Tanaman Kaktus Unik Kian Mahal

Tanaman Kaktus Unik Kian Mahal 1

Kelainan bentuk dan warna tanaman kaktus membuatnya kian mahal.

Penantian panjang itu berakhir sudah. Sesosok ariocarpus istimewa kiriman sebuah nurseri di Belgia akhirnya tiba di kediaman Hendick Purwanto di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Hendick menanti hingga dua tahun untuk memperoleh Ariocarpus retusus “cauliflower pelican beak” yang amat langka itu.

Sebutan cauliflower merujuk pada bentuk tanaman yang mirip kol bunga dengan permukaan tuberkel alias batang kaktus penuh tonjolan dan kasar.

Sementara istilah pelican beak mengarah pada bentuk tuberkel si batu hidup, sebutan ariocarpus, yang gemuk, bulat, dengan duri seperti paruh burung pelikan yang melengkung di bagian ujung. “Bentuk ariocarpus seperti itu sangat langka,” ujar Hendick.

Mahal

Kolektor kaktus dan sukulen itu semakin berhasrat untuk memiliki lantaran ukuran tanaman tergolong besar. Diameternya mencapai 30 cm dan tinggi 25 cm. Diameter ariocarpus bertambah paling banter 1 cm per tahun. Artinya umur kaktus tak berduri itu 30 tahun.

A. retusus “three finger” mini koleksi Hendick Purwanto

Ariocarpus retusus “three finger” mini koleksi Hendick Purwanto

Hendick mengincar kaktus bergengsi itu sejak 2009. Perjumpaan pertama lewat dunia maya kala itu sangat berkesan. “Ini ariocarpus yang saya cari,” ujarnya kala itu. Namun, ia harus bersabar hingga dua tahun untuk mendapatkannya sebab sang empu enggan melepas.

Baru pada Maret 2011, kaktus idaman itu terbang menuju tanah air. Harga yang harus ditebus pun fantastis, puluhan juta rupiah.

“Mutasi menyebabkan harga tanaman melambung karena diperoleh dari proses seleksi bibit yang sangat lama,” ujarnya. Meski mahal, Hendick tidak jera. Ia ketagihan mendatangkan batu hidup-batu hidup mutasi. Pada 2012, ia membeli A. retusus “three finger” mini dari sebuah nurseri di Jepang.

Baca juga:  Aneka Jenis Serta Cara Perawatan Tanaman Hias Begonia

Disebut three finger sebab memiliki tuberkel bercabang tiga. Lazimnya retusus memiliki tuberkel berbentuk segitiga dan bercabang satu. Di ujung cabang itu terdapat bulu halus berwarna putih. Gelar mini disematkan lantaran tanaman bersosok mini. Umurnya 10 tahun, tetapi hanya berdiameter 5 cm.

A. fissuratus “godzila” variegata dan doublehead koleksi Sugita Wijaya

Ariocarpus fissuratus “godzila” variegata dan doublehead koleksi Sugita Wijaya

Genus ariocarpus memang menjadi buruan para kolektor. Kemolekan dan keunikannya membuat mereka berlomba untuk memiliki. Rusli Hadinata, kolektor kawakan di Tangerang, Provinsi Banten, bahkan menyebut ariocarpus sebagai raja kaktus.

“Bentuknya cantik dan beragam, tetapi keberadaannya di pasaran sangat terbatas,” ujarnya. Ariocarpus memiliki beberapa spesies seperti retusus, furfuraceus, agavoides, dan fissuratus. Jenis retusus paling banyak dimiliki oleh kolektor.

Kolektor di Surabaya, Jawa Timur, Sugita Wijaya, juga terpesona pada ariocarpus. Ia mengoleksi belasan pot ariocarpus yang tertata apik di rak kayu di dalam rumah tanam beratap plastik ultraviolet dengan persentase cahaya 60%.

Di sana ia menyimpan sepot A. retusus “three finger-maruibo” dan A. retusus “three angle”. Keunikan three finger-maruibo bermutasi pada jumlah cabang.

A. fissuratus “godzila” mengalami mutasi pada permukaan tuberkel yang menyerupai bentuk brokoli

Ariocarpus fissuratus “godzila” mengalami mutasi pada permukaan tuberkel yang menyerupai bentuk brokoli

Selain itu bentuk tuberkelnya menjadi besar dan menggembung mirip postur boneka daruma. “Maruibo berasal dari kata daruma dan ibo yang artinya jari daruma,” ujar Sugita. Daruma merupakan boneka sekaligus mainan khas Jepang yang bentuknya bulat.

Sementara itu, three angle tampak unik sebab muncul tuberkel berukuran kecil di antara tuberkel normal. Rona ungu di permukaan atas tuberkel kian mempercantik penampilannya.

Kepala dua

Menurut Sugita ariocarpus adalah lambang kemewahan dari tanaman anggota keluarga Cactaceae. Habitatnya di daerah bukit kapur yang sangat ekstrem dan panas. Lantaran banyak diburu populasi di alam semakin berkurang.

Baca juga:  Ikan Cupang Berkelir Koi

Lembaga konservasi dunia Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) menggolongkan ariocarpus pada kategori apendiks 1.

A. retusus “three finger-maruibo” memiliki tuberkel bulat seperti postur boneka daruma khas Jepang

Ariocarpus retusus “three finger-maruibo” memiliki tuberkel bulat seperti postur boneka daruma khas Jepang

Artinya pencabutan dan perdagangan dari habitatnya dilarang. “Kolektor biasanya memperoleh ariocarpus dari nurseri-nurseri atau kolektor di Jepang, Amerika, dan Eropa,” ujar ketua komunitas kaktus Cactus and Succulent Society of Indonesia itu.

Di kediamannya, Sugita mengoleksi sepot ariocarpus berpenampilan mewah yang diperoleh dari Jepang yakni A. fissuratus mutasi.

Kaktus dengan tuberkel pendek dan kompak itu mengalami dua mutasi yaitu bentuk dan warna alias variegata. Permukaan tuberkel bergelombang seperti brokoli. Di dunia kaktus, kelainan seperti itu disebut dengan godzila.

Yang menarik fissuratus godzila koleksi Sugita memiliki dua mahkota yang saling menempel atau doublehead. Setiap mahkota terdiri atas warna hijau dan kuning.

A. retusus “three angle” muncul tuberkel kecil diantara tuberkel normal koleksi Sugita Wijaya

Ariocarpus retusus “three angle” muncul tuberkel kecil diantara tuberkel normal koleksi Sugita Wijaya

Rasa cinta pada ariocarpus membuat Sugita tak segan menggelontorkan rupiah untuk mendapatkan tanaman idamannya itu. Sebagai gambaran, harga godzila biasa tanpa variegata mencapai belasan juta rupiah. Kolektor kaktus dan sukulen di Bogor, Jawa Barat, Indra Susandi, juga memiliki ariocarpus bermahkota dempet.

Batu hidup koleksi Indra itu bisa dibilang premium sebab mengalami mutasi bentuk 3 jenis yakni mauribo, three finger, dan doublehead. Sayang, Indra enggan memberi tahu nilai kaktus istimewa itu. “Yang pasti harga tanaman puluhan kali lipat dari ariocarpus biasa,” ujarnya.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x