Kurniawan, mendapat gelar grand champion.

Menurut Tirtadjadja Widjadja, ketua panitia, kontes yang diselenggarakan pada 11 April 2016 itu merupakan kontes liga kedua pada 2016. “Seri selanjutnya akan digelar pada Mei—Juni 2016,” katanya. Widjaja menambahkan meski kontes berlangsung di Jakarta, tapi ada pula peserta dari luar negeri, yaitu dari Malaysia.

Pada liga kedua ini tim Aries menempati terbaik dengan total poin 1.204, Sementara tim Lou Han United di posisi runner up dengan 1.042 poin, peringkat ketiga tim Revolution dengan nilai 836 poin. “Saya tidak menyangka tim kami kembali menang, melihat persaingan antar tim pada kontes kali ini cukup ketat,” kata Reyvan, anggota tim Aries.

Kontes koi
Kontes yang tak kalah seru juga berlangsung di Mall Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pada 16—17 April 2016 berlangsung 12th All Indonesia Young Koi Show 2016. Pada kontes itu koi jenis kohaku miliki Sugiharto Kurniawan, pehobi asal Surabaya, Jawa Timur, mendapat gelar grand champion. Menurut juri asal Jepang, Toshihiko Matsura, koi milik Sugiharto memang layak mendapat gelar grand champion karena memiliki perpaduan warna yang bagus dan bentuk tubuh yang seimbang sehingga terlihat tampil lebih mencolok dibandingkan peserta lainnya.

Kinginrin milik, Paulino Kwok, mendapat gelar melati grand champion.

Kinginrin milik, Paulino Kwok, mendapat gelar melati grand champion.

Menurut Sugiarto gelar yang diraih kohaku miliknya adalah gelar grand champion perdana. Ia merawat dengan menjaga kualitas air dan pengaturan pola makan. Pergantian air sebanyak 3% per hari dan memberi pakan 4 kali sehari. Pengaturan air yang baik dan menjaga pola makan ikan mempengaruhi warna dan kondisi tubuh ikan. Pada kontes itu juga peserta memperebutkan gelar jasmine grand champion, melati grand champion, anggrek grand champion (daftar juara lihat di situs www.trubus-online.co.id).

Baca juga:  Meningkatkan Kualitas Warna Ikan Koi dengan Kandungan Karotenoid

Pada kompetisi itu setidaknya 786 peserta milik 162 pehobi turut memeriahkan lomba. Menurut Eric Yonathan, ketua panitia, kontes kali ini sangat istimewa karena diikuti 117 peserta yang panjangnya 56—65 cm. “Ini adalah kontes koi dengan jumlah perserta ikan jumbo terbanyak,” kata Eric.

Sugiharto Kurniawan, (tengah) saat mendapat piala grand champion.

Sugiharto Kurniawan, (tengah) saat mendapat piala grand champion.

Menurut Direktur Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Innes Rahmania APi SSos MM, Indonesia harus unjuk gigi pada ajang seperti itu. “Kualitas ikan hias Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia,” katanya. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d