Tampang Anyar Ayam Hias 1
Puma hasil silangan puyuh dan serama

Puma hasil silangan puyuh dan serama

Empat silangan ayam hias terbaru untuk pehobi.

Anak-anak ayam hias dalam kotak kardus berpenghangat bola lampu 5 watt itu tampak lincah saat keluar dari wadahnya. Dua di antaranya mengepakkan sayap melompat ke sudut ruangan. Umur ayam silangan antara ayam serama betina dan burung puyuh gonggong jawa Arborophila javanica jantan itu baru 1,5 bulan. Bulunya cokelat keemasan mirip dengan burung puyuh gonggong. Sementara tubuhnya lebih menyerupai ayam serama berjengger kecil.

534_ 122-2“Sebut saja puma, kependekan dari puyuh dan serama,” kata Sugandi Wisuddhi mengusulkan julukan ayam silangannya. Puma itu memang salah satu hasil silangan Sugandi, pehobi sekaligus penyilang ayam hias di Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat. Sebutan puma identik dengan kucing besar anggota famili Felidae. Pria lulusan Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor itu menyilangkan puyuh dan serama pada akhir 2013 untuk menghasilkan ayam hias unik berukuran mungil seperti serama dengan bulu yang indah dan suara unik seperti puyuh gonggong.

Sosok mini

Puyuh gonggong tergolong burung berukuran sedang yang panjangnya mencapai 28 cm. Bulu kepala hingga tengkuk burung endemik Pulau Jawa itu berwarna jingga kemerahan dengan kalung leher hitam. Burung berkaki merah itu juga mengeluarkan suara monoton unik dan lembut yang panjang. Sayang, karena masih muda, suara puma dewasa belum diketahui. “Enam bulan lagi baru bisa diketahui suaranya mirip kokok serama atau puyuh gonggong,” ujar Sugandi.

Selain puma, Sugandi juga mengoleksi bekilland, hasil persilangan antara ayam polland betina dengan pejantan ayam hutan hijau Gallus varius. Ayam polland berjambul unik dan jantannya bersuara jernih. Silangan itu kini berumur 8 bulan. Postur tubuhnya tidak berbeda jauh dengan bekisar—silangan ayam hutan hijau jantan dan ayam kampung Gallus gallus domesticus betina—pada umumnya. Tubuh gagah dengan ekor mentereng. Bedanya, bila dipegang, bulu tubuh bekilland lembut dan tidak kaku.

Baca juga:  Lidah Mini Tampil Maksi

534_ 123-3Penampilan ayam yang disilangkan pada pertengahan 2013 itu amat khas, terdapat jambul kecil di kepala serta pipi dan gelambir bawah yang ditumbuhi bulu lebat sehingga berkesan “brewok”. Yang menggembirakan, bekilland bersuara bersih dan panjang. “Suara bekilland umumnya bersih,” ucap Sugandi yang semula memang mengincar silangan keduanya untuk menghasilkan suara bersih khas polland.

Penggemar ayam hias juga punya pilihan lain berupa silangan ayam hutan hijau dan serama yang dinamakan bekima. Meski tubuhnya mungil seperti serama, suaranya lantang. Jadi seperti bekisar tapi mini. Ukuran kandang dan pemberian pakan lebih efisien dibandingkan bekisar biasa. Sugandi hanya perlu pakan 50% dari pakan ayam bekisar biasa.

Menurut Lulu Budihardjo, juri berbagai lomba bekisar nasional sekaligus pemerhati bekisar di Yogyakarta, silangan ayam hutan hijau dan ayam polland cocok untuk pehobi yang ingin menambah koleksi klangenan. Bekisar yang umumnya dilombakan memiliki pakem suara o-e. Suara o itu diturunkan dari ayam hutan hijau dan suara e berasal dari ayam kampung. Karakter suara itu tentu tidak terbentuk bila indukan yang dipakai dalam persilangan berbeda.

Meski melanggar “pakem” dengan menyilangkan ayam hutan hijau dengan ayam polland, suara jernih bekilland tetap menjadi daya tarik pehobi penikmat suara. “Apalagi untuk pehobi yang menyukai keindahan bulu. Silangan ayam hutan hijau pasti menurunkan karakter keindahan bulunya,” ujar Lulu yang aktif menjadi pemerhati bekisar sejak 1999.

534_ 123-2Irit pakan

Keinginan Sugandi menghasilkan ayam hias ukuran kecil tidak berhenti sampai bekima. Ia juga menyilangkan ayam serama betina dengan pejantan ayam pelung untuk menghasilkan “pelung mini” alias pelni. Perkiraannya tepat dengan munculnya anakan berukuran sekitar satu setengah kali ayam serama. Anakan silangannya setinggi 30 cm itu baru berumur 4 bulan. “Hingga dewasa, diperkirakan tinggi tubuhnya hanya segitu,” jelasnya. Meski kecil, karakter pelung tetap menempel pada pelni. Bentuk tubuhnya lebih menyerupai ayam pelung dengan jengger tinggi dan gelambir besar. Walau belum diketahui karakter suaranya, silangan itu diharapkan mempunyai suara yang panjang seperti ayam pelung.

Baca juga:  Tanam Sayuran Eksklusif

Bisnis ayam hias memang tengah naik daun. Itu diakui Jaja Sumarja, pemilik Saung Ayam Hias Bogor. Pehobi sekaligus penjual ayam hias yang berlokasi di Bondongan, Kota Bogor, itu mampu menjual beragam anakan ayam hias seperti ayam polland, batik, kapas, dan mutiara. “Jenis ayam hias baru bisa menjadi pilihan pehobi kolektor ayam hias, apalagi yang unik dan bersuara jernih,” ujar Jaja.

Bekima terlihat mencolok dengan ekor khas serama

Bekima terlihat mencolok dengan ekor khas serama

Itu terbukti dalam sebulan Sugandi dapat menjual 50 ayam berumur sehari (DOC, day old chick) hasil silangannya yang dibanderol Rp100.000—Rp.300.000 per ekor. Keempat ayam hias silangan itu lahir lantaran mimpi Sugandi menghidupkan kembali bisnis ayam bekisarnya yang mati diimpit krisis moneter pada 1998. Tiga tahun terakhir, ia mulai menjalankan bisnis ayam hias lagi di sela-sela kesibukannya sebagai pegawai perusahaan properti di Tangerang. Menjajaki bisnis ayam dari bawah lagi, pria berusia 40 tahun itu mencoba peruntungan dengan menyilangkan ayam untuk menghasilkan ayam berukuran kecil dari jenis biasa. “Pehobi yang punya lahan sempit jadi masih bisa memelihara ayam, pakan pun jadi lebih irit,” katanya.

Untuk pakan, ayam-ayam hias silangan Sugandi biasa diberi pakan pabrik untuk starter yaitu mulai DOC sampai kira-kira berumur satu bulan. Selanjutnya, umur sebulan hingga 6 bulan ke atas, ayam mengonsumsi voer grower. Untuk menjaga stamina tubuh, pehobi dapat menambahkan vitamin, minyak ikan, dan madu rutin dalam air minum setiap bulan. Pakan tambahan lainnya berupa beras merah, pepaya, jagung muda, jangkrik, ulat hongkong, dan kroto selang-seling diberikan seminggu 3 kali. (Kiki Rizkika)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *