Produksi kurma dunia 7 juta ton dan meningkat 6% setiap tahun.

Produksi kurma dunia 7 juta ton dan meningkat 6% setiap tahun.

Perlu penanaman 8 juta bibit kurma setiap tahun.

“Produksi kurma dunia mencapai 7 juta ton per tahun dengan peningkatan produksi 6% per tahun. Meski demikian, setiap tahun dibutuhkan penanaman baru 8 juta pohon untuk memenuhi permintaan dunia,” ungkap ahli kultur jaringan kurma dari United Arab Emirates University (UAEU), Dr. Alain Lemansyour. Menurut warga negara Perancis kelahiran Suriah itu, hingga 2010 luas penanaman kurma di dunia 1.200.000 ha dengan populasi 144 juta pohon.

Budidaya kurma Phoenix dactylifera di 40 negara, terutama negara-negara di Afrika Timur, Asia Barat, dan Asia Selatan. Selain itu beberapa dasawarsa terakhir, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Afrika Selatan, India, dan Australia turut mengembangkan kurma. Bahkan Thailand pun menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memproduksi kurma dengan varietas KL-1 yang ditemukan Sak Lamjuang.

Kultur jaringan

Dr Alain Lemansyour ahli kurma di Universitas Emirat Arab.

Dr Alain Lemansyour ahli kurma di Universitas Emirat Arab.

Sementara Indonesia masih terus mengimpor kurma dengan nilai sangat besar. Menurut Direktur Benih, Kementerian Pertanian, Ir. Sukarman, nilai impor kurma Indonesia pada periode Januari—April 2017, mencapai 9,99 juta kg dengan nilai sekitar US$26 juta atau Rp338 miliar. Karena nilai impor kurma sangat besar sehingga beberapa masyarakat didukung instansi pemerintah mencoba mengembangkan kurma di tanah air.

Institut Pertanian Bogor yang menyelenggarakan simposium kurma tropis di Bogor untuk mendorong masyarakat mengembangkan kurma di Indonesia. Pohon kurma berbuah sebenarnya sudah ada di beberapa daerah di Indonesia. Pemiliknya menanam bibit dari biji. Pohon itu berbuah setelah berumur lebih 10—20 tahun dengan tinggi 5—10 m. Menurut Lemansyour pembibitan dari biji bagus untuk mendapatkan jenis baru.

Baca juga:  Mendambakan Abnormal

Namun, perbanyakan generatif itu bukan cara tepat untuk skala kebun. Sebab, bibit dari biji, hasilnya buahnya kelak tidak seragam. Oleh karena itu, ia menganjurkan pekebun di Indonesia menanam bibit asal kultur jaringan. Bila pertumbuhan tanaman kurang bagus akibat kondisi lingkungan marginal, maka penanaman dari biji dapat dilakukan. Tujuannnya dapat memperoleh klon baru yang tahan curah hujan tinggi, salinitas tinggi, atau pH rendah.

Medgool, salah satu kurma unggul

Medgool, salah satu kurma unggul

Menurut Lemansyour daerah yang cocok untuk budidaya kurma kondisinya gersang atau setengah gersang, tetapi air tetap tersedia. Pria 59 tahun itu mengungkapkan, kurma terbaik tumbuh di daerah yang mempunyai musim panas lama, kering, dan curah hujan rendah. Dalam simposium itu Lemansyour menuturkan, kurma juga lazim dikembangbiakkan lewat pemisahan anakan. Kualitas buah yang dihasilkan sama dengan induk.

Sayangnya, anakan kurma itu rawan terserang penyakit atau hama karena tertular dari induknya. Penyakit atau hama itu bisa terbawa hingga pohon besar. Kendala itu tidak ditemukan bila menggunakan bibit hasil kultur jaringan. Sebab, bahan kultur jaringan berasal dari tanaman yang bebas hama dan penyakit. Para ahli mengambil dan mengisolasi jaringan sel pada titik tumbuh kemudian mengembangkan di ruang steril dan terkontrol.

Varietas unggul

Prawput Pawkresin praktikuskurma dari Thailand.

