Diet tinggi lemak di mata para dokter dan ahli gizi.

Kacang-kacangan mengandung lemak sehat tinggi yang menjadi pilihan utama pelaku diet keto.

Kacang-kacangan mengandung lemak sehat tinggi yang menjadi pilihan utama pelaku diet keto.

Popularitas diet keto meningkat di antara orang-orang yang ingin menurunkan bobot tubuh dalam waktu singkat. Banyak orang yang akhirnya tertarik mengikuti cara diet yang menganjurkan banyak konsumsi lemak itu. Riset mengenai diet keto yang menganjurkan pelakunya untuk membatasi karbohidrat dan memperbanyak konsumsi lemak dan protein itu berlangsung sejak 1920. Bagi banyak orang yang “takut sengsara” saat menurunkan bobot tubuh, diet ketogenik memang dianggap “surga”.

dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) RumK, Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo

dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) RumK, Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo

Menurut dokter spesialis anak, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) RumK, diet keto memang bisa membantu menurunkan bobot tubuh. Namun, banyak diet yang menganggap lemak adalah musuh, tidak demikian dengan diet keto. Diet keto serupa dengan diet rendah karbohidrat ketat lainnya, seperti diet atkins atau low carb, high fat (LCHF). “Bedanya, diet keto dirancang untuk membuat tubuh masuk dalam keadaan yang disebut ketosis. Yakni sebuah kondisi ketika asupan karbohidrat sangat rendah, sehingga membakar lemak agar tubuh bisa berenergi,” ujar Piprim.

Untuk bisa mencapai ketosis, diet keto meminta pelaku diet untuk fokus mengonsumsi makanan tinggi lemak dan protein tapi rendah karbohidrat. Asupan lemak pelaku keto sekitar 75%, protein 25%, dan karbohidrat 5% dari asupan makanan mereka sehari-hari. “Bukan berarti sembarang lemak bisa dikonsumsi. Sumber lemak sehat yang baik dikonsumsi seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan avokad,” ujar dokter di Rumah Sakit Umum (RSU) Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo itu.

Diet ketogenik terkenal dengan slogan ‘diet high in protein and fat, very low in carbohydrate’. Pengurangan asupan karbohidrat yang menyebabkan tubuh memproduksi benda keton dan dalam status metabolik yang disebut ketosis. Senada dengan diet keto, puasa juga dipercaya dapat memicu metabolisme seseorang menuju kondisi yang disebut ketosis.

Baca juga:  Merakli Ayam Raksasa

Pelaku diet keto atau ketogenik selama berpuasa akan membatasi asupan karbohidrat sebanyak 10—50 g karbohidrat dalam sehari. Tubuh mendapatkan sumber tenaga utama dari keton atau lemak. “Selagi menjalanai diet keto sebaiknya didampingi dengan puasa karena hasilnya akan lebih maksimal,” ujar dr. Piprim.

Mahani, S.P. M.Si., Dosen Ilmu Gizi, Departemen Teknologi Industri Pangan, Universitas Padjadjaran.

Mahani, S.P. M.Si., Dosen Ilmu Gizi, Departemen Teknologi Industri Pangan, Universitas Padjadjaran.

Kebanyakan pelaku diet keto mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh. “Padahal konsumsi lemak jenuh akan meningkatkan risiko penyakit, mulai dari penyakit jantung, kolesterol tinggi, sampai penyakit kanker,” ujar Mahani. Keto berasal dari ketone bodies yaitu senyawa sampingan hasil perombakan lemak dan protein. Ketone bodies dapat menghasilkan energi. Namun, keton itu alternatif terakhir sumber energi bagi tubuh manusia.

Kondisi itu akan terjadi bila tidak ada asupan energi dari makanan berupa karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu, cadangan glikogen (energi tubuh) sudah habis. Ketone bodies bersifat asam dan dapat mengganggu sistem kerja ginjal dan membuat lever sibuk karena terlalu banyak lemak yang masuk dalam tubuh. Gangguan pada lever dan ginjal akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

“Intinya, diet keto memaksa metabolisme berjalan abnormal dan berisiko menimbulkan berbagai ancaman kesehatan tubuh,” ujar Mahani. Bila ingin menjalani diet keto, lemak yang dikonsumsi sebaiknya 20% dari total kebutuhan harian dan harus berasal dari lemak tidak jenuh, misalnya ikan laut, kacang-kacangan, minyak zaitun, minyak kanola atau chia seed. Diet yang baik adalah diet yang seimbang memenuhi semua kebutuhan zat gizi agar fungsi tubuh berjalan normal dan semestinya.

Untuk penurunan bobot badan kuncinya adalah pengeluaran energi harus lebih besar daripada asupan makanan yang masuk dalam tubuh. Hal itu harus diimbangi dengan aktivitas fisik, misalnya olahraga. Porsi olahraga dan aktivitas fisik cukup, sering, dan konsisten.

dr. Nafrialdi, Ph.D., SpPD, SpFK, Dokter Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Bunda Kota Depok, Jawa Barat

dr. Nafrialdi, Ph.D., SpPD, SpFK, Dokter Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Bunda Kota Depok, Jawa Barat

Diet ketogenik memiliki pola makan dengan asupan karbohidrat rendah, yaitu hanya 5%, dan dengan asupan lemak tinggi, antara 50—75%. Sementara idealnya, pembagian asupan zat gizi makro sebaiknya karbohidrat 60%, protein 1%, dan lemak 25% dari total kebutuhan kalori. Pembagian itu berdasarkan fisiologi tubuh. Dalam jumlah yang ideal, tubuh bisa menerima dan memanfaatkan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh.

Baca juga:  Lampu Simelongka

Menurut Nafrialdi jika seseorang yang melakukan diet ketogenik justru sangat sulit untuk menurunkan bobot tubuh. Hal itu karena pola makan yang dianut justru tidak seimbang. “Orang yang melakukan diet ketogenik rata-rata bobot tubuhnya tidak turun. Begitu juga kondisi tubuhnya mengeluarkan banyak air,” ujar dr. Nafrialdi. Diet rendah karbohidrat dapat membuat pelaku mengidap stres. Karena kerja otak memerlukan asupan karbohidrat.

Stres terjadi saat sel otak kekurangan energi. sehingga seseorang yang menjalani diet rendah lemak akan lebih sulit berpikir dan lebih emosional. Bahkan, dr. Nafrialdi sempat bercerita jika pelaku diet keto berisiko mengalami stroke dan serangan jantung karena kekurangan karbohidrat. Pelaku diet keto lebih banyak mengonsumsi lemak sedangkan karbohidratnya tidak ada. “Jadi, kalau diserap dalam tubuh akan menjadi trigliserida, bisa memicu sumbatan stroke bahkan serangan jantung kalau jumlahnya tinggi. Jadi diet keto jangan dilakukan,” kata Nafrialdi. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d