Temumangga, Obat Herbal Untuk Penyakit Amandel

Pengangkatan amandel dibatalkan setelah penderita mengonsumsi temumangga.

Sekar Citra Pertiwi absen sekolah dan harus beristirahat di rumah. Pasalnya, demam dan batuk mendera tubuh mungilnya sejak 6 bulan terakhir. Dalam sebulan, Tiwi—panggilan akrabnya—bisa 4 kali menderita batuk diiringi demam.

Keruan saja setiap kali sakit, bocah 6 tahun itu harus absen sekolah selama 2—3 hari. “Ia juga sering pilek sampai 2 minggu tidak sembuh-sembuh,” kata Kepres Handayani, ibu Tiwi.

Selain demam dan batuk, Tiwi acap kesulitan menelan karena terasa ada yang mengganjal di leher. Saat berkunjung ke dokter, Kepres mendapat kabar yang menyesakkan dada. Dokter mendiagnosis putrinya mengalami pembengkakan kelenjar amandel.

Dokter memberikan obat untuk dikonsumsi selama 3 hari. Jika peradangan itu tidak membaik, Tiwi harus menjalani operasi pengangkatan amandel karena mengganggu rongga tenggorokan.

Kapsul herbal temumangga

Tiga hari berlalu tanpa kemajuan. “Seharusnya saya membawa Tiwi untuk operasi, tapi rasanya tidak tega,” tutur Kepres. Padahal ia sadar bahwa semakin lama menunda, Tiwi semakin lama menderita. Namun, bayangan tubuh mungil putrinya di meja operasi membuat Kepres galau.

Menurut Prof dr Bambang Hermani Sp.THT-KL amandel atau tonsil adalah kumpulan jaringan kelenjar getah bening di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut.

Dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) di Rumahsakit Proklamasi, Jakarta Pusat, itu mengatakan bahwa lazimnya amandel berfungsi menghalau infeksi akibat mikrob patogen yang hendak memasuki tubuh.

Saat terjadi infeksi, amandel pun meradang dan membengkak. Namun, pembengkakan amandel memicu batuk berkepanjangan lantaran rongga tenggorokan terganggu.

Kandungan antioksidan dalam temulawak juga efektif redakan radang amandel.

Kandungan antioksidan dalam temulawak juga efektif redakan radang amandel

Tubuh pun bereaksi dengan meningkatkan suhu untuk mempercepat aliran darah agar jaringan yang meradang cepat pulih. Saat itulah terjadi demam. “Batuk berkepanjangan dan sering deman salah satu indikasi radang amandel,” kata Bambang.

Radang amandel penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang dapat menular melalui percikan ludah penderita. Kekebalan tubuh yang lemah memicu penyakit itu.

Menurut Bambang usia rawan penderita amandel adalah 3—15 tahun. Semakin dewasa, sistem imun semakin kuat sehingga kecil kemungkinan menderita radang amandel. Kepres terus berusaha mencari kesembuhan lain selain pembedahan.

Saat mengantar putri semata wayangnya itu ke sekolah, Kepres memperoleh saran dari orang tua murid agar Tiwi mengonsumsi temumangga.

Penyakit amandel kini membaik

Untuk memperoleh rimpang temumangga, Kepres lantas menemui Prof Dr Dwiyati Pujimulyani MP, peneliti dan peracik temumangga di Universitas Mercubuana Yogyakarta. Dwiyati menyarankan Tiwi mengonsumsi temumangga 3 kali sehari masing-masing sebanyak 2 kapsul pada pagi, siang, dan malam hari.

Untuk mempermudah konsumsi, warga Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, itu mencampurkan serbuk temumangga ke dalam minuman.

Sepekan berselang, terlihat perkembangan yang menggembirakan. Pembengkakan amandel Tiwi mengecil. Kepres kembali memeriksakan Tiwi ke dokter setelah rutin mengonsumsi rimpang temumangga sebulan lamanya. Hasilnya dokter menyatakan bahwa Tiwi tidak perlu menjalani operasi pengangkatan amandel.

Menurut Prof Dwiyati temumangga mengandung beberapa zat antiinflamasi alias antiradang, antara lain kurkumin, polifenol, dan kuersetin.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x