Prawput Pawkresin praktikuskurma dari Thailand.

Lemansyour menganjurkan calon pekebun untuk membudidayakan varietas yang buahnya berkualitas tinggi dan pasar menyukainya. Ia menyebut beberapa varietas itu seperti barhee, zahlul, ajwa, samany, dan khonizy. United Arab Emirates University (UAEU) Laboratory berpengalaman lebih dari 28 tahun dalam perbanyakan kurma secara kultur jaringan. Produksinya tersebar ke berbagai wilayah di Timur Tengah, Persia, dan Afrika Utara.

Baca juga:  Raja Hutan Gemar Durian

Selain itu ada beberapa perusahaan produsen bibit hasil kultur jaringan, di antaranya Dates Palm Developments (Inggris), Al Wathba Marionnet LLC (UEA), dan Raihan Meristem. Indonesia mendatangkan bibit kultur jaringan dari Inggris dan benih KL-1 dari Thailand. Kini masyarakat mulai menanam palem berbuah lezat itu atau tertarik mencoba. Seorang pengusaha di Sukabumi, Jawa Barat, Erick Sitompul, tertarik menanam kurma di lahan seluas 3 ha.

Namun, budidaya kurma lebih cocok di dataran rendah karena suhu lebih panas seperti di kawasan Arab. Lahan milik Erick Sitorus berketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut. Curah hujan di Kabupaten Sukabumi relatif tinggi sehingga kelembapan cukup tinggi. Kondisi itu—kelembapan tinggi dan suhu hangat—sangat ideal bagi penyakit untuk berkembang biak.

Institut Pertanian Pertanian Bogor menyelenggarakan simposium kurma tropis di Bogor,  Jawa Barat

Institut Pertanian Pertanian Bogor menyelenggarakan simposium kurma tropis di Bogor, Jawa Barat

Praktikus kurma di Thailand, Prawput Pawkrasin, mengungkapkan bahwa di Thailand kurma relatif adaptif pada berbagai kondisi lingkungan. Prawput pernah melihat langsung pohon kurma yang ditanam di pinggir laut. Pertumbuhannya cukup bagus, padahal salinitas tinggi. “Saya mencicip langsung air dekat kebun itu dan rasanya asin,” kata perempuan yang sering mengunjungi kebun kurma di mancanegara itu.

Ia menduga akar kurma yang menghunjam dalam membuatnya terhindar dari pengaruh air laut. Pekebun di Provinsi Riau yang menanam kurma di lahan bergambut mengatakan hal serupa. Hasilnya, tanaman tumbuh dengan baik tanpa terganggu dengan pH rendah di lahan gambut. Untuk menjaga kelembapan stabil ia menutup piringan di bawah batang dengan terpal plastik.

Baca juga:  Ikan Nila: Muda Hiasan, Tua Konsumsi

Musuh kurma

Pilih kurma yang digemari masyarakat untuk dikembangkan.

Pilih kurma yang digemari masyarakat untuk dikembangkan.

Direktur Benih, Kementerian Pertanian, Ir. Sukarman kurma termasuk tanaman yang tidak mempunyai musuh khusus sehingga lebih mudah lolos saat pemeriksaan di karantina. Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Palma, Meldy LA Hosang, menuturkan hama utama yang menyerang kurma, yaitu Oryctes rhinoceros, Rhynchosphorus ferrugineus, dan Brontispa sp. Beberapa pekebun kurma mengatakan, ulat kantong, kumbang gajah, dan kumbang sagu menyerang kurma.

Menurut Meldy kurma pun menjadi inang bagi beberapa serangga, di antaranya, Oryctes agaemmon, Oryctes elegans, dan Oligonychus afrasiaticus. Untuk mengatasi hama kumbang badak dan kumbang sagu, periset dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Sudasono, M.S., mengembangkan alat perangkap hama multitrap. Alat itu mampu menangkap dua hama sekaligus. Dengan zat feromon F100 dan FR50, kumbang terpikat dan mendatangi alat multitrap dan terjebak. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d