Temumangga terbukti empiris menurunkan hipertensi.

Temumangga terbukti empiris menurunkan hipertensi.

Rimpang temumangga manjur mengatasi hipertensi.

Panut Purwanto kerap merasakan kaku di bagian leher sejak 1992. Semula Panut mengira itu hanya kelelahan. Harap mafhum dari Senin—Jumat aktivitas Panut relatif padat. “Saya kerap menemani pemimpin berkunjung ke berbagai tempat,” kata mantan fotografer di Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol, Sekretariat Daerah Provinsi Yogyakarta, itu. Jika gejala itu menyerang ia menghentikan aktivitas sejenak.

Tentu saja itu cukup mengganggu karena Panut dituntut aktif mengambil momen saat pimpinan berkunjung. Beberapa hari kemudian gejala itu tak kunjung hilang. Warga Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, itu lalu memeriksakan diri ke mantri dekat rumah. Hasil pemeriksaan menunjukkan Panut mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi yang dialami Panut Purwanto terkontrol setelah mengonsumsi kapsul temumangga.

Hipertensi yang dialami Panut Purwanto terkontrol setelah mengonsumsi kapsul temumangga.

Tinggi garam
Tekanan darah panut saat itu 195/110 mmHg. Idealnya tekanan darah pria berumur 59 tahun itu 120/70 mmHg. Ahli penyakit dalam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumahsakit Cipto Mangunkusumo, Prof Rully MA Roesli MD PhD FINASIM menyatakan pasien disebut hipertensi bila tekanan darah di atas 140/85 mmHg. Setiap kenaikan tekanan darah 20/10 mmHg meningkatkan risiko komplikasi serangan jantung dan stroke 2 kali lebih tinggi. Kegemukan, kurang olahraga, stres, alkohol, dan garam dalam penganan bisa memicu hipertensi. Penderita hipertensi lazimnya berusia lebih dari 50 tahun.

Dokter yang memeriksa Panut membekali obat penurun darah tinggi. Dokter juga menyarankan Panut mengurangi penganan bersantan dan jeroan. Ia memang kerap mengonsumsi jenis masakan itu. “Sulit menghindari makanan itu karena saat kunjungan pasti memesan makanan enak dan gurih,” kata pria kelahiran Sleman itu. Menurut dokter ahli penyakit dalam di Klinik Departemen Agama, Jakarta, dr Nafi’uddin SpPD MKes, semua makanan yang mengandung lemak jenuh seperti jeroan memicu hipertensi.

Baca juga:  Seekor Kucing Rp130-juta

Penganan mengandung lemak jenuh menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah dan menurunkan kelenturan dinding pembuluh darah sehingga terjadi hipertensi. “Jumlah kolesterol dalam darah sebaiknya tidak lebih dari 200 mg per 100 ml darah,” kata Nafi’uddin. Pada 1995 tekanan darah Panut lebih dari 210 mmHg. Muka Panut terasa bengkak saat itu.

Banyak mengonsumsi makanan bergaram tinggi salah satu pemicu hipertensi.

Banyak mengonsumsi makanan bergaram tinggi salah satu pemicu hipertensi.

Temumangga
Keluarga lalu membawa Panut ke dokter yang praktik dekat rumah. Dokter pemeriksa memberikan 2 suntikan di bagian pinggang dan membekali Panut obat penurun hipertensi. Sejak saat itu ia selalu mengonsumsi obat penurun darah tinggi. Terutama setelah mengonsumsi jeroan dan masakan bersantan. Lima tahun belakangan ia juga kerap merasakan kesemutan saat mengendarai motor.

Agar berkendara lebih nyaman, ia sejenak merilekskan jari saat berhenti di lampu merah. Panut rutin memeriksakan diri ke dokter setiap 2 pekan sekali untuk mengontrol tekanan darahnya. Kebiasaan mengonsumsi makanan bersantan dan jeroan membuat Panut mengidap asam urat pada 2000. Sayang ia lupa berapa kadar asam uratnya saat itu. Gejalanya kaki sebelah kiri agak bengkak dan sakit saat berjalan. Itu ia rasakan setelah mengonsumsi emping.

Pada 2012 Panut mendapat selebaran yang berisi beragam khasiat temumangga Curcuma mangga termasuk bisa mengatasi hipertensi. Ia tertarik dan membeli 2 botol yang berisi masing-masing 30 kapsul ekstrak temumangga. Panut mengonsumsi 4 kapsul temumangga pada pagi dan sore. Ia juga mendatangi Prof Dr Dwiyati Pujimulyani MP—produsen kapsul temumangga—untuk berkonsultasi.

Sebulan setelah konsumsi kapsul temumangga kondisi kesehatan Panut membaik. Tegang di leher berangsur hilang. Tekanan darah pun berangsur normal. “Saat ini tekanan darah saya sekitar 130 mmHg,” kata Panut. Manfaat lain setelah mengonsumsi temumangga yakni buang air besar dan kecil lancar. Kaki kiri yang bengkak seperti terkena asam urat pun kini tidak lagi dirasakan Panut. Kesemutan yang kerap ia rasakan saat berkendara juga enggan kembali. Sebelumnya Panut kerap kesemutan saat mengendarai motor. Padahal jarak tempuh kurang dari 10 km.

Baca juga:  Pesona Pohon Botol

Berkat kapsul temumangga aktivitas Panut jadi lebih lancar. Kini ia tetap mengonsumsi kapsul temumangga untuk menjaga kesehatan. Ia pun mengurangi mengonsumsi penganan bersantan dan jeroan. Bagaimana duduk perkara temumangga menurunkan hipertensi dan asam urat? Menurut Dwiyati temumangga bersifat antioksidan.

Prof Dr Dwiyati Pujimulyani MP meneliti temumangga sejak 2001.

Prof Dr Dwiyati Pujimulyani MP meneliti temumangga sejak 2001.

Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, mengatakan antioksidan berperan menurunkan kadar kolesterol dan asam lemak jenuh pemicu tekanan darah tinggi. Penggunaan temumangga untuk mengatasi hipertensi sudah lazim di kalangan herbalis. “Saya menyarankan temumangga untuk pasien hipertensi sejak 2013,” kata herbalis di Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, H Ujang Edi.

Selain mengatasi hipertensi tanaman anggota famili Zingiberaceae itu juga menormalkan gula darah dan pembersih darah kotor. Cara olah temumangga mudah, diparut atau diblender menjadi serbuk. Gunakan temumangga segar seukuran jempol jika memilih cara diparut. Setelah itu masukkan air matang setengah gelas, saring, lalu minum. Sementara temumangga kering diblender hingga lembut. Ambil satu sendok teh lalu seduh dengan air mendidih setengah cangkir. Frekuensi minum 2 kali sehari pada pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur. Ujang menuturkan dua hari kemudian tekanan darah kembali normal. (Riefza Vebriansyah)

Kontrol Hipertensi

Antioksidan dalam temumangga berperan mengatasi hipertensi. Antioksidan menurunkan kadar kolesterol dan asam lemak jenuh pemicu tekanan darah tinggi.

Antioksidan dalam temumangga berperan mengatasi hipertensi. Antioksidan menurunkan kadar kolesterol dan asam lemak jenuh pemicu tekanan darah tinggi.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d