Teknologi Hidroponik Thailand: Ketika Akar Menggantung di Talang 1
Hidroponik melon milik K Tongtana Jarukitpanit di Nakhonratchasima, Thailand.

Hidroponik melon milik K Tongtana Jarukitpanit di Nakhonratchasima, Thailand.

Petani melon di Thailand menerapkan teknologi hidroponik Dynamic Root Floating Technique. Panen lima kali dalam setahun.

Ratusan tanaman melon berjajar rapi di atas talang dengan penyangga besi setinggi 40 cm dari permukaan tanah. Pertumbuhannya tegak setinggi 1—1,5 meter. Daun lebar berwarna hijau tua, tumbuh lebat. Tampak buah melon dengan ukuran seragam sekitar 2 kg per buah itu menggantung di bagian bawah, sekitar 10 cm di atas talang. Melon-melon itu siap panen setelah 60—65 hari tanam.

Petani melon di Nakornratchasima, Thailand, K Tongtana Jarukitpanit, menanam melon hidroponik sejak 2008. Melon merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi. Harga melon kualitas baik di Nakornratchasima mencapai 100 baht setara Rp40.000 per kg atau Rp80.000 per buah. Menurut Tongtana itulah yang menyebabkan banyak petani di Thailand tertarik menanam melon.

(Kedua dari kanan) K Tongtana Jarukitpanit penasehat rumah kaca di Baan Plai Tawan dan (ketiga dari kanan) manajer pertanian K Wirat Kianduang Chan.

(Kedua dari kanan) K Tongtana Jarukitpanit penasehat rumah kaca di Baan Plai Tawan dan (ketiga dari kanan) manajer pertanian K Wirat Kianduang Chan.

Pilih hidroponik
Budidaya konvensional di lahan terbuka memiliki risiko terkena hama penyakit lebih besar. Oleh karena Tongtana memilih budidaya hidroponik dalam rumah plastik. Dengan demikian ia mampu menekan perubahan iklim seperti fluktuasi suhu, angin, dan serangan hama penyakit. Kini ia menanam Cucumis melo di dalam dua rumah plastik berukuran 130 m2 di Baan Plai Tawan, Provinsi Nakornratchasima.

Populasi di setiap rumah kaca 500 tanaman atau 3,8 tanaman per meter persegi. Atap rumah kaca dirancang berbentuk segitiga dengan ketinggian 4,7 meter. Sementara tinggi sisinya hanya 2,5 meter. Atap terbuat dari dua lapis bahan yaitu plastik dan jaring peneduh. Struktur rumah plastik berlantai beton itu kuat dan dapat bertahan sekitar 10 tahun. Menurut Tongtana biayanya masing-masing rumah plastik yang ia buat adalah 350.000 bath atau Rp140-juta dengan pengembalian investasi selama 2 tahun.

Rumah kaca berukuran 130 m2 di Baan Plai Tawan, Provinsi Nakornratchasima, Thailand.

Rumah kaca berukuran 130 m2 di Baan Plai Tawan, Provinsi Nakornratchasima, Thailand.

Ia memasang 10 instalasi hidroponik masing-masing berukuran lebar 0,5 m x 5 m di setiap rumah kaca. Kerangka besi berbentuk meja setinggi 40 cm dari lantai rumah kaca dibuat untuk menopang instalasi itu. Tongtana menggunakan sistem Dynamic Root Floating Technique (DRFT). Sistem itu mirip dengan sistem Deep Flow Technique (DFT). Akar terendam dalam larutan nutrisi.

Menurut ahli hidroponik di Jakarta, Yos Sutiyoso, sistem dynamic root floating sudah pernah dilakukan di Singapura 10 tahun lalu. Namun, masih skala penelitian di laboratorium, karena membutuhkan biaya yang mahal. DRFT untuk melon menggunakan “talang” lebih besar daripada talang untuk sayuran. Talang terbuat dari stirofoam yang disusun memanjang. Agar menyatu, pinggir kotak dihilangkan sehingga membentuk saluran.

Penanaman melon hidroponik secara terkontrol.

Penanaman melon hidroponik secara terkontrol.

Itu dilakukan karena volume perakaran melon lebih banyak sehingga tanaman tumbuh baik. Sebelum air mengalir, Tongtana melapisi stirofoam dengan plastik berwarna hitam. Air diisi sedalam 3—5 cm, sehingga terdapat ruang udara setinggi 18—15 cm. Penutup talang terbuat dari lembaran stirofoam yang diletakkan di atas besi penopang. Tongtana menyalakan listrik selama 24 jam untuk sirkulasi air.

Baca juga:  Panen Kale Organik

Air yang sudah dicampur dengan nutrisi disimpan di bak penampungan, lalu dipompa untuk mengalirkan air lewat pipa. Setelah itu air akan masuk dan mengalir ke talang yang dibuat miring. Kemiringan talang pada umumnya 1—7% (tiap 1 meter naik 1 cm dan seterusnya). Ari dapat kembali ke bak penampungan. Walau Tongtana mengatur sirkulasi air selama 24 jam, kandungan oksigen terlarut dalam air belum dapat terpenuhi.

Melon dengan budidayahidroponik berkualitas baik: dengan daging tebal, tingkat kemanisan 16-18° briks dan tekstur renyah.

Melon dengan budidayahidroponik berkualitas baik: dengan daging tebal, tingkat kemanisan 16-18° briks dan tekstur renyah.

