Tembikai Baru Zonder Biji 1
Tingkat kemanisan sindoro 14-16° briks

Tingkat kemanisan sindoro 14-16° briks

Bersosok unik, cantik, produktif, dan manis. Sosok sindoro amat memesona. Bentuknya bulat dengan warna hijau bergaris hijau tua di sekujur tubuh. Ketika dibelah, mencuatlah daging merah ranum bertekstur halus. Saat masuk mulut, terasa renyah, manis, dan menyegarkan. Kenikmatan mencecap tidak terganggu karena sindoro tanpa biji. Itulah semangka sindoro hasil pemuliaan, Kardi Raharjo. Ia terinspirasi memberi nama semangka rakitannya dengan nama gunung di Temanggung, Jawa Tengah.

Semangka itu memang unggul. Lihat saja kulit buahnya tebal, 1,75-1,90 cm sehingga berdaya simpan lama. “Meski letak kebun jauh dari kota, ia tetap dapat dinikmati dalam kondisi segar. Sindoro tahan simpan 30-40 hari dalam suhu kamar,” kata Kardi. Produktivitasnya 25-30 ton per ha dengan bobot buah 6-8 kg per buah. Sindoro cocok ditanam di lahan berketinggian 1-600 meter di atas permukaan laut (m dpl). Tingkat kemanisannya mencapai 14-16° briks.

Penanaman sindoro di Langkat, Sumatera Utara. Panen bisa ditunda saat harga rendah karena tekstur padat

Penanaman sindoro di Langkat, Sumatera Utara. Panen bisa ditunda saat harga rendah karena tekstur padat

Tanpa biji

Kardi Raharjo merakit semangka sindoro sejak 1986 di Temanggung, Jawa Tengah. Awalnya ia mengoleksi beberapa galur tembikai-sebutan lain semangka, yang memiliki keunggulan tertentu, seperti tanpa biji, rasa manis, dan ukuran besar. Pemilik perusahaan benih, PT Prana Ardita, itu lalu menggandakan kromosom pada tanaman anggota famili Cucurbitaceae itu sehingga menghasilkan tanaman tetraploid.

Persilangan antartanaman tetraploid itulah sumber tetua betina sindoro. Adapun tetua jantan berupa tanaman diploid. Persilangan itu menghasilkan varietas semangka tanpa biji yang diberi nama sindoro.

Kini sindoro berkembang juga di Langkat, Sumatera Utara. Ir Boyrano, pekebun semangka di Langkat menuturkan pada Maret 2014 panen semangka di lahan 1.000 hektar di Pakem, Sumatera Utara. “Empat puluh persen semangka tanpa biji sindoro,” ujar Boyrano. Menurut Boyrano, di Sumatera Utara sindoro masih tetap produktif dengan produksi buah 20-25 ton per ha. Tingkat kemanisan juga stabil, 13° briks.

Kardi Raharjo, perakit sindor

Kardi Raharjo, perakit sindor

Selain itu, sindoro bisa dipanen mundur ketika harga semangka turun. Hal itu karena daging sindoro tergolong padat sehingga tahan simpan hingga 3 pekan. “Jenis lain yang sudah bernama, begitu memasuki masa panen, harus segera dipanen. Panen tidak bisa ditunda. Bila ditunda daging dalam jadi benyek,” kata Boyrano. Pekebun bisa menunda panen sindoro, sehingga menguntungkan bila terjadi fluktuasi harga. “Saat harga rendah, panen bisa ditunda hingga 3 minggu,” ujar Boyrano.

Baca juga:  Ikan Gabus Atasi Hipertiroid

PT East West Seed Indonesia (EWSI) juga merilis semangka baru tanpa biji bernama amara. Semangka itu bertekstur buah renyah berbobot 7-9 kg per buah. Menurut Manajer Penjualan PT EWSI, Wakrimin, tingkat kemanisan amara 11° briks. Umur panen 60 hari setelah tanam. Amara toleran cracking atau pecah buah.

Amara bertekstur buah renyah berbobot 7-9 kg

Amara bertekstur buah renyah berbobot 7-9 kg

Semangka baru lain produksi PT EWSI bernama tafuma. Menurut Wakrimin, tafuma unggul dari segi ketahanan terhadap penyakit layu fusarium. “Oleh karena itu diberi nama tafuma, tahan fusarium dan manis,” ujar Wakrimin. Bobot tafuma juga tergolong tinggi mencapai 9 kg. Tafuma bisa panen lebih cepat antara umur 55-60 hari setelah tanam dengan tingkat kemanisan mencapai 11° briks.

Kulit kuning

Produsen benih di Kediri, Jawa Timur, CV Aura Seed Indonesia juga merilis hibrida baru Citrullus lanatus yang juga unggul. Yakni legimo 1 dan legimo 2. Ciri khas bentuk buah lonjong dengan warna kulit buah yang unik. “Warnanya kuning seperti melon golden, tapi saat dibelah dalamnya merah seperti lazimnya semangka,” ujar Muhammad Aris SP, direktur CV Aura Seed.

Tafuma, tahan layu fusarium dan bisa panen umur 55-60 hari setelah tanam

Tafuma, tahan layu fusarium dan bisa panen umur 55-60 hari setelah tanam

Selain berpenampilan unik, legimo juga produktif dan manis. Legimo 1 memiliki bobot buah antara 3-5 kg dengan kadar kemanisan 14-15° briks. Semangka itu juga tahan simpan hingga 30 hari pascapanen. Kelebihan lainnya, tahan kekeringan dan genangan air. Legimo juga tahan terhadap serangan penyakit layu dan virus keriting. “Bagian yang bisa dimakan mencapai 65%,” ujarnya.

Varietas legimo 2 berkarakter mirip legimo 1. “Perbedaan legimo 1 dan 2 hanya warna kulitnya yang lebih eksotis. Legimo 2 berkulit kuning dengan loreng kuning muda,” ujar Aris. Dua semangka itu bagus ditanam di daerah berketinggian 4-400 meter di atas permukaan laut. Dengan munculnya beragam varietas semangka baru, petani Indonesia memiliki banyak alternatif untuk menentukan semangka untuk budidaya dengan mempertimbangkan preferensi pasar, kondisi iklim, dan kecocokan varietas dengan areal penanaman. (Bondan Setyawan/Peliput: Kartika Restu S dan Syah Angkasa)

Legimo 2 tahan simpan hingga 30 hari pascapanen

Legimo 2 tahan simpan hingga 30 hari pascapanen

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *