580-H052-1

Microgreen kale siap panen.

Budidaya sayuran mini sendiri mudah dan praktis

Tanaman mungil setinggi 3—5 cm itu tampak memadati nampan-nampan plastik. Warnanya bervariasi, seperti merah, hijau, dan keunguan, tergantung jenis. Hadi menyebut nama tanaman hasil budidayanya itu dengan nama microgreens. Microgreens sayuran yang dipanen pada umur belia, sekitar 7-14 hari setelah semai.  Kecambah  atau tauge tidak termasuk microgreens alias sayuran mini.

Produsen sayuran organik dan sayuran mini di Kota Bandung, Jawa Barat,  Soeparwan Soeleman, menuturkan di dunia internasional sebutan microgreens biasanya untuk sayuran yang baru berumur tiga pekan atau kurang serta memiliki satu atau dua daun sejati. Menurut peneliti dari University of Florida’s Institute of Food and Agricultural Sciences, Amerika Serikat, Danielle D. Treadwell, pasar membedakan sayuran mini berdasarkan umur dan ukuran.

580-H052-2

Ragam microgreen bikinan Belinda di Bandung, Jawa Barat.

580-H053-1

Red russian kale, berbatang ungu, salah satu jenis sayuran mini.

Sayuran berukuran kurang dari 5 cm disebut kecambah. Adapun microgreens sebutan untuk sayuran yang berukuran sedikit lebih besar, yakni tinggi 5 cm. Sayuran berukuran 7,5—10 cm biasanya mendapat sebutan sayuran baby. Jenis sayuran yang kerap dibudidayakan untuk menghasilkan sayuran mini adalah tanaman keluarga kubis-kubisan atau Brassicaceae, seperti brokoli, kale, dan lobak. Tanaman lain seperti basil, kemangi, dan bayam-bayaman pun bisa menjadi pilihan.

Tren

Hadi memproduksi rata-rata 10 kg sayuran mini saban bulan. Jenis sayurannya bervariasi, seperti bayam hijau, bayam merah, kale, dan caisim. Pria asal Kota Bogor, Jawa Barat, itu menjual sayuran mini ke pemasok pasar swalayan dengan harga bervariasi, yakni Rp20.000—Rp40.000 per 100 gram. Total jenderal omzet Hadi Rp2 juta—Rp4 juta per bulan. Ia juga menjual sayuran mini ke konsumen langsung dengan sistem langganan.

Baca juga:  Buah Bintang Unggulan Bojonegoro

Setelah membayar Rp12.000 per hari, konsumen mendapatkan pasokan 100 g sayuran mini setiap hari. Layanan  itu hanya berlaku untuk pelanggan di Kota Bogor. Dalam setahun terakhir produsen sayuran mini semakin banyak bermunculan. Soeparwan lebih dahulu memproduksi sayuran mini untuk memenuhi pasar swalayan, hotel, restoran, dan kafe. Ia memproduksi sayuran mini untuk memasok beberapa restoran di Kota Bandung.

“Saya memproduksi microgreens sesuai pesanan sehingga jumlah produksi berfluktuasi,” ujar Soeparwan. Di Bandung ada juga Belinda yang memproduksi sayuran mungil itu. Belinda menjual sayuran mini dalam kemasan berisi 50—70 gram sayuran mini. Ia menjual dengan harga berkisar Rp17.000—Rp38.500 per kemasan, tergantung jenis.

580-H053-2

Beragam sayuran mini, radis merah, radis hijau, bayam hijau, mustard, dan wheatgrass.

580-H054-4

Bayam merah salah satu varian microgreens .

580-H054-5

Soeparwan Soeleman mengmbangkan sayuran mini di Bandung, Jawa Barat.

Premium

Menurut Danielle D. Treadwell sayuran mini biasanya digunakan untuk meningkatkan warna, tekstur, atau cita rasa salad. Penggunaan lain sebagai hiasan berbagai macam hidangan utama. Pemasaran sayuran mini biasanya untuk koki restoran atau toko kelontong kelas atas. Harga sayuran mini di Amerika Serikat umumnya berkisar antara US$30—US$50 per 500 gram atau sekitar Rp400.000—Rp666.000 per 500 gram.

Di tanah air pun harganya cukup premium. Soeparwan menjual sayuran mini itu Rp850–Rp1.000 per gram. Pembelian minimal 50 gram. Menurut pehobi kuliner di Yogyakarta, Agung Nugroho, konsumen sayuran mini berasal dari kalangan menengah ke atas. “Konsumen biasanya beli yang siap konsumsi,” kata Agung. Konsumen tertarik membeli karena kandungan nutrisinya yang lebih tinggi.

Hasil riset Zhenlei Xiao dan rekan dari Departemen Nutrisi dan Pangan, University of Maryland, Amerika Serikat, menunjukkan kandungan nutrisi sayuran mini lebih tinggi ketimbang sayuran dewasa. Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menyebutkan kandungan asam askorbat, karotenoid, filokuinon, dan tokoferol paling tinggi masing-masing terdapat pada sayuran mini kol merah, cilantro, bayam merah, dan daikon hijau (lihat Trubus edisi Juli 2015 halaman 48—49).

Baca juga:  Baru Stella dan Melona

Peneliti dari University of Florida, Fransisco Di Gioia, mengungkapkan hal serupa. Gioia menyatakan bahwa sayuran mini mengandung vitamin, antioksidan, dan mineral yang baik. Oleh  karena itu, saatnya kita mengonsumsi sayuran mini. Ketika sulit memperoleh di pasaran, kita bisa menanam sendiri. (Muhamad Fajar Ramadhan/Peliput: Marietta Ramadhani)

580-H053-3

Gizi Sayuran Mungil

580-H054-1

Bikin Microgreen Sendiri

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d