Taman terapi alzheimer di nurseri Plante Mati, Pistoia, Italia.

Taman terapi alzheimer di nurseri Plante Mati, Pistoia, Italia.

Taman membantu merehabilitasi pasien alzheimer.

Taman itu tak seberapa luas. Hanya seukuran lapangan voli. Namun, taman di nurseri Piante Mati, Kota Pistoia, Italia, itu begitu istimewa. Aneka tanaman seperti verbena, bunga bokor, dan salvia tumbuh subur menghiasi taman. Pengelola nurseri Piante Mati, Andrea Mati, membangun taman pada Mei 2017. Selain sedap dipandang, taman itu pun berfaedah untuk kesehatan.

Aneka tanaman aromatik tumbuh di taman alzheimer.

Aneka tanaman aromatik tumbuh di taman alzheimer.

“Taman itu sarana terapi untuk pasien alzheimer sehingga dilengkapi juga dengan terapi sarana motorik,” kata Andrea Mati. Menurut peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis, Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, dr. Soeklola, MSi, alzheimer salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak. Alzheimer dapat dimulai dengan keluhan lupa dan bingung yang makin lama kian memburuk.

Dampak serangan alzheimer pasien gagal mengingat, berpikir, belajar, merencanakan sesuatu, dan mengambil keputusan. Faktor risiko alzheimer antara lain usia, keturunan, jenis kelamin, penurunan kognitif ringan, gaya hidup, dan tingkat pendidikan. Andrea yang mendesain taman terapi alzheimer itu. Setidaknya ia membangun 3 taman serupa di seantero Italia. Memasuki taman alzheimer geranium menyambut kedatangan pasien.

Ia memilih geranium lantaran pasien perempuan tua menanam tanaman itu di teras ketika mereka muda. Sementara untuk pasien laki-laki pengelola menanam zaitun sehingga mereka dapat merawat dan menggunakan minyaknya. Semua itu bertujuan membangkitkan memori para pasien. Harap mafhum salah satu keluhan pasien alzheimer yakni gangguan memori jangka panjang.

Kunjungan ke taman alzheimer termasuk rangkaian acara Vestire il Paesaggio 2017.

Kunjungan ke taman alzheimer termasuk rangkaian acara Vestire il Paesaggio 2017.

Kehadiran bunga aneka warna seperti merah dan putih juga sangat penting lantaran memicu kembalinya memori masa lalu. Pengelola taman juga membudidayakan rumput hias yang sangat lembut jika disentuh. Taman makin lengkap berkat kehadiran tanaman aromatik seperti lavender. “Pengunjung dapat menyentuh, mencium, dan melihat aneka warna tanaman. Kegiatan itu sangat penting untuk terapi pasien alzheimer,” kata Andrea.

Baca juga:  PERANAN KUDA

Hasil penelitian University of Florence, Italia, membuktikan taman alzheimer mampu mengurangi penggunaan obat alzheimer hingga 30—40%. Syaratnya pasien mesti datang ke taman 3 kali sepekan. Durasi setiap kunjungan 2 jam. Taman pun terbuka untuk umum dan gratis. Menurut Aldo Ranfa dan rekan dari Departemen Teknik Sipil and Lingkungan, University of Perugia, Italia, terdapat 3 panduan untuk membikin taman terapi alzheimer yaitu pemetaan alami, citra elemen, dan housing zones.

Geranium menyambut kedatangan pengunjung taman alzheimer.

Geranium menyambut kedatangan pengunjung taman alzheimer.

Dalam pemetaan alami, pintu masuk, pintu keluar, dan jalan utama mesti didesain sealami mungkin. Citra elemen adalah lima elemen fundamental yang meliputi tempat berjalan termasuk jalur utama (paths), pembatas dua zona seperti pagar yang membatasi taman (edges), bagian tematik taman (districts), persimpangan jalan sebagai tempat berkumpul (nodes), dan landmark yang menunjukkan tanda utama taman seperti pohon besar.

Menurut Soeklola terapi berkebun berkelompok untuk penderita alzheimer belum banyak dilakukan atau tersedia di Indonesia. Taman terapi itu bukan untuk penyembuhan. Namun, untuk mencegah perburukan gejala dan menurunkan penggunaan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi gejala seperti gelisah dan gangguan tidur.

Terapi sarana motorik di taman alzheimer.

Terapi sarana motorik di taman alzheimer.

Acara
Terapi berkebun atau horticulture therapy terdiri atas membayangkan pemandangan yang telah dilihat, melihat langsung pemandangan dengan mengunjungi taman secara langsung, dan bercocok tanam. “Kegiatan itu upaya pencegahan karena saat berwisata di taman pasien menghirup udara segar. Belum lagi aroma tanaman dan bunga yang efeknya mirip aromaterapi sehingga menenangkan,” kata alumnus Ilmu Herbal, Universitas Indonesia itu.

Bahkan di Jepang kini mengembangkan terapi sejenis dengan berjalan di antara pohon-pohon yang tinggi. Warna hijau berguna melatih fokus dan menimbulkan rasa nyaman. Warna warni tanaman pun dapat membangkitkan minat seseorang, khususnya kelir favorit pasien. Dengan berkebun mengembalikan fungsi sosial seseorang karena ada percakapan antara pasien.

Andrea Mati, perancang taman alzheimer di nurseri Piante Mati.

Andrea Mati, perancang taman alzheimer di nurseri Piante Mati.

Untuk orang lanjut usia berkebun bisa menjadi bagian dari pekerjaan yang dapat dibanggakan. Berkebun juga mengembalikan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, perencanaan, fungsi daya ingat, kemampuan bergerak, dan membayangkan bagaimana hasil tanamannya kelak. Namun, jenis terapi menyesuikan kegemaran pasien. Menurut arsitek dari Polandia, Malgorzata Dyrska, taman terapi alzheimer di nurseri Piante Mati sangat bagus.

Baca juga:  Ikan Gabus Atasi Hipertiroid

Malgorzata menganjurkan agar taman yang berlokasi di Pistoia, Italia, itu dekat dengan rumah sakit atau pusat perawatan orang sakit. Pasien alzheimer memerlukan ketenangan dan tempat sepi supaya mereka merasa aman dan nyaman. “Itulah fungsi ragam warna bunga dan tumbuhan dalam taman,” kata Malgorzata. Kunjungan ke taman alzheimer merupakan rangkaian acara internasional Vestire il Paesaggio 2017.

Penyelenggara acara, Dr. Renato Ferretti, mengundang jurnalis, arsitek, dan perancang taman di Eropa seperti Malgorzata untuk memeriahkan dan mempopulerkan Vestire il Paesaggio 2017. Para peserta berasal dari Perancis, Jerman, Swiss, Polandia, Ukraina, Spanyol, dan Finlandia. Trubus satu-satunya media dari Benua Asia yang diundang menghadiri acara internasional itu. Vestire il Paesaggio bertujuan memperkuat citra Pistoia sebagai kota tanaman sekaligus kota seni, kota lanskap, dan kota budaya. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d