Tantangan, Bukan Halangan

Tantangan, Bukan Halangan 1
Rahmah menghadapi banyak  hambatan  berniaga kopi gayo. Kopi siap ekspor pernah hilang sehingga ia rugi Rp1,4 miliar.

Rahmah menghadapi banyak hambatan berniaga kopi gayo. Kopi siap ekspor pernah hilang sehingga ia rugi Rp1,4 miliar.

Telepon genggam di tangan Rahmah berdering nyaring. Seorang relasi mengabarkan bahwa kontainer yang semestinya dinaikkan ke kapal di pelabuhan Belawan, Medan, kosong tanpa isi. Sebanyak 19 ton biji kopi siap ekspor raib. “Nilai kopinya saja Rp1,4 miliar. Belum lagi kerugian karena tidak lagi dipercaya pembeli,” kata Rahmah. Meskipun pengusutan berhasil menemukan kopi-kopi itu di gudang orang lain, kejadian pada 2015 itu telanjur merugikan Rahmah.

Ia tidak menyerah. Bekerja sama dengan mitra, ia memastikan pengiriman berikutnya tidak terganggu. Namun, ibarat pepatah semakin tinggi pohon semakin kencang tertiup angin. Demikian pula yang Rahmah alami. Pertengahan 2017 lalu, ia menemukan kopi apkir yang dikembalikan dari mancanegara justru dijual di Aceh Tengah. Jumlahnya tidak main-main, 6 kontainer atau setara 115,2 ton. Kopi rusak itu dijual dengan harga murah untuk campuran kopi gayo. Dengan cara itu, para penjual nakal memperoleh keuntungan berlipat.

Rahmah tidak habis pikir mengapa ada orang Gayo yang mau merusak pasar produk dari daerahnya sendiri. Menurut Rahmah seharusnya semua pekebun dan pedagang kopi gayo bersatu melawan kecurangan-kecurangan seperti itu. “Percuma saja bersusah-payah merawat di kebun dan memproses sampai berhari-hari kalau barangnya ditolak pembeli,” ujarnya. Dua masalah itu hanya segelintir dari banyak tantangan yang mesti ia hadapi. Baginya kesulitan adalah tantangan, bukan halangan. (Argohartono Arie Raharjo)

Tags: halangan, kopi, tantangan, trubus

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x