Subsidi akar
Menurut Yos Sutiyoso oksigen terlarut yang dibutuhkan tanaman melon cenderung tinggi yaitu 10 ppm. Jika listrik padam dan sirkulasi air tidak berjalan dengan baik, maka kandungan oksigen terlarut akan semakin sedikit. Bila itu terjadi tanaman melon tetap dapat tumbuh, tetapi dengan kondisi tertekan atau stres. Menurut, Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Dr Ir Pardono MS, jika listrik padam selama setengah hari atau 12 jam maka tanaman melon membutuhkan waktu sekitar 2—3 pekan untuk mengembalikan kondisinya.

“Tanaman semusim itu akan kehilangan waktu hanya untuk mengembalikan kondisinya. Waktu yang diperlukan untuk produksi akan berkurang dan hasilnya ikut menurun,” ujar Pardono. Itulah sebabnya Tongtana menyediakan ruang ekstra antara permukaan nutrisi dan stirofoam untuk memanfaatkan ketersediaan oksigen di udara sebanyak 20,9%.

Akar yang tumbuh menggantung akan menerima lebih banyak oksigen atau disebut aeroroots. Adapun akar serabut yang terendam akan menyerap nutrisi atau berfungsi sebagai nutriroots. Menurut Yos subsidi silang mungkin dapat dilakukan. Akar menggantung mengambil lebih banyak oksigen, sedangkan akar yang terendam mengambil lebih banyak nutrisi.

“Namun, saya belum mempelajari lebih lanjut mengenai subsidi silang itu,” ujarnya. Investasi rumah plastik tergolong mahal. Namun, menurut Tongtana dengan sistem DRFT dapat menghemat pupuk dan air. Ia hanya memerlukan 300 cc air dan 2 cc pupuk per tanaman per hari. Selain itu, karena tidak menggunakan tanah, maka hama dan penyakit yang berasal dari tanah seperti layu bakteri tidak lagi mengganggu tanaman yang masuk dalam suku labu-labuan itu.

Kerangka besi berbentuk meja setinggi 40 cm dari dasar rumah kaca dibuat untuk menopang instalasi hidroponik.

Kerangka besi berbentuk meja setinggi 40 cm dari dasar rumah kaca dibuat untuk menopang instalasi hidroponik.

Tongtana juga tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Ia hanya mempekerjakan satu tenaga kerja di setiap rumah plastik. Rasa dan kualitas buah juga dapat dikontrol dengan mudah karena ukurannya tidak terlalu besar. Ia hanya mempertahankan satu buah dalam satu tanaman dengan kualitas baik. Daging buah tebal dengan rongga biji kecil, daging jingga cerah, kandungan air sedikit sehingga tekstur lebih renyah, rasam manis 16—180 briks.

Baca juga:  Belajar Kurma dari Thailand

Penyerbukan
Menurut Yos tanaman melon hidroponik yang sehat seharusnya bisa menghasilkan buah lebih dari satu. “Sayang sekali jika hanya menghasilkan satu buah dalam satu tanaman. Padahal, kalau dilihat tanamannya sehat dan kuat,” ujarnya. Ia juga berencana untuk mensosialisasikan kepada petani melon untuk memperbanyak cabang sehingga dapat menghasilkan bual lebih dari satu.

Panen melon di setiap rumah kaca dilakukan setentak atau bersamaan yaitu 35 hari setelah dilalkukan penyerbukan.

Panen melon di setiap rumah kaca dilakukan setentak atau bersamaan yaitu 35 hari setelah dilalkukan penyerbukan.

Tongtana melakukan penyerbukan silang untuk mendapatkan buah sesuai keinginan. Penyilangan selama tiga hari untuk satu rumah kaca dan panen dilakukan serentak 35 hari setelah polinasi. Produksi melon dapat dilakukan sepanjang tahun karena tidak dipengaruhi musim. Ia dapat panen melon lima kali dalam setahun. Menurut Prof Ir Sobir MSi PhD lahan dan pupuk mempengaruhi kualitas melon.

Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, itu mengatakan, jika melon ditanam di lahan dengan kandungan hara yang baik maka kualitas melon yang dihasilkan akan lebih baik dibandingkan melon dengan sistem hidroponik. Kandungan hara di lahan terbuka lebih beragam dan banyak. Adapun hara yang tersedia dalam budidaya hidroponik terbatas pada apa yang diberikan.

Perakaran melon memenuhi talang yang terbuat dari Stirofoam dan lapisan plastik

Perakaran melon memenuhi talang yang terbuat dari Stirofoam dan lapisan plastik

Namun, jika tidak tersedia lahan subur dengan kandungan hara yang baik, maka lebih baik membudidayakan melon secara hidroponik. Budidaya melon secara hidroponik di dalam rumah kaca juga dapat menekan kerugian yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT). “Di dalam ruangan, OPT cenderung lebih sedikit,” ujar Sobir. Namun, melon yang dibudidayakan secara hidroponik biasanya memiliki bobot lebih kecil dibandingkan secara konvensional yaitu sekitar 1,8—2 kg. Menurut Sobir petani melon di Indonesia belum bisa mengadopsi cara hidroponik untuk budidaya melon karena biaya yang relatif lebih mahal. (Ian Purnama Sari)

Instalasi Hidroponik DRFT (Dynamic Root Floating Technique)

COVER 1.pdf

  1. Reservoir untuk menampung nutrisi
  2. Kerangka besi berbentuk meja setinggi 60 cm. (40 cm kaki penyangga dan 20 cm untuk talang)
  3. Talang yang terbuat dari stirofoam dan plastik berukuran 0,5 meter x 5 meter dengan kedalaman 20 cm
  4. Kedalaman air didalam talang 3-5 cm
  5. Ruang ekstra setinggi 18-15 cm untuk udara
  6. Pipa yang tersambung antara bak penampungan-pompa-pipa-talang-bak penampungan

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments