Temulawak: Bukan Hanya Pelindung Hati 1
Kurkuminoid dalam temulawak menghambat kerja enzim alfa-glukosidase.

Kurkuminoid dalam temulawak menghambat kerja enzim alfa-glukosidase.

Riset baru rimpang temulawak manjur mengatasi diabetes mellitus.

Temulawak identik sebagai pelindung hati. “Temulawak mengandung senyawa xantorizol dan gugus kurkuminoid yang berperan melindungi hati,” kata Prof Dr dr Nyoman Kertia SpPD-KR, dokter di rumahsakit dr Sardjito, Yogyakarta. Kurkuminoid komponen pemberi warna kuning pada rimpang Curcuma xanthorriza itu. Khasiatnya kurkuminoid—terdiri atas kurkumin dan desmetoksikurkumin—menetralkan racun, mencegah perlemakan dalam sel-sel hati, dan sebagai antioksidan.

Sementara xantorizol merupakan senyawa utama minyak asiri temulawak yang berperan sebagai antiinflamasi. Khasiat lain temulawak menurunkan kadar gula darah. Itulah hasil riset Gia Permasku dari Departemen Biokimia, Institut Pertanian Bogor. Gia menguji kurkuminoid temulawak untuk menghambat enzim alfa-glukosidase. Enzim itu berperan dalam mengonversi karbohidrat menjadi glukosa.

Kurang aktivitas
Enzim di mulut dan usus akan mencerna karbohidrat menjadi gula sederhana. Kemudian tubuh menyerapnya sehingga meningkatkan kadar gula darah. Ketika terjadi penghambatan kerja enzim enzim alfa-glukosidase, maka kadar glukosa dalam darah dapat dinormalkan sehingga kadar gula darah normal. Hasil temuan itu penting karena penyakit diabetes mellitus menjadi salah satu permasalahan kesehatan dunia.

Seseorang mengalami diabetes bila kadar gula darah setelah makan lebih dari 200 mg/dl. Menurut dr Hendarto Natadidjaja MARS SpPD di rumahsakit Royal Taruma, Jakarta Barat, tingginya kadar gula darah dalam tubuh karena kekurangan hormon insulin. Kekurangan itu terjadi karena produksi hormon insulin di pankreas
berkurang.

Berkurangnya produksi insulin bisa diakibatkan penurunan secara genetik, kelainan, maupun pola makan dan hidup yang memicu munculnya diabetes. Pola makan pemicu diabetes seperti konsumsi makanan mengandung gula dan lemak. Sementara pola hidup pemicu diabetes seperti banyak duduk dan kurang aktivitas. Selain gangguan metabolisme karbohidrat, tingginya kadar gula darah mengganggu metabolisme lemak dan protein.

Baca juga:  Temulawak Cegah Pikun

Akibatnya kadar kolesterol tinggi. Efek lain, terjadi penyumbatan pembuluh darah, sehingga menyebabkan disfungsi ereksi, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kebutaan. Oleh karena itulah Gia mencari pengobatan herbal
dengan menguji temulawak untuk menurunkan kadar gula darah.

Temulawak

Temulawak

Kurkuminoid tinggi
Gia mengukur aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dan sitotoksisitas ekstrak kurkuminoid temulawak pada 2014. Periset itu juga membandingkan beberapa temulawak asal berbagai daerah, seperti Wonogiri dan Karanganyar, keduanya di Provinsi Jawa Tengah, Ngawi (Jawa Timur), Sukabumi (Jawa Barat). Sebagai pembanding, ia menggunakan varietas temulawak dari Balittro (Bogor).

Untuk mengetahui aktivitas penghambatan ekstrak temulawak terhadap enzim alfa-glukosidase, periset itu mengukur konsentrasi penghambatan (inhibition concentration 50 atau IC50). Nilai IC50 adalah konsentrasi minimal ekstrak yang dapat menghambat enzim hingga setengahnya. Isolasi kurkuminoid diperoleh dengan
mengekstrak 250 g serbuk temulawak dengan etanol.

Standar kurkuminoid yang digunakan berkonsentrasi 0,5 ppm. Temulawak asal Wonogiri memiliki IC50 paling bagus, yakni 333 g/ml. Bandingkan dengan rimpang asal Ciemas 347 g/ml, Ngawi (908 g/ml), Balittro (438 g/ml), Karanganyar (891 g/ml). Semakin rendah nilai IC50, semakin efektif kerja herbal.

Rendahnya angka IC50 pada temulawak asal Wonogiri disebabkan kandungan kurkuminoid yang tinggi, yakni 85,19 mg/g. Bandingkan dengan kurkuminoid temulawak asal Balittro 82,19 mg/g, Karanganyar (74,2 mg/g), Ciemas (73,82 mg/g), dan Ngawi (35,57 mg/g). Semakin tinggi kandungan kurkuminoid, semakin rendah nilai IC50.

Itu artinya semakin tinggi kandungan kurkuminoid dalam temulawak semakin efektif menurunkan kadar gula darah. Kurkuminoid bekerja dengan menghambat enzim alfa-glukosidase sehingga kadar gula darah dapat ditekan. Penelitian lain untuk menguak khasiat temulawak juga relatif banyak. Beberapa di antaranya temulawak sebagai gastroprotektor, neuroprotektor, antioksidan, dan afrodisiak (lihat tabel).

Baca juga:  Seronok Taman Sayuran

COVER 1.pdf

Citarasa beragam
Untuk memperoleh temulawak di pasaran cukup mudah. Bentuk olahan pun beragam, mulai kapsul, serbuk, atau kaplet. Salah satu produsen temulawak di tanahair PT Citra Deli Kreasitama mengolah rimpang temulawak sejak 1992. “Temulawak produk khas Indonesia dan beragam khasiatnya,” ujar Hudioro Leonardo, direktur marketing PT Citra Deli Kreasitama.

Hudioro Leonardo, direktur pemasaran PT Citra Deli Kreasitama yang memproduksi temulawak sejak 1992.

Hudioro Leonardo, direktur pemasaran PT Citra Deli Kreasitama yang memproduksi temulawak sejak 1992.

Produsen herbal di Tangerang, Provinsi Banten, itu mengolah rimpang temulawak dalam bentuk granul dan kaplet. Ia juga mengolah temulawak dalam tiga varian rasa, yakni asli, kombinasi madu dan jeruk, serta kombinasi madu dan lemon.

Beragam bentuk dan varian rasa itu diciptakan agar temulawak dapat dinikmati semua kalangan. “Selama ini herbal identik dengan orang tua. Oleh karena itu kami menciptakan produk temulawak dengan beragam bentuk dan rasa agar dapat dinikmati semua umur,” ujarnya.

Hudi menjelaskan meski sudah 23 tahun memproduksi temulawak, pasar masih terbuka. “Permintaan naik 10—15% per tahun,” kata Hudi. Dengan kapasitas produksi mencapai 10 ton setiap bulan, PT Citra Deli Kreasitama tak hanya
melayani pasar dalam negeri, tetapi juga pasar mancanegara. Beberapa di antaranya Amerika Serikat, Australia, Hongkong, dan Taiwan. (Desi Sayyidati Rahimah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments