Kado unik dalam botol, cinta alam sepanjang hayat.

Terarium bertema pemandangan di pedesaan karya Lucia Raras di Jakarta Selatan.

Terarium bertema pemandangan di pedesaan karya Lucia Raras di Jakarta Selatan.

Kaum urban lazim memanfaatkan bunga mawar untuk mengungkapkan rasa sayang. Daya pikat mawar memang luar biasa berkat sosok dan warna yang menggoda. Namun, perangkai bunga di Jakarta Selatan, Lucia Raras, justru menampilkan sesuatu yang berbeda di hari kasih sayang. Ia malah menjatuhkan pilihan pada aneka tanaman sukulen seperti kaktus, krasula, dan echeveria.

Terarium dalam bejana kaca antik bernuansa hijau.

Terarium dalam bejana kaca antik bernuansa hijau.

“Sukulen memiliki rupa dan warna yang eksotis dan terkesan eksklusif,” ujar Raras. Dengan penguasaan ilmu merangkai bunga dan sedikit imajinasi, ia mendesain beragam tanaman khas kawasan beriklim panas itu menjadi terarium-terarium menawan. Pada terarium pertama, Raras menghadirkan tema taman gurun. Ia berkreasi mewujudkan taman dambaannya dalam mangkuk kaca berdiameter 30 cm.

Alam gurun
Raras mengatakan, “Terarium harus berwadah bening agar keindahannya mudah dinikmati.” Untuk memperkuat suasana padang pasir, ia memilih media tanam berupa bebatuan mungil, kerikil hias, dan pasir putih. Ibu dua anak itu lantas meletakkan echeveria, krasula, dan Euphorbia trigona. Penyusunan setiap materi yang rapi membuat terarium tampak indah dan harmonis.

Sementara pada terarium kedua, anggota Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) cabang Jakarta Selatan itu membuat terarium bertema pedesaan. Ia menuangkan imajinasinya dalam bejana kaca. Di sana ia meletakkan aksesori berupa miniatur rumah serta materi flora berupa kriptantus dan Euphorbia trigona. Kehadiran kriptantus berwarna merah muda itu membuat terarium tampak atraktif.

Terarium karya Oscar.

Terarium karya Oscar.

Raras menambahkan hamparan lumut agar pemandangan kian asri. Penggemar kopi itu berupaya membuat terarium mirip dengan kondisi asli di alam. Lihat saja terarium karya Raras yang bertema hutan. Terarium dalam bejana antik itu bagai potongan hutan yang dipindahkan dalam wadah kaca. Padahal, Raras hanya menggunakan elemen sederhana seperti kaktus, haworthia, dan dracaena.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Petrus Kunto Wiryanto Bc.IP SH MH.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Petrus Kunto Wiryanto Bc.IP SH MH.

Ia menyusun rapi keseluruhan tanaman hingga menghasilkan terarium nan elok. “Membuat terarium butuh kreativitas agar hasil yang diperoleh enak dipandang,” kata Raras. Terarium nan aduhai juga tecipta dari tangan Lusi Ismail. Perangkai bunga di Jakarta Selatan itu membuat terarium dari wadah sederhana. Lusi menuturkan pehobi bisa menjumpai beragam model dan ukuran wadah nan artistik di toko aksesoris.

Baca juga:  Silangan Anyar Menawan

Namun, jika ingin lebih murah pehobi bisa memanfaatkan botol minuman atau stoples makanan. Lihat saja terarium minimalis milik Lusi. Ia memanfaatkan stoples madu dan kerupuk sebagai wadah. Lusi meletakkan pasir putih dan lumut. Adapun sebagai pengisi stoples kerupuk, ia meletakkan rerumputan, miniatur bangku, dan kerbau imitasi. Suasana khas panorama pedesaan tampak dari terarium itu.

Berbagi
Lusi juga merancang sepasang terarium cantik menggunakan akuarium. Ia mengisi akuarium bening itu dengan kerikil hias, batu-batu mungil, haworthia, philodendron, dan lumut. Agar terarium semakin hidup, ia menambahkan manik-manik dan hiasan kura-kura. Bagi Raras dan Lusi perayaan Valentine tidak melulu tentang keindahan. Peduli terhadap alam dan manusia juga wujud kasih sayang.

Terarium bertema taman gurun dari materi flora berupa echeveria, krasula, dan euphorbia.

Terarium bertema taman gurun dari materi flora berupa echeveria, krasula, dan euphorbia.

Itu sebabnya, Raras di bawah bendera IPBI cabang Jakarta Selatan dan Lusi di bawah naungan WAIBI—yayasan nonprofit yang bergerak di bidang lingkungan, isu global, dan permasalahan sosial—berkolaborasi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, membagi ilmu membuat terarium. “Kami berharap warga binaan menjadi lebih dekat dengan alam dengan belajar membuat terarium,” ujar Raras.

Petugas Lapas Kelas 1 Cipanang, Heriyanto Syafrie Amd.IP Ssos MSi—paling kiri bersama warga binaan—barkaus merah  dari kiri kekanan—(Helmi, Indra, Masril) dan Prayoga Yolanda Amd.IP SH (paling kanan).

Petugas Lapas Kelas 1 Cipanang, Heriyanto Syafrie Amd.IP Ssos MSi—paling kiri bersama warga binaan—barkaus merah dari kiri kekanan—(Helmi, Indra, Masril) dan Prayoga Yolanda Amd.IP SH (paling kanan).

Meskipun tergolong keterampilan baru bagi warga binaan, terarium yang dihasilkan ternyata sangat menarik. Masril, salah watu warga binaan, menuturkan membuat terarium hampir mirip pengerjaannya dengan membuat akuarium untuk ikan hias. Masril memilih botol selai sebagai wadah terarium karyanya. Ia lantas mengisi botol dengan kerikil hias dan haworthia.

Terarium karya Lusi Ismail di Jakarta Selatan.

Terarium karya Lusi Ismail di Jakarta Selatan.

Adapula Oscar yang begitu terampil menampilkan anthurium nan elok dalam balutan wadah kaca berbentuk silinder. Oscar merupakan instruktur junior WAIBI yang telah lulus masa rehabilitasi sebagai warga binaan. Kepala Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Petrus Kunto Wiryanto Bc.IP SH MH, menuturkan membuat terarium merupakan kegiatan pembekalan keterampilan bagi warga binaan. Petrus mendukung penuh setiap warga binaan yang ingin mengasah keterampilan sesuai minat dan bakat.

Terarium sederhana berisi pasir putih dan lumut dalam wadah berupa stoples madu.

Terarium sederhana berisi pasir putih dan lumut dalam wadah berupa stoples madu.

“Keterampilan yang sudah diasah diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan usai lulus dari Lapas,” ujar Kunto. Meski, masyarakat Indonesia mengenal terarium sejak masa kolonial, hobi bertanam dalam botol itu baru naik pamor pada 1990. Dengan terarium, pehobi bebas berimajinasi membuat taman mini dalam wadah sesuai keinginan. Tema favorit yang kerap diusung adalah gurun, hutan hujan tropis, dan panorama alam lain. (Andari Titisari)

Baca juga:  Cegah Kematian Massal Benih Lele

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d