Konsumsi tempe menurunkan tekanan darah tinggi.

Tempe menjadi asupan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Tempe menjadi asupan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah sistolik mencapai lebih dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 80 mmHg, maka bersiaplah menghadapi berbagai risiko kesehatan yang mengerikan. Menurut Ketua Ikatan Dokter Herbal Medik Indonesia (IDHMI), dr Hardhi Pranata SpS, MARS, tekanan darah tinggi perlu diwaspadai karena memicu berbagai komplikasi.

Jika tekanan darah tinggi terjadi di pembuluh darah otak, menyebabkan pecahnya pembuluh darah atau stroke. Di Indonesia penyakit itu menjadi pembunuh nomor satu. Jika tekanan darah tinggi terjadi di pembuluh darah jantung, menimbulkan serangan jantung. Celakanya hipertensi datang tanpa gejala. Menurut kepala Poli Obat Tradisional Rumahsakit dr Soetomo, dr Arijanto Jonosoewojo SpPD, hipertensi terjadi seiring bertambahnya usia.

Makanan berlemak
Semakin bertambah usia pasien maka semakin rentan terserang hipertensi. Itu karena tingkat kelenturan pembuluh darah semakin berkurang. Penyempitan sedikit saja dapat menyebabkan pembuluh darah pecah. Apalagi jika usia semakin menua dan tak menerapkan gaya hidup sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak. Menurut guru besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof Dr dr Endang Susalit SpPD, konsumsi makanan berlemak tinggi menimbulkan plak.

Prof Dr Ir Made Astawan MS meneliti khasiat tempe untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Prof Dr Ir Made Astawan MS meneliti khasiat tempe untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Plak itu menyumbat pembuluh darah alias aterosklerosis. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang diterbitkan Kementerian Kesehatan pada 2013 jumlah penderita hipertensi berusia lebih dari 18 tahun mencapai 25,8% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah penderita hipertensi perempuan 6% lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Dari jumlah itu yang terdiagnosis tenaga kesehatan hanya sekitar 9,4%.

Itu berarti 90,6% penderita hipertensi tidak terjangkau dan terdiagnosis tenaga kesehatan sehingga tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran. Oleh sebab itu pantas bila hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menurut ahli gizi Prof Dr Ir Made Astawan MS, mekanisme terjadinya hipertensi melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I converting enzyme (ACE).

Baca juga:  Durian: Legit Saat Musim Hujan

Peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), itu mengatakan, ACE berperan fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi hati. Hormon renin diproduksi ginjal mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin I (dekapeptida yang tidak aktif). Selanjutnya ACE yang terdapat di paru-paru mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II (oktapeptida yang sangat aktif).

Angiotensin II itulah yang berperan kunci menaikkan tekanan darah melalui dua cara. Cara pertama, meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Jika kadar ADH meningkat, maka urine yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis) sangat sedikit sehingga urine menjadi pekat.

Konsumsi makanan berlemak yang berlebihan picu tekanan darah tinggi.

Konsumsi makanan berlemak yang berlebihan picu tekanan darah tinggi.

Untuk mengencerkan, volume cairan ekstraseluler ditingkatkan dengan menarik cairan dari instraseluler. Akibatnya volume darah meningkat sehingga meningkatkan tekanan darah. Cara kedua, menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Aldosteron hormon steroid yang berperan penting pada ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan mereabsorpsinya dari tubulus ginjal.

Khasiat tempe
Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Salah satu cara mengatasi hipertensi dengan rutin mengonsumsi tempe. Menurut Made Astawan, tempe yang merupakan makanan khas tanahair dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Astawan hidrolisat tempe berpotensi menurunkan tekanan darah pada tikus percobaan yang mengalami hipertensi. Dalam penelitian itu Astawan meneliti pengaruh jenis inokulum dan lama waktu fermentasi kedelai terhadap aktivitas penurunan tekanan darah tempe yang diuji dengan tikus jenis spontaneously hypertensive rats.

Made menuturkan ada tiga jenis kultur dalam pembuatan tempe, yaitu kultur campuran, kultur murni, dan kultur murni campuran. Pada kultur campuran—sering disebut laru pasar—mengandung kapang, bakteri, dan khamir. Kultur murni hanya mengandung satu jenis mikroorganisme, misalnya Rhizopus oligosporus. Campuran dua atau tiga kultur murni disebut kultur murni campuran.

Baca juga:  Asam Urat 15 Tahun Terhapus Sidaguri

Hasil penelitian menunjukkan pemberian ransum yang mengandung tepung tempe sebanyak 2 g per bobot tubuh mencit (43% dari total ransum) selama 21 hari pada tikus hipertensi mampu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 46 poin (turun 24%) dan tekanan darah diastolik 37 poin (turun 23%). “Jika dikonversi ke jumlah konsumsi pada manusia setara 150 g tempe per hari. Tapi jangan digoreng ya,” tutur Made Astawan.

Beberapa peptida hasil fermentasi tempe menghambat kerja angiotensin I converting enzyme (ACE) mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II sehingga tekanan darah turun. (Ilustrasi: Bahrudin).

Beberapa peptida hasil fermentasi tempe menghambat kerja angiotensin I converting enzyme (ACE) mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II sehingga tekanan darah turun. (Ilustrasi: Bahrudin).

Tempe hasil fermentasi menggunakan kultur campuran (laru pasar) menghasilkan tempe berpotensi hipotensif (penurun tekanan darah) lebih besar dibandingkan kultur murni Rhizopus oligosporus NRRL 2710. Itu berarti tempe yang dibuat secara tradisional oleh para perajin tempe Indonesia lebih menguntungkan dibandingkan tempe yang dibuat di luar negeri yang biasanya menggunakan kultur murni. Menurut Astawan waktu fermentasi kedelai terbaik untuk menjadi tempe dengan khasiat penurun tekanan darah yang terbaik adalah 36 jam.

Bagaimana duduk perkara tempe menurunkan tekanan darah? Menurut Made Astawan enzim protease yang dihasilkan kapang selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe akan menguraikan protein (polipeptida) menjadi peptida-peptida yang lebih pendek dan asam amino bebas. Beberapa peptida yang dihasilkan—terutama yang terdiri dari 5—10 asam amino—dapat menghambat kerja angiotensin I converting enzyme (ACE). Dengan begitu peran ACE mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II menjadi terganggu sehingga tekanan darah menjadi turun. Ayo makan tempe! (Imam Wiguna).

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d