Tanaman Es dari Afrika 1

VEL GABUNG.pdfSayuran segar bercitarasa asin? “Kalau tidak percaya silakan cicipi daunnya,” ujar Muna, anggota staf PT Super Green, seraya menyodorkan semangkuk daun berwarna hijau yang sudah dipotong-potong pendek. Wartawan Trubus mengunyah potongan sayuran yang disodorkan Muna dan merasakan asin, persis salad berbumbu mayonnaise. Rasanya pun renyah. Sekali gigit, langsung putus dan menimbulkan kres kres.

Bulu-bulu halus berwarna putih, tidak berarti lantaran sangat lembut. Itulah ice plant yang bernama ilmiah Mesembryanthemum crystallinum. Super Green membudidayakan varietas sabrina, sukulen yang dibawa dari Jepang yang tumbuh dalam lemari pendingin. Mesembryanthemum crystallinum disebut juga Cryoanthemum crystallinum. Karena berasal dari daerah Mesembria, nama Mesembryana pun melekat pada tanaman itu.

Namun, tanaman anggota famili Aizoaceae itu sudah menyebar ke gurun Sinai, Eropa selatan, bahkan hingga ke Amerika utara, Amerika selatan, dan Australia. Mesembryanthemum berbunga kecil dan putih, tetapi justru itu yang makin membuatnya layak disebut tanaman es alias ice plant.

Pada kondisi bergaram, tempatnya tumbuh, tanaman akan memproduksi kristal di daunnya yang membuat rasanya gurih. Di daerah asalnya, ice plant dimanfaatkan sebagai sayur, pengganti sabun, bahkan sebagai tanaman obat. Karena kandungan garam tinggi, ia bisa dimanfaatkan sebagai makanan pemulihan kondisi kesehatan. Menurut Muna, tanaman itu mempunyai kandungan vitamin C tinggi. Karena sosok daunnya menarik, ia pun bisa ditanam di halaman rumah. (Syah Angkasa)

Tags: hidroponik kulkas

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments